
Lia lalu pergi ke kamarnya menghampiri Lucas yang sedang rebahan di sana.
"Mas, kamu mau makan apa biar aku yang masakin"
"Sini..." Lucas menepuk bantal di sebelahnya meminta Lia untuk rebahan juga di sana
Lia duduk di samping Lucas sambil membelai rambutnya.
"Mau di masakin apa?"
Lucas menatap Lia dengan tatapan nakal dan senyuman yang mengandung banyak arti.
"Apa? Kenapa mentap ku seperti itu?" Tanya Lia
Lucas kembali menepuk bantal nya, Lia langsung merebahkan dirinya di samping Lucas.
Dan Lucas langsung memeluknya dengan erat.
"Mas... Aku mau masak, kamu mau di masakin apa sayang..."
"Aku ga mau makan"
"Terus, maunya apa?"
"Aku mau kamu"
"Kan aku emang udah jadi milik kamu mas"
"A..ku... ma...u..."
"Mau apa?..."
Dengan tatapan nakal nya tangan Lucas mulai membelai rambut Lia lalu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bertemu.
Lia kini mengerti apa yang suaminya mau, dengan pasrah dan senang hati Lia menarik selimut dan menutupi tubuh mereke di dalam nya.
Makan malam tidak terlalu penting bagi Lucas, karena keluhannya saat ini adalah melepas rindu, bukan lapar.
Satu persatu baju yang mereka pakai berjatuhan di lantai, di dalam selimut itu mereka berperang untuk melepas rindu.
Tak masalah entah itu siang atau malam, jika hasrat sudah di ujung kepala tak ada lagi yang dapat menunda.
Tengah malam, tepatnya jam 01 dini hari saat Lucas dan Lia sudah terlelap tidur karena kelelahan, hp Lucas berdering.
Berulang kali nada dering panggilan masuk itu tak juga membuat mereka terbangun.
Hp nya terus berdering hingga akhirnya Lucas pun terbangun dan segera mengambil hp nya untuk menjawab panggilan masuk itu.
"Telfon rumah, pasti bi Narsih" batin Lucas ketika melihat nama dari yang menelfon
"Ada apa bi nelfon malam-malam begini?" Tanya Lucas
"Maaf den kalo bibi ganggu, ada yang mau bibi beri tahu sama aden"
Terdengar suara bi Narsih yang seperti berbisik
Lucas beranjak dari kasurnya dan pindah duduk di sofa.
"Ada apa bi, katakan"
"Begini den, ini tentang noj Viona"
__ADS_1
"Ada apa dengan wanita itu, apa dia membuat ulah?"
"Non Viona hamil den"
Seketika mata Lucas terbuka lebar karena terkejut.
Lucas lalu mengingat malam di mana ia tidur bersama Viona.
"Tidak mungkin aku lakukan hal itu dengan wanita seperti nya, kalaupun ia masa dalam waktu kurang dari sebulan sudah positif hamil? Ga mungkin, aku ga mungkin melakukan itu dengan dia" batin Lucas
"Den, aden masih dengar bibi kan?..."
Suara bi Narsih membuat Lucas tersadar dari lamunannya
"Bibi tau ini dari siapa?"
"Bibi nemuin tespek di tempat sampah di kamarnya non Viona den. Aden ingat kan pas non Viona mual muntah beberapa waktu lalu"
"Ya aku ingat bi"
"Mual muntah itu tanda awal kehamilan muda den"
"Sekarang dia di mana?"
"Non Viona pergi sejak hari di mana aden memarahinya saat non Viona tidur di kamar aden"
"Apa lagi yang bibi ketahui tentang dia?"
"Banyak den, bibi di rumah sudah mendengar dan mengetahui banyak tentang non Viona. Oh ya den waktu aden tidur sekamar dengan non Viona, den Lucas kan sebelum tidur minum teh jahe buatan bibi. Bibi rasa non Viona telah memasukkan obat tidur di dalam teh itu, buktinya bibi yang juga minum teh jahe itu jadi ketiduran sampe siang"
"Bibi tau dari mana kalau Viona memberikan obat tidur"
"Malam itu kan bibi sedang membuat teh, trus non Viona datang dan meminta bibi untuk mengambilkannya apeh di kulkas, setelah itu bibi menemukan bungkusan obat di tempat sampah"
Malam itu bi Narsih menceritakan banyak hal pada Lucas.
