
Barulah saat kucingnya melompat turun Lia terkejut dan membuka matanya.
Lia menjadi lebih terkejut karena ada Lucas yang duduk tepat di depannya.
"Lucas... Kamu di sini, sejak kapan?" Tanya Lia lalu melepas earphone nya
"Baru 5 menit aku duduk di sini"
"Kamu ngapain ke sini"
"Aku mau ngajak kamu keluar"
"Kemana?"
"Siap-siap aja dulu, nanti kamu juga bakal tau"
"Em... Gimana ya"
"Kenapa, apa kamu udah ada janji sama yang lain atau apa?" Tanya Lucas
"Ga ada sih, cuma aku lagi males aja. Aku cuma mau di rumah aja"
"Terus, kedatangan aku kesini sia-sia dong"
Karena Lia merasa tidak enak, dia akhirnya mau di ajak keluar oleh Lucas.
"Ya udah, tunggu bentar. Aku mau siap-siap dulu"
Jawaban Lia langsung membuat Lucas tersenyum sumringah
"Nah, gitu dong. Oke aku tunggu di sini"
Segera Lia masuk untuk bersiap-siap.
Tak lama Lia pun keluar dengan memakai dress selutut dan tas selempang kecil berwarna putih juga dengan sneaker kesukaannya.
Sejak kecil Lucas memang sangat suka ketika melihat Lia dengan rambutnya yang di biarkan terurai.
Lucas terpana dengan penampilan Lia hingga ia tidak bisa mengedipkan matanya.
Hingga Lia menepuk pundaknya barulah ia tersadar dari lamunannya.
"Hei... Kamu kenapa?" Tanya Lia
"Ee..e aku ga papa" jawab Lucas gugup
"Emang ada yang aneh ya sama penampilan ku?"
"Kamu cantik" ucap Lucas pelan
"Apa? Aku ga denger"
"Kalo udah siap, kita berangkat sekarang" Lucas mengalihkan pembicaraan karena malu jika harus mengulangi perkataan nya.
Lucas akan mengajak Lia untuk menghabiskan waktu bersama, karena selain ingin mengobati rasa kesendirian Lia, Lucas juga ingin menepati semua janji yang pernah ia ucapkan dulu.
Lucas membawa Lia ke pantai, menikmati deburan ombak dan angin yang menerpa.
Tak ada rasa canggung di antara keduanya, mereka seperti anak kecil yang asyik bermain menikmati indahnya pantai.
Saat mereka sedang berjalan di atas pasir menikmati ujung ombak yang menerpa kaki, kakinya Lia tidak sengaja menginjak cangkang kerang yang cukup tajam.
"Au... Sakit..." Teriak Lia sambil berjinjit
__ADS_1
"Kenapa Lia, ada apa?"
Tanya Lucas panik dan langsung berjongkok di bawahnya dan meletakkan kaki Lia di atas pahanya.
Begitu Lia mengangkat kakinya darah segar mengalir cukup deras.
Segera Lucas menggendong Lia membawa nya ke tempat yang lebih aman.
"Aduh, sakit..." Lia memegangi kakinya
"Bagaimana kamu bisa menginjak cangkang kerang?"
Lia memukul lengan Lucas lalu mencubitnya
"Kamu pikir kaki ku ada matanya gitu, ya mana aku tau. Au... Udah tau aku kesakitan malah nanya yang aneh-aneh"
Lucas tersenyum mengingat pertanyaan konyolnya juga dengan reaksi Lia.
"Maaf maaf, tahan ya aku akan coba melepas sisa cangkang nya"
"Hati-hati loh, awas kalo makin sakit. Akan ku pukul kamu"
"Iya iya, tutup matamu. Akan aku coba tarik sekarang"
Saat Lucas mencoba menarik ujung cangkangnya, dengan mata terpejam Lia meremas lengan Lucas karena menahan sakitnya.
Ia menggigit bibirnya agar tudak berteriak, lia hanya mengeram dengan cengkeraman tangannya yang semakin kuat.
"Sudah selesai, sekarang lepaskan cengkeraman mu nona" ucap Lucas
Lia membuka matanya dan kembali melihat kakinya.
