Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 77


__ADS_3

Saat ini Lucas sudah tiba di kantornya.


Seperti biasa setiap karyawan yang ia lewati pasti akan menyapa nya dan memberi salam.


Awalnya semua terasa seperti biasanya, hingga Lucas hendak memasuki lift dan dari cermin di depannya ia bisa melihat bahwa karyawan nya sedang berbicara dengan memutupi mulut mereka sambil menatapnya aneh.


Tatapan mata yang biasa menghormati nya kini berubah seakan Lucas bukanlah bos mereka.


Begitu pintu lift terbuka Lucas melangkah masuk lalu berbalik menghadap keluar.


Semua karyawan nya yang sedang membicarakan nya langsung bubar dan pura pura sibuk bekerja.


Lucas memerhatikan bagaimana tatapan mereka dan juga dari raut wajah yang berubah.


Setelah sampai di ruangannya Lucas meminta Romi untuk mengecek cctv.


"Ada masalah apa tuan, kenapa tuan mau mengecek cctv?" Tanya Romi


Dengan kedua tangannya yang di atas meja Lucas mulai berpikir.


"Ada apa dengan semua karyawan? Kenapa mereka seperti aneh semua"


"Aneh? Maksud tuan?"


"Apa kamu tidak melihat bagaimana tatapan mereka terhadap ku tadi? Itu bukan tatapan dan sapaan seperti biasanya"


Romi terdiam sambil berpikir apa yang sedang terjadi.


Tapi menurut Romi itu sudah biasa di lakukan semua karyawan terutama yang perempuan.


Mereka suka bergosip dan suka menunda pekerjaan.


Mereka kagum pada Lucas yang tampan dan juga mapan. Meski sikapnya dingin dan sangat tidak ramah tapi semua karyawan perempuan di sana sangat meng ideal kan Lucas.


Tapi Lucas tetap memintanya untuk melihat cctv untuk memperhatikan semua karyawan nya.


Romi membuka laptopnya dan segera melihat cctv di setiap sudut kantor.


Mereka terlihat biasa saja, seperti memang tidak ada apa-apa.


"Tidak ada yang aneh tuan, semua karyawan mulai bekerja seperti biasanya" ucap Romi


Lucas terdiam.


Memang benar semua karyawan nya saat ini yak ada satupun yang sedang berbicara melainkan sedang sibuk menatap layar komputer mereka masing-masing.


Semuanya terlihat normal.


"Ya, mungkin itu hanya perasaan ku saja. Kembali lah ke ruangan mu" titah Lucas pada Romi


Romi mengangguk dan langsung keluar dari ruangan Lucas untuk kembali ke ruangannya.


Meski masih mengganggu pikirannya tapi Lucas mencoba fokus pada pekerjaan nya saat ini.


Saat sedang membaca beberapa berkas yang ada di atas mejanya, hp tiba-tiba bergetar.


Lucas mengambil hp nya dan ternyata Lia yang mengirim pesan padanya.

__ADS_1


"Mas, aku sama papa sudah sampai di rumah sakit" isi pesan Lia juga di sertai foto rumah sakit


Lucas tersenyum lalu mengetik layar hp nya untuk membalas pesan dari istrinya itu.


"Makasih ya sayang udah mau nemenin papa. Nanti setelah papa selesai kontrol, kabari aku lagi ya"


Begitulah balasan pesan dari Lucas untuk Lia.


Lucas lalu kembali membaca berkas itu karena 10 menit lagi akan ada meeting.


Setelah selesai membaca nya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu nya.


Toktoktok... "Permisi tuan..." Ucap seseorang dari luar pintu


"Masuk..." Saut Lucas sambil membereskan beberapa berkas yang sudah ia baca.


Sisil membuka pintunya lalu masuk dan berdiri di depan meja Lucas.


"Tuan, meeting akan segera di mulai. Klien kita sudah menunggu di ruang meeting"


"Baiklah. Kamu bawa berkas ini dan kita langsung ke sana"


Lucas beridiri sambil membenahi jas dan dasinya lalu melangkah keluar.


Sisil mengambil berkas-berkas itu lalu menyusul Lucas pergi ke ruang meeting.


*****


Di rumah sakit pak Arman kini sudah di panggil masuk oleh dokter.


"Selamat pagi pak Arman, silahkan duduk" sapa dokter Tomi


"Selamat pagi dok" jawab pak Arman dan Lia kemudian duduk di depan meja dokter.


