
Sedangkan Lucas memanggil salah satu security untuk menjaga semua belanjaan istrinya.
Mereka menikmati makan malam dengan lahap, terutama Lucas.
Karena sedari tadi siang dia hanya berjalan layaknya bodyguard Lia dengan menenteng banyak belanjaan.
Sambil menikmati makanannya Lia memandangi wajah tampan Lucas yang terlihat lahap saat makan.
"Kamu kayaknya lapar banget ya mas?"
"Bagaimana tidak, setengah hari aku habiskan waktu ku hanya untuk berjalan membuntuti mu saja" jawab Lucas dengab sedikit ketus
Lia memegang tangan Lucas dan mengelusnya dengan mesra.
"Jangan marah gitu dong sayang, kan demi membahagiakan istri" ucapnya dengan nada lembut dan kedipan mautnya
Lucas melirik Lia yang sedang menggodanya lalu kembali cuek dan melahap makanannya
"Ga usah kedip kedip gitu"
Lia tersenyum karena tau Lucas pasti tidak tahan dengan senyumannya yang menggoda.
Lia pindah dari kursinya dan duduk di samping Lucas.
Menggandeng lengan Lucas dan menyenderkan kepalanya bahu Lucas.
"Kamu makin ganteng deh kalo lagi ngambek gini, aku makin sayang..."
"Tidak usah merayuku, aku sedang marah sama kamu" kata Lucas
"Oh gitu, kamu lagi marah ya. Ututututu..... Kacian, pasti kecapekan ya bawa barang belanjaan yang banyak banget, hm..."
Lia memegang pipi Lucas dan mengunyel nya seperti sedang bermain dengan bayi.
"Sabar ya anak manis, nanti aku akan kasih kamu hadiah agar marah mu cepat hilang" sambung Lia
Sambil terus menyendok makanan ke mulutnya Lucas melirik Lia dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Penasaran ya...." Tanya Lia "Cepat habiskan makanan mu, nanti aku bakalan service dengan baik supaya mood kamu kembali membaik" bisik Lia di telinga Lucas
Seketika Lucas membuka matanya lebar-lebar karena bisikan istrinya itu.
Dengan cepat Lucas menghabiskan makanannya agar bisa cepat pulang.
Selesai makan mereka langsung pulang ke rumah.
Yang awalnya pergi ke mall hanya berniat untuk nonton saja berubah schedule karena Lia yang ke asyikan berbelanja hingga lupa waktu.
Di perjalanan pulang Lucas sering melirik ke arah Lia dengan senyum nakalnya.
Lucas mulai membayangkan gaya apa yang akan ia pakai saat sedang bertarung nanti.
Lia yang sedang sibuk dengan hp nya kini mulai menyadari bahwa suaminya sedari tadi curi-curi pandang darinya.
__ADS_1
Saat Lucas kembali melirik Lia, Lia langsung menatap balik hingga kedua bola mata mereka saling kontak.
"Hayo.... Ketahuan kan dadi tadi lirik lirik aku, kenapa?" Kata Lia.
Lucas menahan senyumnya dan kembali fokus menyetir.
"Siapa yang ngelirik kamu, aku cuma liatin kaca spion dari tadi" Lucas ber alibi karena malu
"Hm.... Benarkan???"
Lucas hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Ya sudah kalo ga mau ngaku, service nya ga jadi" ujar Lia
Seketika Lucas menoleh pada Lia dengan tatapan tajamnya.
Lia menyadari itu namun Lia pura-pura tidak tau.
"Tidak ada kamus batal dalam hidup ku sayang..." Ucap Lucas dengan pelan.
Bagaimana mungkin Lucas sanggup untuk menahan lebih lama, sudah 1 minggu ia menahan karena Lia sedang mens.
Dan jika harus menunggu lebih lama lagi mungkin Lucas bisa stress.
Dengan kecepatan tinggi Lucas mengendarai mobilnya agar cepat sampai di rumah.
Dan benar saja tidak kurang dari 15 menit mereka pun sampai di rumah jam 9.23 malam.
