Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 84


__ADS_3

"kalian sudah datang..." Sapa Lia dari lantai 2


Lucas dan Elda langsung menoleh ke lantai atas, Lia menuruni anak tangga untuk menyambut suami dan adik iparnya datang.


"Mas..." Lia menghampiri Lucas lalu mencium tangannya dan Lucas membalasnya dengan mencium kening Lia


Setelah itu Lia menghampiri Elda dan langsung memeluk nya "Apa kabar Elda?"


Elda menyambut hangat pelukan Lia "Sangat baik, aku sangat baik. Bagaimana dengan mu?"


"Aku juga sangat sangat baik" jawab Lia sambil tersenyum


Setelah itu Elda langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sekaligus beristirahat.


Begitu pun dengan Lucas, ia mengajak Lia untuk naik ke lantai atas dan menemaninya di kamar.


Setelah makan malam Lia menghampiri Elda di kamarnya.


Pintu kamarnya ternyata tidak di tutup rapat, Lia mengintip ke dalam dan Elda ternyata sedang rebahan di atas kasurnya dan sedang memainkan hp nya.


Toktoktok...


Elda langsung menoleh ke arah pintu dan di sana terlihat Lia sedang mengintip nya.


Elda langsung bangun dan duduk dengan meletakkan bantalnya di atas pangkuannya.


"Hei... Kenapa hanya mengintip? Sini masuk..." Panggil Elda


Lia membuka pintunya dan melangkah masuk ke dalam kamar Elda.


Elda menepuk kasur di sebelahnya agar Lia duduk di sana.


"Ada apa hm... Butuh bantuan?" Tanya Elda


Lia mengangguk sambil tersenyum lalu menunjukkan sesuatu di layar hp nya.


"Menurut kamu ini bagus apa ngak?"


Elda mengambil hp Lia dan memerhatikan dengan jelas gambarnya.


Ekspresi Elda saat pertama kali melihat langsung membuka matanya lebar dengan mulutnya yang terbuka.


Elda menatap wajah Lia lalu kembali menatap layar hp nya


Tidak hentinya Elda berdecak kagum karena kecantikan gaun yang ada di gambar itu.


"Lia.... Ini... Ini gaun rancangan kamu sendiri?" Tanya Elda


Lia mengangguk, melihat ekspresi wajah Elda Lia jadi bingung "Gimana menurut kamu?"


"Wah wah wah.... Gila. Ide kamu ini memang benar benar di luar ekspektasi. Wah..." Puji Elda yang memang benar-benar terkesima dengan gaun pernikahan rancangan Lia


Elda bahkan men zoom gambar gaunnya itu agar melihat dengan lebih detail.


Gaun mewah dengan nuansa putih bersih dengan sedikit paduan kombinasi warna biru muda membuat gaunnya terlihat sangat cerah bak hamparan langit biru di padang salju.


Apa lagi dengan pernak pernik hiasan gaunnya yang di taburi dengan manik dengan nuansa yang sama.


Lia bahkan juga merancang sendiri mahkota yang akan ia pakai sebagai hiasan di atas kepalanya.

__ADS_1


Mahkota berwarna putih dengan hiasan batu permata berwarna biru agar senada dengan gaunnya.


"Emang ya kamu itu perancang handal, ini kapam di mulai pengerjaan nya?" Tanya Elda


"Rencananya sih besok aku mau ke butik aku buat meeting ini sama karyawan aku. Kamu mau ikut?"


Dengan semangat Elda langsung mengangguk setuju. "Mau dong"


"Ya udah sekalian juga kita langsung cari bahannya ya. Oh ya buat kamu sama mama kamu juga"


"Seragam keluarga maksudnya?"


Lia tersenyum sambil mengangguk "Aku sih rencananya buat seragam keluarga maunya warna biru kalo ngak ya abu-abu cerah gitu, menurut kamu?"


"Apapun itu aku setuju dengaj semua rencana mu. Kalo masalah baju mah designer ga pernah salah" ujar Elda


Mereka di sana terus membahas tentang persiapan resepsi nya Lia dan Lucas.


Elda meminta Lia untuk menyerahkan urusan per kateringan untuk di serahkan pada mamanya.


Bukan karena apa, mama Elda memang sangat mengerti tentang itu karena dia orang nya sangat pemilih tentang makanan.


