
Karena jadwal menikahkan pengantin di hari ini masih ada beberapa lagi.
Pak penghulu pun harus segera pergi karena dirinya masih di tunggu calon pengantin yang lain.
"Ini seharusnya acaranya di mulai 10 menit lagi, di mana calon pengantin pria nya?" Tanya pak penghulu
"Ee... Sebentar lagi pak, kakak saya masih di jalan" jawab Elda
"Baiklah kita tunggu dulu"
Elda pergi keluar untuk menelfon Lucas lagi, namun Lia malah memanggilnya.
Elda urungkan niatnya dan kembali masuk ke dalam.
"Di mana Lucas? Kenapa dia belum juga sampai?" Tanya Lia pada Elda
"Kakak masih ada di jalan Lia, aku sudah menelfonnya tadi"
"Tapi aku coba telfon dia kok ga bisa"
"Hp kakak mati trus ketinggalan di rumah, aku hubungin kakak pake hp nya Romi"
"Coba kamu telfon lagi Romi, tanyakan ada di mana sekarang"
"Iya iya, aku coba telfon lagi ya"
Semua tamu undangan kini mulai mempertanyakan keberadaan Lucas.
Waktu semakin berlalu tapi pengantin pria belum juga datang.
1/2 jam sudah semua menunggu namun, para tamu sydah mulai resah termasuk pak penghulu yang akan memilih untuk menikahkan pengantin yang lain.
Elda dan pak RT mencoba mencegah pak penghulu agar mau menunggu sedikit lagi.
"Mohon maaf sebelumnya pak, tapi tunggulah sebentar. Pasti kakak saya akan segera sampai"
Pinta Elda
"Iya mbak, tapi masalahnya saya masih ada calon pengantin yang lain. Baiklah saya kasih waktu 15 menit lagi, jika pengantin pria masih belum datang juga terpaksa saya akan pergi kempat lain"
"Baiklah, terima kasih pak karena sudah mau menunggu"
Segera Elda menelfon Romi lagi.
"Kakak ada di mana? Kok masih belum sampe juga?" Tanya Elda begitu telfonnya terjawab
"Kakak masih ada di jalan"
"Ya ampun kak, ini para tamu udah pada nanyain semua. Penghulu juga hampir mau pergi ke tempat lain. Apa lagi Lia, dia sangat mencemaskan kakak"
"Iya, ga sampe 10 menit kakak udah sampe. Kamu tenangin Lia ya"
__ADS_1
"Ga usah pikirin Lia kak, aku bisa menenangkan nya. Sekarang kakak harus cepat sampai, oke"
Lia menepuk pundak Elda dan meminta hp nya.
Lia ingin berbicara dengan Lucas agar bisa sedikit menangkan hatinya.
"Kamu di mana?" Tanya Lia
"Lia... Aku aku masih ada di jalan. Tenang ya jangan panik aku pasti segera sampe"
"Bagaimana aku busa tenang, kamu sampe saat ini masih belum sampai. Aku panik, aku cemas, aku khawatir sama kamu"
"Iya sayang, maaf. Ini sebentar lagi, Awas Rom....!!" Teriak Lucas
Saking lajunya mengemudi hampir saja Romi menabrak pesepeda motor yang tiba-tiba memotong jalan.
Lucas langsung membuang hp nya dan mengambil alih kemudi.
"Lucas, halo.... Lucas, jawab. Kamu kenapa.... Halo...."
Lia mendengar teriakan Lucas menjadi tambah panik dan khawatir.
"Ada apa Lia, ada apa dengan kakak?" Tanya Elda
"Aku ga tau, tadi... Tadi Lucas berteriak dan telfonnya langsung mati"
"Teriak, teriak kenapa?"
"Aku ga tau El, aku takut. Aku takut Lucas kenapa-napa"
Elda berusaha menenangkan Lia meski dalam hatinya juga sangat khawatir akan kakaknya.
Elda lalu membawa Lia masuk ke kamarnya dan memberinya segelas air.
