Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 93


__ADS_3

Lucas tersenyum lalu mengusap wajahnya


"Papa... Maaf aku baru ngerti apa yang papa maksud. Maaf pa..."


"Ga usah minta maaf. Jadi gimana saran dari papa, kalian mau ya honey moon"


Lucas melirik Lia dengan ekor matanya sedangkan Lia juga melirik ke arahnya, Lia pura-pura tidak tahu dan lanjut makan


"Gimana sayang, mau?" Tanya Lucas


"Kalo aku sih apa kata kamu mas, kan yang sibuk dan ga punya waktu itu kamu" jawabnya


"Udah ga usah kebanyakan mikir, keburu putih semua ini rambut papa. Semakin cepat kalian pergi honey moon semakin dekat impian papa bisa terwujud nya" saut pak Arman


"Ya ga gitu juga pa, belum tentu juga habis honey moon langsung hamil. Ga pergi pun- Au...."


Lia mencubitnya paha Lucas agar ia tidak melanjutkan kalimatnya


"Sakit sayang. Kenapa kamu mencubit ku?" Bisik Lucas pada Lia


Lia tersenyum dengan tanpa dosa di hadapan Lucas dan papa mertuanya


"Hehe... Papa tenang aja, kami pasti akan pergi honey moon. Kita akan berusaha keras untuk segera bisa memberikan papa cucu. Kalo perlu kita berangkat nya besok, ya kan mas?" ujar Lia dengan manis


Lucas terkejut hingga membuatnya tersedak saat sedang minum.


"Besok? Apa ga terlalu mendadak sayang. Lagi pula besok aku masih ada meeting penting dengan klien baru"


"Mas...." Panggil Lia dengan tatapan menakutkan


"Ee.. i iya. Ee... Maksud ku ayo kita pergi honey moon, tapi ga besok. E... Gimana kalo lusa aja, ya?"


Lia mengangkat 1 alis dengan terus menatap Lucas.


"Iya aku janji, besok benar-benar tidak bisa. Papa, kita berangkat nya besok lusa aja ya?"

__ADS_1


"Nah gitu dong. Kalo papa sih terserah kalian, yang pasti papa doakan kalian. Semoga saja Tuhan segera memberikan papa cucu"


"Aamiin.." saut Lia dan Lucas bersamaan


"Tuh kan sayang, papa aja ga papa. Lusa aja ya?"


Lia mengangguk "Iya suami ku yang super sibuk...."


Pak Arman tertawa karena ucapan Lia.


Lucas hampir saja sesak nafas karena Lia akan marah padanya.


"Sudah sudah, ayo lanjutkan makannya" suruh pak Arman


//////


Keesokan harinya Lucas benar-benar pergi ke kantor karena memang benar ada meeting yang tidak bisa ia tinggalkan.


Namun dengan secepat mungkin ia berusaha untuk segera menyelesaikan nya agar bisa liburan besok.


Sedangkan Lia sibuk mencari tempat manakah yang akan ia pilih untuk menjadi tempat honey moon mereka.


Selain itu juga di sana saat ini adalah musim salju.


Di sana Lia mencari cari tempat apa saja yang akan ia kunjungi nantinya.


Puas menjelajahi Korea dari internet kini Lia mulai menyiapkan apa saja yang akan ia bawa nanti.


"Tapi sepertinya aku butuh jaket mantel, ini ga cocok di pake di sana" ujar Lia sambil melihat lihat jaket nya


"Ah... Aku benar-benar pusing. Aku harus telfon mas Lucas dan memberi tahu ini. Masa iya pergi ke negara bersalju ga punya mantel. Selain itu aku juga ga punya outfit untuk di pake di sana"


Lelah memilih semua baju nya yang ada di lemari Lia langsung menelefon Lucas untuk mencari solusi nya.


Apa lagi kalau buka berbelanja.

__ADS_1


Dua kali Lia menelefon namun Lucas tidak menjawabnya.


"Pasti masih belum selesai meeting nya. Ya udah deh aku nanti aja" gumam Lia


Lia kembali membereskan semua pakaian yang ia keluarkan dari lemarinya, namun belum selesai Lia tiba-tiba merasa mual dan perut terasa tidak nyaman.


Ia pergi ke kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isi perutnya hingga ia merasa lemas karena isi perut nya sudah kosong.


Lia bahkan hampir tidak kuat untuk berjalan keluar dari kamar mandi.


Lututnya terasa lemas dan wajahnya mulai memucat.


Matanya tiba-tiba buram dan pandangan mulai kabur hingga semuanya pin gelap.


Lia membuka matanya dan saat ini ia sudah ada di atas kasurnya dengan selimut yang menutupi setengah badan nya.


Ia meraba kepalanya yang masih terasa pusing, tiba-tiba bi Narsih masuk ke kamarnya dengan membawa segelas teh hangat di tangannya.


"Non Lia, Alhamdulillah non Lia udah siuman..." Sapa bi Narsih lalu mendekati Lia.


"Aku kenapa bi, pingsan?" Tanya Lia


Bi Narsih meletakkan gelasnya di nakas di samping tempat tidurnya.


"Iya, non Lia tadi pingsan. Non Lia kenapa kok bisa sampe pingsan gini?"


Tadi saat bi Narsih hendak mengambil baju kotor dari kamar Lia, bi Narsih memgetuk pintu berulang kali namun tak juga ada sautan dari dalam.


Karena pintu yang tidak di kunci, bi Narsih langsung membuka pintunya dan begitu masuk bi Narsih sudah melihat Lia yang tergeletak di depan pintu kamar mandi.


"Aku ga tau bi, tiba-tiba aku merasa pusing dan mual banget"


"Ini non Lia minum dulu teh nya mumpung masih hangat" bi Narsih memberikan gelasnya itu pada Lia


Baru 1 tegukan Lia meminum teh nya Lucas datang dengan berlari masuk ke kamar hingga membuat Lia dan bi Narsih terkejut.

__ADS_1


Lia memberikan gelasnya pada bi Narsih dan bi Narsih pun keluar dari kamar itu.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2