Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 117


__ADS_3

Melihat Lia yang terbaring lemah, wanita itu melangkah mendekat dan berdiri di samping Lia.


Ia menatap Lia dengan kasihan


"Ck... Dasar lemah! Begitu malangnya dirimu. Kasihan... Lo pasti kesepian ya di sini sendirian setiap hari, ck...ck...ck..."


Wanita itu memegang selang infus lalu mempercepat aliran cairan infus nya.


"Gue bantuin lo, boleh kan? Lo pasti kesakitan dan sudah ga betah berbaring di sini, gue akan buat lo tidak merasakan sakit lagi" ucap wanita itu dengan licik


Ia lalu mengambil sesuatu dari dalam tas nya, seperti botol obat.


Wanita itu lalu menyuntikkan obat itu ke dalam cairan infus Lia.


Senyum nya begitu lebar pertanda ia sedang bahagia menyaksikan bagaimana larutan obatnya menyatu dengan cairan infusnya.


"Selamat tidur, Lia...." bisik nya di telinga Lia lalu segera pergi.


Saat wanita itu baru saja keluar dari ruangan Lia, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Lucas hingga membuatnya terjatuh di lantai.


"Sory, kamu ga papa?" tanya Lucas dengan mengulurkan tangannya hendak membantu wanita itu berdiri


Bukannya menerima uluran tangan Lucas, wanita itu malah menepis tangannya, berdiri sendiri dan langsung pergi begitu saja.


Luca merasa aneh dengan wanita itu, selain tampak tergesa-gesa wanita itu juga seperti tidak ingin memperlihatkan wajahnya.

__ADS_1


Segera Lucas membuka pintu dan masuk ke ruangan Lia, betapa terkejutnya Lucas saat melihat istrinya yang sudah kejang.


Matanya langsung terbuka lebar, dan detak jantungnya seakan berhenti untuk beberapa detik.


"Lia...." teriak Lucas lalu berlari mendekat


"Sayang, ada apa ini. Kenapa kmu bisa begini?"


Lucas langsung menekan tombol darurat sambil terus berteriak memanggil dokter.


Dengan cepat dokter langsung datang dan langsung menangani Lia, suster lalu meminta Lucas untuk menunggu di luar.


"Dengar, pastikan tidak terjadi apa apa terhadap istri ku. Jika tidak__"


"Iya pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk istri bapak. Sekarang mohon tunggu di luar"


Lucas yang kembali hanya berniat untuk mengambil berkas meeting nya yang tertinggal kini harus membatalkan semua meeting nya.


Ia tidak mau meninggalkan Lia saat ini dengan kondisi nya yang seperti ini.


Saat ia sedang duduk di kursi dengan menutup wajahnya, hp berdering.


Tanpa melihat siapa yang menelfon nya Lucas langsung mematikan hp nya.


Ia duduk dengan pikirannya yang kacau memikirkan bagaimana kondisi istrinya saat ini.

__ADS_1


Pikirannya mulai tidak tenang, ia berdiri mondar mandir di depan pintu berharap dokter segera keluar dan memberikan kabar baik tentang istrinya.


Setengah jam kemudian, dokter keluar dari ruangan Lia, segera Lucas menghampirinya dan bertanya


"Bagaimana dengan kondisi istri ku dok? Apa sekarang dia baik baik saja?"


"Ada hak penting yang perlu kamu bicarakan dengan bapak, mari ikut saya ke ruangan saya" ajak dokter


Lucas melihat wajah istrinya dari luar kaca lalu berjalan mengikuti dokter ke ruangannya.


"Alhamdulillah pak, istri bapak bisa melewati masa kritisnya. Dan sekarang kondisinya sudah mulai stabil" jawab dokter


Wajah tegang Lucas seketika langsung berubah menjadi senyuman, mendengar itu sudah sangat membuatnya lebih lega dari sebelumnya.


"Apa sebenarnya yang terjadi dengan istri ku dok, kenapa bisa dia tiba-tiba kejang begini?"


"Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami menemukan kandungan senyawa dari racun yang mulai menyebar di tubuh istri bapak"


Lucas terkejut bukan main mendengar itu, "Racun?? Bagaimana mungkin? Apa yang sudah kalian suntikkan pada istri ku?" bentak nya


"Maaf pak, kami rasa ada tangan lain yang melakukan ini. Tidak mungkin kami pihak medis melakukan hal terlarang seperti itu"


"Bagaimana mungkin keamanan di rumah sakit besar ini bisa terjadi hal konyol seperti ini, apa kalian pikir nyawa istri ku mainan?"


Lucas menggebrak meja hingga membuat dokter terkejut dan ketakutan melihat amarahnya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2