
Lucas dan Lia masuk ke kamar mereka dan bi Ina langsung mengunci semua pintu dan jendela.
Karena seharian ini sibuk, bi Ina merasa sangat lelah dan langsung beristirahat.
Lia duduk di depan meja riasnya mengeringkan rambutnya, sedangkan Lucas masih ada di dalam kamar mandi.
Tak lama Lucas pun keluar, dia duduk di sudut ranjang memperhatikan Lia yang sedang sibuk menyisir rambutnya.
Lucas mendekat dan mengambil sisir dari tangan Lia.
"Biar aku bantu" kata Lucas
Lia tersenyum dan membiarkan Lucas menyisir rambutnya.
Sambil menyisir, Lucas mencium rambutnya.
Belum selesai menyisir Lucas meletakkan sisirnya dan memeluk Lia dari belakang.
"Kok udah berhenti, kan belum selesai" ujar Lia
"Tanpa di sisir pun kamu sudah sangat cantik"
Jawab Lucas lalu meletakkan dagu nya di bahu Lia
Lia mencubit pipi Lucas "Tukang gombal"
"Kita pindah yuk" ajak Lucas
"Kemana?"
Lucas memberi kode pada Lia untuk pergi ke kasur, tapi dengan sengaja Lia pura-pura tidak mengerti.
"Apa sih aku ga ngerti. Lepasin dulu, aku mau sisiran"
"Jangan berpura-pura sayang...."
Lia melepas pelukan Lucas dan kembali menyisir rambutnya dan lanjut memakai lipbalm di bibir nya.
Lucas sadar kalau Lia itu sengaja dan mau bermain-main dengan nya.
Akhirnya Lucas menggendong Lia membawanya ke kasur.
"Lucas, mau apa kamu. Turunin aku..."
"Jangan panggil aku Lucas, panggil aku MAS. Aku sekarang adalah suami mu"
"Iya mas Lucas, turunin aku ya..."
Lucas membaringkan tubuh Lia dan langsung memeluknya.
Ia meletakkan kepalanya di atas dada Lia hingga ia bisa dengan jelas mendengar detak jantungnya.
"Kamu mau ngapain? Awas dulu, aku masih belum selesai" kata Lia mencoba melepas pelukan Lucas
Lucas semakin mempererat pelukannya "Ga mau"
Tak bisa di bohongi, detak jantung Lia kian berdetak kencang karena memang sebelumnya ia belum pernah berpelukan, apa lagi sekarang Lucas memeluknya dengan setengah menindih tubuhnya.
Lucas mengangkat kepalanya dan menatap wajah Lia "Kamu takut?" Tanyanya
"Takut, takut apa? Ngak biasa aja"
"Sungguh?"
"Iya"
Lucas semakin mendekatkan wajahnya hingga ujung hidungnya menyentuh hidung Lia.
Terasa begitu jelas deru nafas Lia yang semakin kencang.
__ADS_1
Lucas mencium pipi Lia, lalu naik ke keningnya.
Mencium hidungnya dan akan turun ke bibir Lia, namun Lia segera berpaling dan mendorong tubuh Lucas.
Lucas terkejut karena Lia tiba-tiba menolak.
"Kenapa?"
"Aa.. aku mau ke... Ke kamar mandi" jawab Lia terbata
"Ck, kemarilah sayang...." Lucas menarik tangan Lia dan kembali mendekapnya.
Lia berbaring di atas lengan Lucas, matanya tepat berada di depan dada bidang Lucas yang sedikit berbulu itu.
Pikiran Lia mulai terbang kemana mana, hingga membuatnya geli sendiri.
"Kamu kenapa sayang?"
"Ga papa. Aku ga papa"
Lia mencoba untuk lebih tenang dan tidak menunjukkan groginya di depan Lucas.
Lucas lalu menarik pinggang Lia agar tubuhnya lebih dekat dengannya.
Dan Lia pun membalas pelukan Lucas.
Lucas kembali menciumi Lia mulai dari keningnya dan perlahan turun ke pipi.
Lalu dengan pelan Lucas mengecup bibir Lia dan bermain di sana. Lia memejamkan matanya dan meremas baju belakang Lucas.
Lucas sebenarnya tau kalau Lia grogi, maka dari itu Lucas memainkan bibir Lia dengan pelan agar Lia bisa menikmatinya.
Tak lama Lia juga menikmatinya, perlahan Lia juga ******* bibir Lucas dan lidahnya juga ikut bermain.
Tangan Lucas semakin mendekap erat Lia, ciuman mereka semakin memanas.
Perlahan Lucas mulai turun ke leher Lia, menciuminya dan meninggalkan beberapa bekas kepemilikannya di sana.
