
Dan begitu pintu terbuka seekor ular dengan ukuran yang tidak terlalu besar turun dari tempat tidur.
Semua terkejut dan langsung masuk ke dalam, pak Arman sudah terkulai lemas di atas kasur.
Lucas langsung melompat ke atas kasur dan mencoba membangunkan papa nya.
Betapa terkejutnya Lucas melihat bekas gigitan ular di pergelangan tangan papa nya.
"Papa..." Teriak Lia dan air matanya langsung mengalir deras
Lia hendak masuk namun di cegah oleh Dika
"Mau kemana kamu. Di dalam ada ular, bahaya"
"Tapi paman, papa..."
"Ya, aku tau. Kamu tetap lah disini"
Lia berdiri di ambang pintu dengan terus menangis.
Elda pun juga menangis, tapi ia juga tidak bisa apa-apa. Elda berdiri bersama Lia sambil menyaksikan bagaimana penjaga di dalam sedang berusaha menangkap ular.
"Ma, kamu temenin mereka berdua. Jangan sampai mereka masuk ke kamar kakak" ucap Dika pada istri nya
"Iya pa, papa hati-hati ya"
Dika lalu masuk ke dalam untuk membantu Lucas membawa pak Arman keluar dari kamar dan akan membawanya ke rumah sakit.
Elda berlari ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya.
Dika yang mengemudi dan Lucas di belakang dengan pak Arman yang di rebahkan di atas pangkuannya.
Lia hanya menatap wajah papa mertua nya yang kini sudah tidak sadarkan diri.
Lia membuka tali dari baju tidur nya dan mengikatkan nya pada lengan pak Arman tepat di atas gigitan ular tadi.
"Papa pasti akan baik-baik aja mas, kamu harus yakin itu" ujar Lia untuk menenangkan suaminya itu, Lucas mengangguk dan menggenggam tangan Lia. Terlihat jelas di wajahnya bagaimana ia saat ini sangat mencemaskan papanya.
"Cepat lah pergi mas, aku akan segera menyusul ke rumah sakit" ujar Lia lalu menutup pintu mobilnya.
Dika langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Lia, ayo..." Panggil Elda dadi dalam mobilnya
Lia segera masuk ke mobilnya Lia.
Mereka langsung menyusul ke rumah sakit dengan Elda yang mengemudi.
__ADS_1
Tanpa mengganti pakaian terlebih dulu, dengan hanya menggunakan baju tidur mereka pergi ke rumah sakit.
Romi dan beberapa penjaga saat ini sedang berjibaku untuk mengamankan ular itu.
Meski ukuran ular nya tidak terlalu besar namun ular itu adalah ular kobra yang mana bisa nya sangat berbahaya.
Romi dan para penjaga sangat berhati-hati karena ular itu bisa mengeluarkan bisa nya kapan saja.
Setelah berhasil mengamankan ular itu Romi meminta penjaga untuk membuangnya sejauh mungkin.
Romi lalu meminta mereka untuk memeriksa ke seluruh ruangan dan memastikan tidak ada binatang berbahaya lagi.
"Bagaimana mungkin seekor ular berbisa bisa masuk ke vila ini? Bukan kah ini sangat aneh?" Gumam Romi
Ya, hal itu meski lumrah tapi aneh jika ada di vila ini.
Keamanan dan kebersihan vila ini sangat di jaga, selama bertahun-tahun sejak vila ini berdiri tidak pernah ada seekor ular pun di sini.
Ia lalu pergi ke ruangan atas untuk melihat cctv di sana.
Romi mengecek cctv satu persatu dari seluruh ruangan.
Terlihat dari rekaman cctv ular itu keluar dari kamar mandi tamu yang ada tidak jauh dari kamar pak Arman.
Ulat itu masuk ke kamar pak Arman melalui sela bawah pintu tepat 20 menit sebelum pak Arman masuk.
Setelah 1/2 jam memperhatikan monitor komputer untuk memgecek semua cctv Romi lalu bergegas ke rumah sakit.