Pak Sanip segera membuka pintu gerbang ketika Lucas membunyikan klakson mobil nya.
Setelah mereka turun dari mobilnya, Lucas langsung menggenggam tangan Lia dan mengajaknya masuk ke rumah.
"Loh mas..." Seru Lia
Lucas memghentikan langkahnya dan menoleh pada Lia "Ada apa sayang?"
"Belanjaan ku?"
"Oh... Itu. Biarkan saja bi Narsih sama pak Sanip yang membawa nya. Ayo kita masuk"
Lia mengangguk dan mengikuti langkah kaki suaminya memasuki rumah.
Begitu masuk ke dalam, rumah sudah sepi.
Mata Lucas menyapu seluruh ruangan namun tak menemukan siapapun.
"Bi Narsih... Bi...." Panggil Lucas
"Iya den...." Saut bi Narsih dadi belakang dan segera keluar menghampiri Lucas di ruang tamu.
"Bi, papa mana?" Tanya Lucas
"Bapak sudah di kamar den, mungkin sudah tidur"
__ADS_1
"Bi tolong ambilkan barang belanjaan di bagasi, minta bantuan pak Sanip biar cepet" suruh Lucas
"Baik den..."
Bi Narsih mengangguk dan segera keluar menuju garasi, namun sebelum itu bi Narsih lebih dulu memanggil pak Sanip di pos jaga untuk membantunya.
Lucas dan Lia langsung naik ke atas, ke kamarnya.
Di sana Lucas langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur karena merasa lelah.
Sedangkan Lia setelah meletakkan tasnya di meja, ia lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Membersihkan dirinya karena merasa lengket dengan keringat.
Baru saja Lia membuka pakaiannya, Lucas mengetuk pintu kamar mandi dari luar.
Toktoktok...
"Sayang, buka pintunya..." Panggil Lucas dari luar
"Ada apa mas..." Tanya Lia dari dalam.
Lucas tidak begitu jelas mendengar suara Lia dari dalam
"Kamu ngomong apa sih sayang, aku ga bisa denger dengan jelas. Coba buka pintunya" suruh Lucas
Suara Lia tidak bisa jelas di dengar karena mulutnya penuh dengan busa karena sedang menyikat giginya.
Segera Lia berkumur dan meletakkan sikat giginya. Mengelap bibirnya yang basah dengan handuk lalu melilit kan nya pada tubuhnya.
Lia membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya yang berdiri dengan tegal tepat di depan pintu dengan tubuh yang sudah telanjang dan hanya memakai ****** ******** saja.
Lia langsung menutup matanya dengan kedua tangannya dan hampir saja mulutnya berteriak namun tidak jadi.
Lia segera berbalik badan masih dengan menutupi matanya.
"Kenapa kamu telanjang gini mas?" Tanya nya
Lucas memeluk Lia dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Lia.
"Kenapa kamu jadi begitu terkejut seperti ini sayang? Bukan kah kamu sudah sering melihat milikku?"
Lia mulai membuka sedikit matanya
"I.. iya, ta tapi aku malu mas. Kamu main telanjang gini, aku mau mandi loh" ucapnya terbata-bata karena malu
Lucas memindahkan rambut Lia dari belakang lehernya dan mulai menciuminya, dari bahu kanan, belakang leher hingga ke bahu kirinya.
"Kenapa harus malu sayang, kita ini suami istri dan telanjang di depan pasangan itu adalah hal biasa. Aku telanjang karena aku juga mau mandi, kita mandi bareng yuk" bisiknya
Lia langsung membulat kan matanya karena jika mereka mandi bersama kali ini nukan hanya mandi yang akan terjadi di kamar mandi.
Lia membuka pelukan Lucas dan berbalik menghadap nya.
__ADS_1
"Jangan nakal deh, jangan di sini dong mas. Aku tau niat kamu mau mandi bareng itu cuma alibi kan?..." Ucap Lia dengan mencubit hidung Lucas.
☀️☀️☀️☀️☀️