Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 45


__ADS_3

Lucas saat ini sedang duduk santai sambil bekerja mengontrol perusahaan nya dari hp.


Tiba-tiba pesan dari Elda masuk ke hp nya.


Lucas membuka pesannya dan terkejut karena foto yang Elda kirim.


Foto Viona bersama pria yang sama yang ia lihat beberapa waktu lalu.


Lucas lalu melihat kembali foto yang Romi kirim padanya, dan ternyata laki-laki sama.


"Tak salah lagi, Viona pasti hamil dengan pria ini. Dia sengaja memberi ku obat tidur agar bisa menjebak ku untuk di jadikan alasan atas kehamilannya. Dasar pelac*r! Lihat saja nanti apa yang akan kamu dan keluarga mu terima" batin Lucas


"Sayang...."


Lia datang dengan membawa segelas coklat hangat untuk nya


"Apa yang kamu pikirkan, mumet banget ya kerjanya?"


"Ya biasalah sayang, maksih ya" Lucas lalu meminum coklat hangat nya.


"Oh mas, aku mulai besok mau ke kantor. Ada yang perlu aku selesaikan"


"Iya, besok aku antar ya"


"Boleh" jawab Lia dengan senyum "Oh ya mas, aku rencananya mulai besok mau aktif lagi ke kantor, boleh ya"


"Kamu mau balik kerja lagi?" Tanya Lucas dan Lia pun mengangguk


"Sayang, kan udah ada aku. Ngapain kamu harus capek capek kerja cari duit, kamu mau apa tinggal bilang sama aku. Mencari nafkah itu tugas suami, dan tugas istri hanya menghabiskan uang suami"


"Hahaha... Iya iya aku tau, tapi aku bosen mas kalo harus di rumah terus seharian"


"Ya biar ga bosen, kamu ngapain kek. Ke salon, ke mall, ngafe cantik ato apa lah biar ga bosen"


"Tapi mas, bagaimana dengan kantor ku?"


"Kan bisa ngontrol dari sini sayang. Kamu itu pemiliknya, bukan karyawan"


Lia memanyunkan bibirnya dan dengan tatapan melas menatap Lucas agar mau menuruti keinginannya.


Lucas memeluk Lia sambil mengusap kepalanya


"Kamu istri ku, aku harus menjadikan mu seorang ratu bukan babu. Jangan buang energi mu untuk bekerja keras sayang, tugas mu hanya melayani ku saja"


Lia mencubit dada bidang Lucas


"Eh, sakit tau"


"Kamu sih, melayani mu itu ya memang harus. Tapi aku ingin punya kesibukan lagi mas"


"Jangan, nanti kamu pasti akan kecapekan. Energi mu akan terkuras, lalu bagaimana kamu bisa melayani ku"


"Mas ih kamu mah, ngomong nya ke situ mulu. Terus bagaimana dengan kontrak kerjasama perusahaan kita?"

__ADS_1


Lucas tertawa karena Lia mulai kesal padanya.


"Kamu berikan saja tanggung jawab kantor pada orang kepercayaan mu. Kamu boleh kok sesekali ke kantor untuk memantau perkembangan di sana. Aku tidak mau kamu kerja keras sayang, itu hanya masalah kantor belum lagi dengan butik. Kalo soal kerjasama kita, aku lah pemiliknya. Akan aku urus itu semua" Jelas Lucas


Mau bagaimana lagi, Lucas memang ada benarnya juga.


Karena yang lebih utama baginya adalah melayani suami.


"Ya udah kalo gitu, besok akan aku urus kantor sesuai yang kamu saran kan. Aku akan lebih banyak di rumah berleha-leha dan menghabiskan semua uang mu" ujar Lia


"Every thing for you" kata Lucas


Lucas membaringkan kepalanya di atas pangkuan Lia, dan Lia dengan lembut memijat kepalanya.


Lucas kembali teringat dengan papa nya, sebentar lagi pak Arman akan pulang.


Tidak mungkin ia menutupi kepulangan pak Arman dari Lia.