Tentang dekor pelaminan dan gedungnya Lia serahkan itu pada Lucas namun tak lepas dari impiannya.


Temanya sesuai dengan yang Lia mau dan Lucas yang merealisasikan.


Keesokan harinya setelah sarapan, Lucas langsung bersiap untuk pergi ke kantor yang di bantu oleh Lia yang memakaikan dasi di lehernya.


"Hari ini aku mau ke butik ya mas"


"Sendirian?" Tanya balik Lucas sambil memainkan rambut Lia


Lucas melingkar kan tangannya di pinggang Lia yang ramping


"Boleh, tapi ada 1 syarat"


Lia tersenyum sambil menyipitkan matanya


"Apa?"


Lucas mendekat bibir nya di telinga Lia lalu membisikkan sesuatu di sana "Nanti malam kamu harus memakai baju yang aku beli"


Lia mengernyitkan dahinya karena tidak tahu baju apa yang Lucas maksud


"Baju? Baju yang mana mas?"


"Nanti sepulangnya aku dari kantor kamu akan tau. Harus di pake"


Lia tersenyum sambil memakaikan kancing jas nya


"Iya iya, apapun yang kamu beli aku pasti pake. Udah cepat berangkat sana biar ga telat"


Lia melepas tangan Lucas dan mengambil kan tas nya yang ada di atas meja.


"Memangnya kenapa kalo aku telat. Aku kan bos nya"


"Iya iya bos, sebagai seorang bos kamu justru harus memberikan contoh yang baik untuk semua karyawan mu"


Lucas menunjuk bibirnya agar Lia menciumnya.

__ADS_1


Karena tubuh Lia lebih pendek dari Lucas, ia akhirnya berjinjit agar bibir nya bisa menggapai bibir Lucas.


Setelah kecupan mendarat di bibirnya Lucas langsung tersenyum dan bersemangat untuk pergi ke kantor.


Lia pergi ke depan untuk mengantar Lucas hingga ke teras rumah.


Sebelum berangkat, Lucas memeluk dan mencium kening Lia.


"Hati hati di jalan ya mas..."


"Iya sayang, aku berangkat ya"


Lucas membelai pipi Lia lalu masuk ke mobilnya.


Supir yang sudah standby di dalam langsung tancap gas untuk segera berangkat.


Lia melambaikan tangannya sambil tersenyum memperhatikan mobil suaminya yang perlahan mulai menjauh.


Lia kembali masuk ke kamarnya dan mulai


bersiap untuk pergi ke butiknya bersama Elda.


Sesampainya Lucas di kantor semua karyawan nya sudah tak lagi menatap nya dengan aneh.


Karena semua rumor itu sudah terbukti bohong, bahkan semua karyawan Lucas kini di buat penasaran dengan siapa orang di balik rumor itu.


Romi menyambut Lucas di depan pintu ruangannya.


"Selamat pagi tuan..." Sapa Romi


Lucas menoleh lalu mengangguk dan langsung masuk ke ruangannya.


Romi juga ikut masuk ke ruangan Lucas dan berdiri di depan meja.


"Ada perkembangan apa dari polisi?" Tanya Lucas


Romi menjelaskan bahwa kepolisian sudah berhasil menemukan tempat persembunyian Viona.


"Viona saat ini sudah berhasil di amankan oleh polisi tuan"


"Baguslah. Buat dia mendekam di penjara. Aku tidka mau dia berkeliaran lagi di luar sana"


"Baik tuan"


Romi pun keluar dan kembali ke ruangannya.


Urusan Viona, Lucas serahkan semuanya pada Romi dan pengacara nya.


Tidak ada yang tau tentang Lucas yang akan memenjarakan Viona termasuk Lia dan pak Arman.


Lucas hanya fokus pada pekerjaan nya dan juga mengurus persiapan resepsi nya.


Sebenarnya persiapan resepsi nya sudah di tangani oleh Dika, pamannya.


Meski ada di Bali tapi paman Lucas bisa mengurus nya.


Pak Arman sengaja meminta Dika untuk mengurus itu karena pak tidak mau Lucas dan Lia terlalu sibuk.


2 minggu sebelum acara di mulai paman dan bibi nya akan datang kembali ke Surabaya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2