Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 79


__ADS_3

Begitu pintu lift terbuka semua karyawan laki-laki menghampiri Lucas karena khawatir para wartawan akan menerobos masuk dan mengerubungi Lucas.


"Tuan, tuan mau kemana tuan" tanya karyawan nya


"Saya akan menemui media"


Jawab Lucas dengan pandangannya yang masih tetap tertuju pada kerumunan wartawan di luar


"Jangan tuan, mereka hanya ingin mencemarkan nama baik tuan, dan yang pasti hanya akan membuang waktu tuan saja"


Semua karyawan laki-laki nya mencegah Lucas untuk keluar sedangkan semua karyawan perempuan nya berdiam diri sambil terus memantau apa yang akan terjadi.


Lucas tetap pada keputusan nya dan akan keluar untuk menemui media.


Semua karyawan pun harus melindungi dan menjaga.


Mereka kompak berbaris menjadi pagar bagi Lucas agar wartawan tidak bisa mendekati nya.


Begitu juga dengan Romi, dia berdiri di bagina paling depan memastikan keamanan Lucas.


Security membukakan pintu utama, Lucas keluar dengan memakai kacamata hitamnya di kelilingi pagar karyawan nya.


Media langsung menyorot wajahnya dengan merekam dan memotret nya.


Berbagai macam pertanyaan pun mulai mereka lontarkan pada Lucas dengan bersamaan.


Semua wartawan berdesakan ingin mendekat kan mic mereka pada Lucas.


Dengan suaranya yang keras, Romi membentak para wartawan dan meminta mereka untuk diam.


"Stop..!!!" Teriak Romi yang membuat semua wartawan terdiam.


"Jika kalian tidak bisa tertib dan sopan, tidak akan ada wawancara apapun. Tuan Lucas pasti akan menjawab semua pertanyaan kalian asal dengan 1 syarat" lanjutnya


"Apa syarat nya pak?" Tanya salah seorang wartawan


Romi mengisyaratkan mereka semua untuk mundur dan berbaris dengan rapi.


Wartawan pun menurut dan mundur dengan perlahan.


Setelah memiliki jarak dengan media, perlahan karyawan Lucas pun juga mulai mundur dan berdiri di samping Lucas.


Dengan tegap Lucas beridir mengahdap banyak kamera yang menyorot wajahnya.


"Bisa kami mulai pak" tanya wartawan


Lucas pun mengangguk dan mempersilahkan para wartawan itu untuk mulai bertanya.


"Maaf tuan Lucas, apakah benar rumor yang beredar viral saat ini itu benar?"


"Apa benar tuan Lucas sudah tinggal satu rumah dengan seorang wanita? Bukankah tuan Lucas belum menikah?"


"Dan katanya wanita itu pernah ke kantor ini beberapa hari yang lalu? Siapakah wanita itu tuan?"


"Apakah benar jika banyak dari klien tuan Lucas akan membatalkan kerja sama jika rumor ini benar adanya? Lalu bagaimana nasib perusahaan anda kedepannya?"


Setelah semua macam pertanyaan mereka lontarkan, Lucas mengambil hp dari saku jasnya dan memperlihatkan nya pada media.


Video dan foto foto dari pernikahannya dengan Lia.


Semua wartawan mendekat kan kamera mereka pada hp Lucas untuk merekamnya.

__ADS_1


"Saya rasa dengan saya menunjukkan foto dan video ini kalian sudah mendapatkan jawabannya" ucap Lucas lalu kembali memasukkan hp nya ke dalam sakunya.


Lucas juga menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


Semua karyawan perempuan nya yang menyaksikan wawancara dadakan itu terkejut karena mereka juga baru tau kalau Lucas sudah menikah.


"Wah.... ternyata tuan Lucas sudah menikah? Huu.... Gagal deh usaha ku untuk menjadi nyonya Danuarta" ucap salah satu karyawan perempuan Lucas


"Hu... Benar juga, ini mah hari patah hati semua karyawan..."


"Syukur deh kalo tuan Lucas udah menikah, itu tandanya semua karyawan perempuan di sini bisa sadar diri kalau apa yang mereka halu in sudah berakhir" saut Sisil yang tiba tiba datang di tengah karyawan perempuan yang sedang patah hati.


"Ih, buk Sisil apaan sih. Mentang-mentang udah punya tunangan ya, coba aja belum punya pasti ikut halu in tuan Lucas kan?"


"Shuut... Sudah sudah. Jangan berisik. Dengerin tuh apa lagi yang mau di tanyain sama wartawan"


Sisil meminta mereka untuk diam karena suara mereka membuatnya tidak mendengar jelas jawabn Lucas.


"Jadi, tuan Lucas sudah menikah? Kapan dan dimana itu berlangsung tuan?"