Termasuk saat orang tua Viona datang ke rumah, di sana Viona dan mamanya mengatur rencana agar bisa menguasai harta keluarga Danuarta.
Mendengar semuanya, Lucas mengepal kan tangannya menahan amarahnya.
Lucas semakin benci dan geram, ingin rasanya ia menghabisi Viona dan pak Surya saat ini juga.
"Baiklah bi, bibi tetap awasi dia dan berpura-pura lah seperti tidak ada apa-apa. Jika dia datang segera kabari aku, tahan dia jangan sampai dia pergi lagi"
"Baik den"
Telfon pun di tutup.
Lucas lalu menelfon Romi malam itu juga.
"Halo, Romi. Kamu sudah selidiki tentang Viona? Bagus, kirim semuanya pada ku malam ini juga lewat email. Semuanya, baik foto, video dan lainnya. Cepat kirim sekarang!"
Titahnya lalu mematikan telfonnya.
Lucas lalu kembali tempat tidur namun ia tidak bisa tidur.
Ia hanya duduk bersandar sambil membelai rambut Lia.
"Nanti, akan aku akan ceritakan semuanya yang aku tutupi dari mu, semuanya"
Ucap Lucas lalu mencium kening Lia.
__ADS_1
Ting....
Bunyi notifikasi pesan masuk berasal dari ho Lucas.
Pesan email dari Romi yang berisi bukti-bukti tentang penghianatan keluarga pak Surya, termasuk juga bagaimana Viona yang sebenarnya.
"Setelah ini tak akan ada lagi kata persahabatan di antara papa dan orang brengksek ini" batik Lucas
Ia lalu membaringkan dirinya dan kembali beristirahat.
*****
Elda hari ini baru saja pulang dari pemotretan, sebelum pulang ke rumah Elda menyempatkan diri untuk pergi berbelanja di salah satu mall.
Elda berbelanja dengan temannya Celine.
Celine adalah teman satu profesi dengannya, yaitu sama-sama model.
"Kita makan dulu yuk El, laper nih. Di sini ada salah satu penjual makanan yang rasanya ga bisa di lupakan" ajak Celine
"Di mana?"
"Ada di lantai 3, yuk buruan. Di sana biasanya selalu ramai dan banyak yang antre"
"Kalo harus antre mending cari di tempat lain aja Cell, keburu kelaparan kita"
"Eh tapi rasa cepek antre akan terbayar oleh nikmatnya makanannya"
"Ya ya ya, si paling suka antre. Ayuk buruan"
Elda dan Celine lansung mengambil antrean, setelah mengantre cukup lama makanan yang mereka pesan pun sudah siap.
Benar kata Celine, rasa dari makanannya memang sangat enak.
Tak sia-sia antre cukup lama, karena capeknya langsung terobati.
Saat Elda dan Celine sedang asyik menikmati makanannya, tanpa sengaja Elda melihat Viona yang sedang berjalan dengan seorang pria.
Viona berjalan dengan bergandengan tangan dan terlihat begitu mesra.
Elda langsung mengambil hp nya yang memotret Viona diam-diam.
"Lu ngapain El, siapa yang lu foto?" Tabya Celine
"Ada deh"
Celine celingak celinguk mencari orang yang diam-diam Elda ambil fotonya.
Namun Elda memegang pipi Celine dan memintanya untuk tidak mencari.
"Berhenti mencari dan nikmati saja makanan lu, kita harus cepet pulang" ujar Elda
"Ih apaan sih lu el, gue juga mau tau. Apa yang lu sembunyiin dari gue, ha??"
"Nanti juga bakal gue ceritain"
"Awas lu kalo ga cerita, gue gentayangin lu sampe ke mimpi lu" ancam Celine
"Iya, bawel. Makan cepet ih"
Elda lalu mengirim kan foto Viona pada Lucas.
__ADS_1
Setelah makan Elda dan Celine pun pulang.
☀️☀️☀️☀️☀️