"Bagaimana keadaan pak Arman sekarang?" Tanya dokter


Dengan senyum pak Arman menjawab "Seperti yang dokter lihat, saya ini sebenarnya sehat dan baik baik saja"


Dokter membalas senyuman pak Arman


"Baiklah, kalo gitu kita mulai pemeriksaan nya ya pak"


Pak Arman mengangguk setuju


Suster meminta Lia untuk menunggu di luar, lalu mempersilahkan pak Arman untuk berbaring di atas brankar yang sudah tersedia di sana.


Lia menunggu pak Arman di luar sambil memainkan hp nya.


Ingin rasanya ia untuk menlefon Lucas namun ia tidak mau mengganggu jam kerja suaminya itu.


"Aku telfon nanti aja deh kalo papa udah selesai di chek. Kalo sekarang takutnya mas Lucas lagi sibuk" Lia meletakkan hp nya di dalam tas nya.


Karena pemeriksaan yang di lakukan cukup lama hingga membuat Lia bosan bahkan mulai merasakan kantuk karena lama menunggu.


Tidak ada yang ia kenal dan tidak ada yang bisa ia ajak bicara.


Lia akhirnya pergi berjalan ke kantin untuk membeli minuman.

__ADS_1


Lia duduk di kursi panjang sendirian dan pandangan nya kini tertuju pada seorang wanita yang wajahnya hampir mirip dengan almarhumah bundanya.


Wanita paruh baya itu sedang bermain dengan cucu nya yang sedang sakit.


Di tangan anak kecil yang kira-kira sedang berusia 3 tahun itu ada selang infus yang terapasang di sana.


Lia jadi teringat dengan bunda nya yang sering menggodanya karena ingin segera mempunyai seorang cucu.


Kata-kata yang biasa bunda ucapkan padanya seketika terlintas di benaknya.


Lia masih ingat betul apa saja yang bunda nya katakan.


Flash Back


Waktu itu bunda ikut Lia ke jogja untuk acara fashion show.


Setelah itu Lia mengajak bunda untuk makan di jalan Malioboro yang sangat terkenal di jogja itu.


Sambil menikmati suasan sore hari bunda dan Lia menikmati kulineran di sana.


Di seberang jalan sana ada seorang wanita yang seumuran dengan bunda sedang bermain dengan cucu nya.


Wanita itu tampak kelelahan karena kesana kemari mengejar cucu nya yang terus saja berlarian.


Bunda lalu menepuk lengan Lia yang sedang asyik menjilat eskrim nya hingga membuat eskrim nya belepotan di hidung Lia.


"Bunda ih, kan jadi belepotan gini" gerutu Lia sambil mengelap bekas eskrim di hidungnya


Bunda tertawa karena wajah Lia yang tampan kesal dengan eskrim yang masih menempel di hidungnya.


"Orang yang seumuran mama itu biasany udah ngelapin eskrim di wajah cucu nya. Lah ini bunda masih aja mgelapin anak bunda"


Ucap bunda sambil mengelap hidung Lia dengan tisu


"Bunda.... Mulai deh" seru Lia


"Bunda udah kepingin punya cucu, tapi jangan kan cucu. Menikah saja anak bunda kalo di tanya jawabannya selalu 'masih belum kepikiran bunda' Gitu... Terus. Padahal bunda itu sudah sering banget mimpi kamu punya anak cowok" ucap bunda


Lia mengangguk sambil lanjut memaknai eskrim nya "Ya ya ya, bunda terus aja minta cucu. Bunda yang sabar dong pasti nanti Lia bakalan kasih cucu cowok dan cewek sekaligus" ujar Lia


"Kapan???"


"Ya.... Tunggu Lia punya suami dulu lah bun"


"Iya maksud bunda kapan kamu mau nyari suami, nunggu bunda sampe tua?"


"Ya ngak lah bun. Bunda ga boleh tua sebelum Lia nikah dan punya anak sampe anak anak Lia pada besar semuanya"


"Haduh Lia Lia. Kalo kelamaan biar bunda aja deh yang cariin kamu suami, ya"


"Bunda, ga mau ah. Ini kan udah jaman modern, Lia mau cari sendiri. Bunda pokoknya yang tenang dan sabar, yang penting bunda selalu doain Lia. Udah itu udah cukup"


Bunda mencubit pipi Lia sambil tersenyum bahagia waktu itu


Flash Back off


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2