
Lucas langsung naik ke atas tempat tidur dan duduk di sisi Lia "Sayang, kamu kenapa? Ada apa sama kamu. Kata papa kamu jatuh pingsan?"
Dengan wajah paniknya Lucas meraba wajah istrinya itu.
Terlihat jelas dari matanya bagaimana khawatir nya dirinya saat ini.
Lucas yang seharusnya masih harus meeting lagi langsung menunda karena mendapat kabar ini dari papa nya.
"Ga papa kok mas, aku udah ga papa sekarang" jawab Lia sambil memegang tangan Lucas
"Ngak ngak, kita harus ke rumah sakit sekarang. Ayo"
Lia menggeleng tidak mau dan menahan Lucas yang hendak beranjak
"Aku ga mau ke rumah sakit mas, aku mau nya sama kamu aja"
Lia langsung memeluk tubuh Lucas dengan erat.
"Sayang, kesehatan kamu itu lebih penting. Aku ga mau sampe terjadi apa-apa sama kamu, ayolah..."
Lia semakin mempererat pelukannya dan enggan untuk melepasnya.
Karena Lia yang tetap kekeuh tidak mau Lucas akhirnya menyerah untuk membujuknya.
Lucas kembali duduk dan membalas pelukan Lia sambil mengusap halus rambut Lia.
Pak Arman awalnya hendak masuk dan melihat bagaimana kondisi menantunya saat ini.
Namun saat beliau membuka pintunya, beliau mendapati anak dan menantunya itu saling berpelukkan.
Pak Arman tersenyum lalu kembali menutup pintunya dan turun ke bawah.
Berulang kali Lia mengendus dada hingga ke bagian ketiak Lucas, hingga membuat Lucas heran.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang, aku bau ya?" Tanya Lucas
Lia tidak menjawab dan kembali mengendusnya.
"Sayang, aku mandi dulu ya bentar. Aku sedikit berkeringat karena lari tadi"
"Ah... Jangan mandi..." Rengek Lia
Lucas mengernyitkan dahinya dan semakin bingung.
"Jangan mandi, jangan kemana mana. Kamu harus tetap di sini!" Imbuh Lia
Entah kenapa Lia tiba-tiba sangat menyukai wangi dari tubuh Lucas yang sedikit berkeringat.
"Iya sayang aku ga akan kemana mana kok. Aku gerah, cuma mandi bentar ya"
Lia membuka jas yang Lucas pakai pun dengan kemejanya membuat Lucas hanya bertelanjang dada.
Setelah itu Lia langsung memeluknya lagi.
"Ada apa dengannya? Sikapnya sungguh aneh. Apa jangan-jangan karena jatuh tadi terus ada benturan di kepalanya dan membuat tingkahnya berubah? Tidak tidak, aku ga boleh berpikiran yang bukan bukan" gumam Lucas
Setelah memastikan Lia benar-benar pulas, dengan pelan Lucas memindah kan tangan Lia dari perutnya.
Dengan pelan Lucas beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Karena merasa sangat gerah Lucas langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin yang mengalir.
Beberapa saat kemudian Lucas keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk putih di pinggangnya.
Sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil di tangannya.
Tanpa Lucas sadari dua pasang mata sedang menatap tajam dirinya.
__ADS_1
Lucas dengan santai membuka pintu lemari dan mengambil baju yang akan ia pakai.
Saat berbalik Lucas tekejut karena Lia yang sudah terbangun.
Dengan bantal di pangkuannya, matanya menyorot Lucas seakan sedang mengintimidasi.
Lucas segera memakai bajunya dan menghampiri Lia.
"Ada apa sayang?"
Lia langsung memukul lengan Lucas berulang ulang membuat Lucas meringis kesakitan.
Sebenarnya bukan sakit yang utama, tapi bingung dengan sikap Lia yang tiba-tiba marah entah kenapa.
"Aduh... Sayang. Kamu kenapa mukulin aku? Hei... Ada apa sayang..."
"Aku sebel sama kamu!" Ujar Lia dengan nada marah
"Sebel? Sebel kenapa sayang, aku salah apa?"
"Pokok nya aku sebel sama kamu, aku sebel!"
Lia membalikkan badannya membelakangi Lucas
Lucas yang sedari tadi di buat bingung hampir saja terpancing amarahnya.
Ia mencoba menenagkan dirinya dengan mengatur nafasnya.
Lucas lalu memegang pundak Lia
"Iya oke, apa pun kesalahan yang aku lakukan aku minta maaf ya. Maafin aku ya sayang"
Lia tidak menggubris malah berpindah duduk ke tepi kasur menjauh dari Lucas.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️