"Ternyata tidak sesakit yang aku bayangkan"
Dengan senyuman yang tersipu-sipu, Lia mengusap lengan Lucas "Maaf... Aku reflek tadi"
"Ya ya ya, wanita memang seperti itu"
"Kamu marah?"
"Iya, aku marah. Sekarang kamu diam di sini, tunggu sampai aku kembali"
"Loh kamu mau kemana? Aku mau kamu tinggal di sini, iya?"
Lucas tak menjawabnya, ia tetap pergi meninggalkan Lia.
"Ih, dasar Lucas. Masa dia ninggalin aku di sini sendiri. Mana kaki ku sakit lagi, dia mau kemana sih? Masa iya karena marah terus dia ninggalin aku pulang, kan ga lucu"
Lia terus saja menggerutu sambil memegangi kakinya.
Tak seberapa lama Lucas pun kembali dengan membawa beberapa minuman dan makanan di tangannya.
"Kamu dari mana sih, ninggalin aku sendirian kesakitan begini. Kamu mau tinggalin aku, kamu mau pulang sendiri, iya?"
Dengan mulutnya yang mengeluarkan banyak pertanyaan, Lucas hanya diam.
Ia duduk berjongkok dan mengangkat kaki Lia
"Kenapa kamu ga jawab? Sekarang kamu mau apain aku?"
Lucas memberikan obat merah pada lukanya lalu menutupnya dengan hansaplas.
Setelah itu ia kembali meletakkan kaki Lia dan duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Kamu memang ga berubah sama sekali, bahkan sifat mu tetap sama seperti waktu kecil. Ya cerewet, banyak nanya, dan selalu menggerutu" ujar Lucas
Lia hanya diam memandang Lucas
"Kamu masih ingat?" Tanya Lia
"Semua tentang mu aku ingat, tak ada satu hal pun yang aku lupa"
"Masa??"
"Dulu, saat kaki ku menginjak cangkang kepiting kamu juga menanyakannya hal yang sama pada ku. *Bagaimana bisa kamu menginjak kepiting?*" Ucap Lucas sambil menirukan suara Lia
Lia tertawa mendengar suara Lucas yang menirunya.
Dan tawa indahnya itulah yang Lucas tunggu.
Lucas memegang tangan Lia dan menatapnya dengan serius
"Tetaplah terawa dan bahagia seperti ini, aku berjanji sebisaku, aku akan selalu membuat bibirmu tersenyum indah seperti ini"
Dengan senyuman tersipu, Lia langsung memeluk Lucas.
"Hari ini aku akan menepati semua janji ku dulu pada mu" ucap Lucas
"Apa?"
"Tunggu bentar" Lucas beranjak dan kembali ke pantai.
Lia menunggu Lucas sambil menikmati makanan dan minuman yang Lucas beli tadi.
Hingga kemudian Lucas kembali dengan banyak cangkang kerang kecil di tangannya.
"Cangkang kerang? Untuk apa?" Tanya Lia
Lucas membuat gelang dari cangkang itu dan memakaikan nya di lengan Lia.
"Dulu karena aku tidak membuatkan ini untuk mu, kamu marah sampai 3 hari pada ku"
"Kamu ingat itu?" Tanya Lia tak percaya
"Tak ada 1 momen pun yang aku lupa"
Terharu, tersentuh dan bahagia menjadi satu.
Lia menatap lekat bola mata Lucas yang sedari tadi menatapnya.
"Bahkan hal sekecil ini pun masih kamu ingat, terima kasih..."
Lia menyenderkan kepalanya di bahu Lucas.
Kedua tangan mereka saling menggenggam kuat sambil menikmati indahnya sinar matahari yang akan tenggelam.
"Hari ini adalah hari terindah bagi ku" ucap Lia
"Tidak hanya hari, aku ingin malam ini menjadi malam terindah bagi mu"
"Malam ini?"
"Ya, masih banyak janji ku untuk mu yang harus aku tepati malam ini"
Dengan senyuman yang lebar Lia menjawab
"Baiklah, aku sudah tidak sabar"
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️