"Kenapa anda menikah secara rahasia? Apakah karena pasangan anda tidak berasal dari kekuarga kelas atas? Atau ada hak lain yang membuat anda merahasiakan ini?"


"Siapakah wanita beruntung yang telah menjadi istri tuan, bisa tuan jelas kan siapa dia?"


"Bagaimana tuan bisa menikah dengannya, bisa tuan ceritakan?"


Lucas mengangkat tangannya meminta wartwan untuk berhenti bertanya karena ia aoaj menjawabnya.


"Saya hanya menikah dengan di hadiri oleh keluarga inti saja, itu karena papa saya masih di rumah sakit. Jika sudah tepat waktunya akan saya undang kalian di pesta resepsi ku nanti"


Setelah itu Lucas langsung pergi menuju tempat mobilnya terparkir.


Hingga mobil Lucas tidak bisa berjalan karena wartwan itu tetap mengerumuni nya.


Beruntung semua karyawan laki-laki di kantornya Lucas sangat sigap, mereka menghalangi para wartawan dan memberi jalan agar mobil Lucas bisa pergi.


"Kapan resepsi pernikahan tuan akan di laksanakan?"


"Di mana resepsi nya akan di adakan?"


"Tuan, kami belum selesai bertanya. Mohon untuk di jawab tuan...."


"Tuan... Tuan Lucas...."


Semua wartawan masih belum puas dengan semia pertanyaan mereka hingga masih terus mengejar mobil Lucas.


Beruntung berkat bantuan dari semua karyawan dan security nya mobil Lucas bisa segera pergi.


Romi yang mengemudi dan Lucas duduk di kursi belakang.


"Kota langsung pulang, tuan?" Tanya Romi sambil melirik Lucas dari kaca


"Ya, kota langsung pulang" jawab Lucas


20 menit kemudian Lucas pun sampai di rumah.


Sebelum ia turun dari mobil, ia memberi tugas pada Romi.


"Selidiki dan cari tau dengan cepat siapa yang telah menyebarkan rumor ini!" Titah Lucas


Romi pun mengangguk "Baik tuan, akan segera saya cari tau"

__ADS_1


Lucas lalu turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Romi, ia memutar balik mobilnya dan kembali ke kantor.


Lucas masuk ke rumah dan mendapati papa nya sedang duduk santai di samping kolam renang.


Lucas menghampiri nya lalu duduk di sampingnya.


"Hai pa" siapanya


Pak Arman yang sedang membaca buku langsung menoleh ke asal suara dan tersenyum.


"Sudah pulang nak?"


Lucas mengangguk dan membuka jas nya.


"Bagaimana papa hari ini?"


Dengan sedikit tertawa pak Arman menjawab.


"Seharusnya papa yang bertanya begitu sama kamu. Papa baik-baik saja, istri mu merawat papa dengan sangat baik. Ini semua baru istri berikan pada ki dan ia memaksaku untuk menghabiskan ya"


Pak Arman menunjuk pada piring di atas meja di samping nya yang berisi potongan macam-macam buah yang segar.


Lucas tersenyum lalu mengambil sepotong buah dan memakannya "Bagaimana hasil dari kontrol tadi, apa kata dokter pa?"


"Memangnya istri kamu belum cerita?"


Lucas menggelengkan kepalanya sambil kembali mengambil potongan apel.


"Kata dokter papa baik-baik aja kok, sebenarnya ga usah kontrol juga ga papa. Oh ya bagaimana di kantor hari ini nak?"


"Ada sedikit masalah pa" jawab Lucas setelah menelan buah yang ia makan


Pak Arman terkejut dan langsung menatap Lucas dengan penuh tanda tanya


"Masalah apa? Aa yang sedang terjadi di perusahaan?"


"Nga pa, bukan masalah perusahaan. Perusahaan kita baik-baik aja"


"Lalu, masalah apa yang kamu maksud?"


Lucas melirik ke sekeliling nya seperti sedang mencari sesuatu "Lia dimana pa?"


"Istri kamu di kamarnya, ada apa?"


Lucas melepas dasi di lehernya lalu mulai bercerita kalau tadi banyak wartawan datang ke kantornya.


Pak Arman mengernyitkan dahinya


"Ada apa, kenapa mereka ke kantor? Bukannya sedang tidak ada program apa-apa?"


"Yang ingik mereka liput bukan tentang perusahaan pa, tapi tentang kehidupan pribadi ku" ujar Lucas


"Kehidupan pribadi mu? Apa yang mereka ingin ketahui?"


Lucas lalu menceritakan pada pak Arman kalau ada oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita kalau Lucas tinggal satu rumah dengan wanita yang belum ia nikahi.


Banyak artikel di internet menyebutkan bahwa Lucas ceo perusahaan besar melakukan kumpul kebo dengan di rumahnya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2