Tapi jika Lia tahu, dia pasti ingin bertemu dengan pak Arman yang kini menjadi papa mertuanya.


Sedangkan pak Arman masih belum tau tentang Lia, yang pak Arman tau menatunnya hanya Viona.


Lucas berpikir keras mengatur rencana, jika sampai Lia tau kalau Lucas sudah menikah sebelumnya, dia pasti akan sangat marah.


Tiba-tiba panggilan masuk ke hp Lucas.


Segera Lucas bangun dan menjawabnya telfonnya.


"Telfon dari siapa mas?" Tanya Lia


Lia mengangguk dan Lucas sedikit menjauh dari Lia agar apa yang ia bicarakan tidak bisa Lia dengar.


"Halo bi, ada apa?"


Bi Narsih memberi kabar pada Lucas kalau hari ini Viona pulang ke rumah.


Bi Narsih juga sudah melakukan apa yang lucas suruh, yaitu untuk mencegah Viona kembali pergi dari rumah.


"Tapi bibi ga bisa cegah non Viona lama-lama den. Aden segera pulang ya"


"Bibi tenang aja, aku pulang sekarang. Dan pastikan dia tidak pergi lagi"


"Baik den"


Telfon pun di tutup.


Lucas menghampiri Lia dan bilang kalau ia mau pulang hari ini.


Lucas basa-basi mengajak Lia ikut pulang ke rumahnya, namun di dalam hatinya ia sangat berharap Lia akan menolak.


Bukan karena apa, Lucas sendiri masih belum siap membawa Lia ke rumah nya jika Viona masih tinggal di sana.


"Beneran ga mau ikut?" Tanya Lucas

__ADS_1


"Ngak mas, aku mau pulang ke rumah mu jika aku sudah mendengar sendiri restu dari papa"


"Baiklah, aku tidak mau terus memaksa mu. Kalau papa pulang nanti, percayalah. Papa sendiri yang akan meminta mu untuk tinggal di sana"


"Iya mas"


Lia membantu Lucas bersiap dengan menyiapkan pakaian yang akan dia pakai.


Membantu memakai kannya juga dengaj lembut menyisir rambut Lucas.


"Kamu kapan ke sini lagi?" Tanya Lia


"Jika semua urusan dan pekerjaan ku beres sore ini, malam ini juga aku akan kembali lagi ke sini"


"Aku doa in, semoga semua urusan dan pekerjaan mu cepat selesai"


"Aamiin. Aku berangkat sekarang ya"


Pamit Lucas lalu memeluk dan mencium Lia mulai dari kening hingga ke bibir nya.


Lia mengantar Lucas hingga ke teras depan dan terus memerhatikan kepergian mobilnya hingga tak terlihat lagi.


Kini Lia sangat bosan di rumah sendirian, hanya ada bi Ina di rumahnya.


Lia lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan pergi keluar.


"Mau kemana non?" Tanya bi Ina


"Ini bi, aku mau ke butik. Bosen di rumah terus. Ada apa bi, bibi memerlukan sesuatu?"


"Begini non, bahan-bahan dapur dan keperluan laundry udah mulai habis"


"Oh ya udah besok kita belanja ya bi"


"Baik non"


Lia lalu masuk ke mobilnya dan segera pergi.


Lia menghabiskan waktu seharian di butik dengan mmebantu karyawan nya menyelesaikan semua permintaan.


"Oh ya bu, minggu depan kita ada fashion show lagi di Bali. Apa ibu bisa hadir?" Tanya Della, salah satu karyawan butik nya


"Minggu depan? Saya pasti usahkan untuk bisa hadir. Lalu bagaimana dengan semua keperluan nya, apa semuanya sudah ready?"


"Sudah bu, tinggal ibu cek saja dulu siapa tahu yang kurang menurut ibu. Ada sekitar 34 model yang kita pakai"


"Baiklah, kamu atur semuanya. Kalau ada keperluan yang lain langsung beri tau saya"


"Baik bu"


Lia mengecek semuanya dan ternyata sudah lengkap.


Lia hanya menambahkan beberapa aksesoris hiasan kepala untuk beberapa gaunnya

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2