"Minum lah, tenangkan diri mu dan tetap lah berpikir positif. Ga akan terjadi apa-apa sama kakak"
Belum selesai Elda menangkan Lia, penghulu memanggilnya dan akan pamit untuk pergi.
"Sudah cukup lama kita memberikan waktu, taoi penganti pria belum juga datang. Dengan berat hati terpaksa saya harus pergi, setelah menikahkan pengantin yang lain baru saya akan kembali lagi ke sini" ucap pak penghulu
"Tolong pak, jangan pergi dulu. Kakak saya pasti akan segera sampai, mohon pengertiannya pak" cegah Elda
"Bukannya kami tidak mau mengerti nak, tapi saya masih ada tugas yang lainnya"
"Tapi pak, saya mohon 5 menit saja. Ya pak, setelah itu terserah bapak. Cuma 5 menit"
Elda terus memelas berharap pak penghulu tidak pergi, namun itu sia-sia.
Pak penghulu dan pendamping nya tetap berjalan keluar rumah dan akan pergi.
Lia di dalam sudah di selimuti rasa resah dan gelisah, khawatir menjadi satu.
__ADS_1
Lia bahkan menangis saat pak penghulu akan pergi.
"Tunggu pak" panggil Lia dari dalam "Tunggu sebentar lagi pak, saya mohon. Beri kami sedikit waktu lagi calon suami saya pasti akan segera sampai"
"Maaf nak, sambil menunggu calon suami mu datang biarkan saya menikahkan pengantin yang lainnya lebih dulu"
"Pak saya mohon, 5 menit saja. Ya pak, saya mohon...."
Permohonan Lia tak juga bisa menahan pak penghulu tetap akan pergi.
Begitu pak penghulu hendak naik ke motornya, mobil mewah pun datang.
Senyuman bahagia langsung mengembang di wajah Lia dan Elda.
Mobil yang sedari tadi mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga.
Romi membukakan pintu mobil untuk Lucas.
Semua mata tertuju padanya, sedangkan pandangan Lucas hanya tertuju pada calon istrinya.
Mata Lia kembali berkaca-kaca karena perasaannya yang kini kembali bahagia dan lega karena kini pria pujaannya sudah ada di depan mata.
Semua menyambut kedatangan Lucas dan membawanya masuk ke dalam.
Pak RT kemudian meminta pak penghulu untuk kembali masuk dan melaksanakan pernikahan.
Elda membawa Lia ke kamarnya untuk memperbaiki riasannya yang hilang karena air mata.
"Bagaimana perasaan mu sekarang, sudah tenang. Benar kan kakak ku pasti datang dengan selamat, ya meskipun agak telat" ujar Lia
"Bukan agak, tapi sangat telat. Aku hampir aja di buat mati karena menunggunya"
"Iya iya, nanti kalo udah sah terserah mau kau apakan kakak ku. Asal ya jangan kau racun dia"
"Akan aku berikan hukuman atas keterlambatannya ini, lihat saja nanti"
"Setuju, kau hukum dia nanti. Jangan kasih apapun di malam pertama kalian, hahaha"
Lia memukul lengan Elda karena merasa malu saat Elda membahas tentang malam pertama mereka.
Jika tadi Lia tegang karena khawatir dan cemas, sekarang Lia kembali tegang karena akad akan di langsung kan.
Setelah pak penghulu memulai ijab kobul nya, Lucas dengan lantang menjawabnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Camelia Syakira dengan mas kawin emas berlian seberat 220 gram dan uang tunai sebesar 220 juta di bayar tunai"
"Bagaimana para saksi, sah?"
"Sah...." Jawab serentak para saksi yang hadir di sana.
Kini Lucas dan Lia sudah sah menjadi suami istri.
__ADS_1
Mahar dan mas kawin sengaja mereka pilih angka yang sama dengan tanggal pernikahan, yaitu bulan 2 tanggal 20 agar mereka bisa selalu mengingatnya.
☀️☀️☀️☀️☀️