"Kalian tetaplah di sini, pastikan tidak ada hal apapun yang terjadi" kata Romi pada penjaga di sana
"Baik pak"
Romi lalu berangkat dengan mobilnya menuju rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit pak Arman saat ini masih ada di ruang IGD.
Lucas, Lia dan yang lainnya menunggu di fepan ruangan itu dengan cemas.
Semua wajah dari anggota keluarga terlihat menunduk dan murung.
Romi melangkah mendekati Lucas, ia ingin mengatakan sesuatu yang ia ketahui dari hasil rekaman cctv tadi.
Baru saja Romi membuka mulutnya dan hendak berbicara, dokter keluar dari IGD dan mengalihkan semua orang.
Lucas bergegas menghampiri dokter dan langsung menanyakan bagaimana dengan kondisi papa nya.
Romi kembali menutup mulutnya "Yah, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan ini" gumam Romi
__ADS_1
"Bagaimana dengan keadaan papa saya dok? Dia baik baik aja kan?"
"Iya dok, katakan bagaimana dengan kondisi papa sekarang" imbuh Lia
Semua mata tertuju pada dokter, harapan mereka sama yaitu kabar baik yang akan dokter sampaikan.
"Alhamdulillah kondisi pasien saat ini sudah membaik. Beruntung kalian mengikat pergelangan tangannya, itu sangat membantu untuk mencegah racun dari bisa ularnya menyebar"
Semua keluarga kini bisa bernafas lega mendengar kabar baik dari dokter.
"Apa kami bisa masuk dan bertemu dengan papa dok?" Tanya Lia
"Untuk saat ini pasien masih belum boleh di jenguk, setelah pasien boleh di jenguk saat sudah di pindahkan ke ruang rawat inap"
"Baik dok"
Meski mereka masih belum bisa melihat bagaimana pak Arman sekarang, tapi setidaknya kabar ini sudah membuat mereka tenang.
Jam 6 pagi barulah pak Arman di pindahkan ke ruang rawat. Ruang rawat VVIP di rumah sakit itu.
Pak Arman saat ini sudah sadar dan kondisi tidak lagi selemah tadi.
Lucas dan Lia berdiri di samping nya, begitu juga dengan paman, bibi dan Elda yang juga berdiri mengelilingi.
"Bagaimanapun dengan kondisi papa saat ini, apa yang papa rasakan?" Tanya Lucas
Meski wajahnya masih sedikit pucat pak Arman tersenyum "Sudah merasa lebih baik, hanya saja tangan papa masih terasa sedikit kebas"
"Kakak, bagaimana ini bisa terjadi? Em... Maksud ku bagaimana kejadian nya?" Tanya Dika
"Aku sendiri juga tidak tau kenapa bisa ada ular di kamar. Seingat ku saat aku masuk kamar itu bersih, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu naik ke kasur untuk istirahat. Tapi yang terjadi malah aku di gigit ukar itu " jelas pak Arman
"Jadi, maksud papa ular itu sudah ada di kasur sebelum papa naik?" Saut Lucas
"Ya mungkin seperti itu"
Lia hanya diam mendengarkan karena dirinya baru pertama kali menginjakkan kaki di vila ini.
"Bagaimana bisa ada seekor ular berbisa di vila. Maksud ku kebersihan vila selalu di jaga, baik di dalam maupun di luar. Bahkan di sekitar vila tidak pernah sekalipun penjaga vila menemukan ular. Ini aneh ga sih?" Sambung mama Elda
"Mama benar juga, tidak pernah ada binatang apapun di vila selama ini. Tapi kenapa tiba-tiba ada ular. Dari mana ular itu bisa masuk ke kamar om Arman yang ada di lantai atas sedangkan di lantai dasar ada banyak tamu undangan. Maksud bukan kah pasti akan ada yang melihat ular masuk?" Ujar Elda
"Ular itu keluar dari kamar mandi tamu yang ada di dekat kamar pak Arman" saut Romi yang berdiri di samping Elda
Semua mata tertuju pada Romi.
Bagaimana Romi bisa tahu, itu yang seketika ada di benak mereka.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️