
Lucas mengejar Lia ke kamarnya dengan setengah berlari.
Di sana Lia duduk dengan cemberut di tepi tempat tidur dengan memainkan jemarinya.
Lucas mendekat lalu duduk di sampingnya.
"Kita cari makan di luar aja yuk. Kita cari tempat makan yang banyak pete nya"
Lia melirik Lucas dengan ekor matanya lalu kembali menunduk.
Tak lama diam, akhirnya ia mengangguk dan mau makan di luar.
Tak butuh waktu lama mereka langsung pergi.
Pak Arman hanya duduk seorang diri di meja makan sambil menunggu anak dan menantunya datang.
"Kok bapak belum sarapan?" tanya bi Narsih
"Nunggu Lucas sama istrinya bi"
"Den Lucas bukannya barusan keluar ya sama nok Lia"
"Kemana?" tanya pak Arman karena beliau tidak tahu
"Non Lia pingin makan pete pak, sekarang kan lagi ga musim pete" jelas bi Narsih
"Pete? Tumben mau pete"
__ADS_1
"Saya juga ga tau pak. Ini bikin saya makin yakin deh kalo non Lia emang lagi hamil"
Pak Arman mengambil hp nya dan langsung menghubungi seseorang.
Bi Narsih setelah selesai menyajikan semua makanannya langsung kembali ke dapur untuk sarapan juga.
Pak Arman mengirim pesan pada Lucas memintanya untuk sekalian membawa istrinya ke rumah sakit.
Lucas membalas pesan papanya dengan emoticon jempol.
Pak Arman tersenyum lalu meletakkan hp nya di atas meja makan.
Dengan raut wajah yang begitu bahagia pak Arman menaruh harapan tinggi akan hasil dari pemeriksaan menantunya nanti.
Harapan yang begitu besar untuk dirinya bisa segara mempunyai cucu dari putra satu-satunya.
Pak Arman mengambil gelasnya dan hendak minum namun belum sempat meraih gelasnya pak Arman pingsan dan terjatuh ke lantai.
Bi Narsih yang sedang sarapan di dapur segera berlari ke luar setelah mendengar suara kursi yang jatuh di meja makan.
Bi langsung membantu pak Arman membawanya ke ke sofa sebelum menelfon dokter.
Setelah di periksa oleh dokter pak Arman pun kembali siuman.
Dokter ingin berbicara dengan Lucas tentang kondisi pak Arman saat ini namun pak Arman memintanya untuk tidak memberi tahu Lucas.
"Dokter, jangan beri tahu Lucas tentang apa yang terjadi padaku. Katakan lah semuanya pada ku, jangan beri tahu yang lain" Pinta pak Arman
__ADS_1
"Tapi pak ini masalah serius" kata dokter Tomi
"Dokter kan tau sendiri bagaimana mereka begitu mengkhawatir kan aku karena semua penyakit ku ini. Jangan lagi dokter memberikan beban pikiran sama keluarga ku"
Dokter Tomi diam dan menghela nafasnya.
Ia akhirnya setuju untuk tidak memberi tahu Lucas atau yang lainnya tentang kondisi pak Arman saat ini.
Begitu pun dengan bi Narsih, pak Arman meminta nya untuk merahasiakan tentang apa yang terjadi pada nya pagi ini.
Meski tidak mau, tapi bi Narsih ga bisa menolak.
Jam 11 siang Lucas dan Lia pun pulang.
Dengan raut wajahnya yang sangat gembira Lucas dan Lia masuk ke rumah dan langsung mencari pak Arman.
Lucas dan Lia melangkah dengan pelan ke kamar papanya.
Mereka mengintip dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka dan ternyata pak Arman tidak ada di sana.
"Papa ga ada mas" kata Lia
"Kalo papa ga ada di kamar pasti di dekat kolam. Ayo kita kesana" ajak Lucas
Benar saja, mereka menemukan pak Arman yang sedang duduk di samping kolam dengan membaca koran.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1