Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 60


__ADS_3

"Ya, aku tau kalian semua sangat bahagia dengan kedatangan menantu di rumah ini. Tapi setidaknya sambutlah aku juga, apa kalian sama sekali tidak ada yang merindukan ku?" Gerutu Lucas


Semua anggota keluarga langsung tertawa, begitu pun dengan Lia.


Pak Arman dan Dika langsung kompak memeluk Lucas yang wajahnya mulai tampak masam.


"Kenapa kamu cemburu jika kami menyambut istri mu, seharusnya kamu senang dengan itu" kata pak Arman sambil menepuk lengannya


"Bagaimana tidak pa, kalian begitu fokus pada istri ku seakan aku hanyalah penonton"


Elda mencubit pipi Lucas dan berkata


"Utututuuu... Udah punya bini masih aja suka ngambek" celetuknya


Lucas langsung melingkar kan lengannya di leher Elda dan meletakkan wajah Elda di dekat ketiaknya.


"Kakak... Aduh lepasin dong. Kakak ih sakit tau leher aku, mama tolong...." Seru Elda


Bukannya menolong mama Elda malah tertawa karena tingkah mereka berdua.


"Kamu jangan terkejut ya jika kedepannya kamu akan melihat 2 orang ini selalu ramai bertengkar" ujar mama Elda sambil memegang tangan Lia


Lia tersenyum membalas senyuman hangat dari mama Elda yang kini sudah menjadi bibi nya juga.


"Sudah sudah, hentikan. Itu bi Narsih sudah menyiapkan makanan di meja, ayo kita makan" ajak pak Arman yang melerai Lucas dan Elda


Rumah besat itu saat ini sedang ramai dan penuh kehangatan.


Di meja makan semua saling menyantap makanan dengan lahap.


Berbagai macam makanan yang di buat istimewa demi menyambut kedatangan Lia.


Saat sedang asyik menikmati sedapnya makanan yang tersaji, tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di hp Lucas.


Lucas meletakkan sendok nya dan mengambil hp dari saku celananya.


Setelah membaca pesannya Lucas kembali meletakkan hp nya.

__ADS_1


"Papa, pak Surya meninggal" ucap Lucas dan membuat semua orang langsung terdiam dan fokus padanya.


"Apa? Surya meninggal?"


Tanya pak Arman memastikan apakah pendengaran nya tidak salah barusan


"Iya, pak Surya meninggal" jawab Lucas


"Tau dari mana kamu kalau pak Surya meninggal?" Sela Dika karena juga penasaran


"Barusan Romi mengirim pesan pada ku, katanya pak Surya meninggal di rumah sakit karena serangan jantung"


Lia yang duduk di samping Lucas hanya terdiam mendengar kan.


"Pak Surya? Kalau ga salah itu kan sahabat nya papa yang anaknya di nikahkan dengan mas Lucas" batin Lia


Pak Arman mengingat tentang masa-masa ia masih bersahabat dengan pak Surya dulu


"Serangan jantung? Setau papa Surya tidak ada menderita gangguan jantung" ucapnya


"Dia mengalami serangan jantung setelah mendengar perusahaan nya akan di sita oleh bank" jelas Lucas


"Mama, kok ngomongnya gitu" saut Elda


"Maaf kalo sedikit nyelkit, tapi itu memang benar kok sayang"


Pak Arman meletakkan sendok dan garpunya lalu mengambil minum di sisinya.


"Se jahat jahatnya Surya terhadap ku, aky tidak pernah menyimpan dendam padanya. Karena aku bisa berdiri di atas keberhasilan ku saat ini adalah berkat ukurannya tangan Surya dulu.


Dia satu-satunya orang yang mau meminjamkan aku modal untuk memulai usaha hingga akhirnya aku bisa seperti sekarang"


Flash Back


Dulu setelah 2 tahun di Bali, pak Arman dan Lucas memilih pindah ke Surabaya untuk kembali memulai usaha baru.


Pak Surya tidak mungkin berlama-lama tinggal di rumah Dika sedangkan kondisi ekonomi Dika pada saat itu juga sangat pas-pasan.

__ADS_1


Di tambah lagi Dika juga memiliki seorang bayi (Elda) yang mana kebutuhan nya pasti akan bertambah banyak.


Bermodalkan nekat pak Arman tinggal di kota Surabaya tanpa mengenal siapapun.


Hingga akhirnya pak Arman bertemu dengan pak Surya, pak Surya saat itu sudah dengan keadaan ekonomi yang sangat baik.


Dengan tulus pak Surya saat itu mau memberikan modal pada pak Arman.


Sejak itu lah persahabatan mereka di mulai.


Perlahan usaha pak Arman mulai membaik.


Yang awalnya ia dan Lucas hanya tinggal di kontrakan sepetak bisa berpindah ke ke kontrakan yang lebih layak dan lebih besar.


Pak Arman yang pandai dalam mengelola usaha nya mampu membuat nya usahanya berkembang dan maju dengan pesat.


Pak Surya bahkan heran dengan kemampuan dan ketekunan yang di miliki oleh pak Arman.


Dalam kurun waktu 7,5 tahun pak Surya sudah bisa mendirikan perusahaan nya sendiri.


Dengan majunya usaha yang di miliki, kini pak Arman mampu membeli tanah dan rumah untuk di tempati bersama putra tunggalnya.


Pak Arman mampu mengembalikan modal yang telah di berikan pak Surya bahkan hingga 3x lipat.


Bukan karena permintaan pak Surya, tapi itu murni karena rasa terima kasihnya pada pak Surya begitu besar.


Lucas pun juga akhirnya mampu mengenyam pendidikan dengan baik.


Saat Lucas kuliah ia juga mencari penghasilan sendiri meski kini papa nya sudah sangat mampu membiayai nya.


Semangat hidup dari papa nya lah yang membuat Lucas bisa kuat meski tanpa adanya seorang ibu di sisinya.


Tahun demi tahun berlalu.


Pak Arman kini mulai membuka bisnis lain, dan dengan ijin tuhan semuanya berjalan lancar.


Bahkan pak Arman mampu mengirim Lucas untuk melanjutkan kuliahnya di luar negri.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2