Kini Lia sudah bisa mengontrol dirinya agar bisa tetap rileks dan menikmati setiap sentuhan Lucas.
Kini hasrat mereka berdua mulai memuncak, Lucas menarik tali baju kimono Lia dan memperlihatkan kulit tubuhnya yang begitu cerah.
Lucas menindih Lia dan kembali beraksi di bagian bawah leher Lia, bukan hanya bibirnya tapi tangannya juga mulai bermain di sana.
Lia yang awalnya menggigit bibirnya untuk menahan suara, kini sudah tidak bisa.
Lia mengeluarkan suara ******* yang membuat Lucas semakin bergairah.
Setelah pakaian Lia ia lucuti, ia juga melucuti pakaiannya sendiri dan menarik selimut.
Mereka kini benar-benar bersatu, hangatnya kulit bertemu kulit membuat keduanya bermandikan keringat di bawah selimut.
Setelah cukup lama bertarung di bawah selimut, kini mereka berdua sama-sama tepar karena kelelahan.
Tubuh mereka basah dengan keringat, Lia meraih remot AC nya dan menurunkan suhu nya agar kamar menjadi lebih dingin dan keringat mereka bisa cepat hilang.
Lia lalu tidur di dalam dekapan Lucas hingga pagi menyapa.
Ketika sinar mentari mulai masuk ke kamar, perlahan Lia membuka matanya.
Ia meraih hp nya di nakas dan melihat ternyata sudah jam 6 pagi.
Lia memindahkan tangan Lucas dari perutnya dengan pelan, lalu beranjak dari kasur.
Saat ia hendak pergi ke kamar mandi Lia kesulitan untuk melangkah.
Pangkal pahanya terasa perih dan tubuhnya terasa begitu lelah.
"Au.." seru Lia yang membuat Lucas langsung terbangun
__ADS_1
"Apa sayang, ada apa?"
"Eh... Ga ada. Aku ga papa kok"
Bibir Lia memang berkata tak apa namun mimik wajahnya memperlihatkan bahwa dirinya sedang menahan sakit.
Lucas kini mengerti sakit apa yang saat ini istrinya rasakan.
Ia bangun dan langsung menggendong Lia ke kamar mandi.
"Eh eh, kamu mau ngapain sayang, turunin. Aku bisa jalan sendiri kok"
"Ga usah malu-malu, aku tau kalo kamu saat ini kesusahan berjalan. Masih sakit banget ya?"
Lia menunduk malu dan mengangguk.
"Maaf ya karena membuat mu kesakitan begini" ucap Lucas lalu mencium kening Lia
"Kamu ga perlu minta maaf, ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai istri mu"
Lucas menurunkan Lia di kamar mandi dan menyalakan air hangat.
Lucas menyuruh Lia berendam air hangat di bathtub agar bisa mengurangi rasa sakitnya.
"Kok kamu masih di sini?" Tanya Lia
"Memangnya kenapa? Aku kan juga mau mandi" jawab Lucas dengan santainya
"Ih... Gantian tau"
"Emangnya kenapa sih, kan udah sah"
"Iya emang udah sah, tapi aku malu"
"Malu apanya lagi, orang aku udah lihat semuanya kok semalam"
Lia menyiram Lucas dengan air hangat, ia semakin malu karena Lucas mengatakan itu.
"Udah sayang, ga usah malu-malu. Sini aku bantu sabunin punggung kamu"
Lucas mengambil sabun dan hendak menggosok punggung Lia "Tapi jangan macem-macem loh ya" ujar Lia
"Iya sayang, iya"
Lucas kini juga masuk ke dalam bathtub dan berendam bersama Lia.
*****
Hari ini pak Surya dan istrinya datang ke rumah Lucas.
Tapi sesampainya di sana tidak ada siapapun kecuali bi Narsih dan penjaga yang lain.
"Viona kemana bi?" Tanya mama Viona
"Non Viona keluar sejak kemarin bu, sampe sekarang belum pulang"
"Dari kemarin belum pulang? Kemana dia?!"
"Kalo soal itu bibi ga tau bu"
"Kalo menantu ku Lucas dimana dia sekarang? Apa sudah berangkat ke kantor?" Sambung pak Surya
"Den Lucas juga pergi dari kemarin sebelum non Viona pergi"
"Kemana Lucas?"
"Bibi juga ga tau bu, tapi sepertinya karena masalah kerjaan deh karena kemarin den Lucas pergi bersama mas Romi"
Pak Surya dan istrinya tidak jadi bertamu dan memilih untuk pergi.
__ADS_1
Di mobil mereka sama-sama berpikir di manakah putrinya saat ini.
☀️☀️☀️☀️☀️