
Setelah merasa lebih tenang, Viona kembali bertanya "Ada apa sama papa ma?"
"Papa Vio, papa...."
"Papa kenapa ma, mama bilang dong sama Vio. Ada apa sama papa?"
"Papa udah..." Mama Viona tak sanggup melanjutkan perkataannya dan kembali menangis
"Mama, ada apa sama papa. Jawab Vio ma!"
Karena mama nya tetap diam dan terus menangis, Viona beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar papa nya.
Betapa terkejutnya Viona melihat kain outih yang menutupi brangkar tempat papa nya di rawat.
Lutut nya seketika lemas tak bertenaga, kakinya bahkan serasa tidak lagi bisa menopang tubuhnya untuk berdiri.
Perlahan Viona melangkah mendekat dan memegang kain putih itu.
Dengan pelan ia membukanya untuk melihat, Deg....
Jantung Viona seakan berhentu sekian detik tatkala ia melihat wajah pucat di balik kain putih itu.
Bagaimana tidak, papa nya kini sudah terbaring kaku dengan wajahnya yang sudah pucat memutih.
"Papa....." Teriak Viona
Tangis nya langsung pecah seketika, teriakannya membuat mama terkejut dan berlari menghampiri nya.
Viona memeluk jasad pak Surya dan menggoyang goyangkan tubuhnya.
Sambil menangis dan terus memanggilnya Viona mencoba membangunkan papa nya.
"Papa bangun, pa. Mana mungkin papa tega meningglkan aku sama mama. Papa, maafin Vio, Vio masih belum bisa menjadi anak kebanggaan papa. Papa...."
Viona dan mama nya menangis di samping jasad pak Surya.
Hari ini terasa bagaikan tersambar petir di siang bolong bagi Viona dan mama nya.
Mereka menangis karena masih tidak rela jika pak Surya meninggal.
Sebelum Viona datang, dokter sudah melakukan upaya untuk menyelamatkan pak Surya.
Pak Surya mengalami serangan jantung mendadak hingga membuatnya merenggut nyawa.
Bagaimana tidak, perusahaan satu-satunya akan di sita.
Sebelum nya pak Surya memiliki berbagai macam busnis dan usaha.
Namun beberapa tahun belakangan ini perusahaan nya mengalami banyak masalah hingga membuat pak Surya harus menjual beberapa usahanya yang lain.
__ADS_1
Saat ini memang hanya ada 1 usaha miliknya, yaitu hanya perusahaan itu.
Kini satu-satunya usaha miliknya hancur dan membuat dirinya juga begitu hancur.
Kini pak Surya sudah meninggal dunia, Viona kini menjadi yatim dan mamanya harus mau menyandang status barunya, yaitu janda.
Mereka kini harus segera mengurus pemakaman pak Surya.
Kini jenazah pak Surya sudah selesai dengan segala proses sebelum pemakaman.
Dan saat ini jenazah akan segera di bawa ke tempat pemakaman umum menggunakan mobil jenazah.
Di perjalanan ke pemakaman, Viona mengabari Agil tentang kematian papa nya.
Agil yang sedang berada di club terkejut.
Kabar dari Viona ini membuat Agil sedih sekaligus senang.
Sedih karena ini adalah kabar kematian, senang karena niatnya untuk menguasai harta keluarga Viona semakin gampang.
Karena mengingat penghalang restu dari hubungannya dengan Viona adalah pak Surya.
Segera Agil pergi menuju tempat pemakaman di temani juga oleh beberapa temannya.
Agil sampai sebelum jenazah pak Surya tiba.
Prosesi pemakaman pul berlangsung, Viona dan mamanya terus menangis di samping liang lahat yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir pak Surya.
Agil mendekati Viona dan berdiri di sisinya.
Viona menyandarkan kepalanya di bahu Agil sambil terus menyaksikan pemakaman papa nya.
Setelah jasad pak Surya terkubur di dalam tanah, semua pelayat menaburkan bunga di atasnya, begitu juga dengan Viona dan mamanya.
Kini semuanya sudah berubah.
Viona dan mama nya harus bisa menerima pahitnya hidup ke depannya tanpa adanya pemimpin keluarga.
Satu persatu para pelayan pun mulai pergi meninggalkan pemakaman.
Kini hanya ada Viona dan mama nya, juga Agil dan beberapa temannya.
Setelah mengucapkan bela sungkawa teman teman Agil pun pergi, sedangkan Agil tetap di sana menemani Viona.
Viona berusaha terlihat tegar di hadapan mamanya.
Viona lalu mengajak pulang mamanya yang kini sudah terlihat lemas.
Agil mengantar Viona dan mama nya ke rumah dengan mengemudikan mobil Viona.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Viona, mama Viona langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya.
Viona duduk di ruang tamu bersama Agil, ia duduk termenung karena ia masih seperti tidak percaya dengan kepergian papa nya.
Sedangkan Agil, matanya menyapu seluruh ruangan.
Pikirannya mulai berimajinasi
"Akhirnya penghalang terberat ku untuk menjadi penguasa di rumah ini sudah pergi. Tinggal beberapa langkah lagi untuk aku bisa benar-benar menjadi raja di rumah ini" batin Agil
Viona meminta Agil untuk tinggal di sana selama beberapa hari, untuk menemaninya melewati masa duka nya.
Dengan senang hati Agil mau
"Bukaj hanya beberapa hari sayang, selamanya aku mau tinggal di sini" batin Agil.
*****
Di rumah Lia
Setelah beberapa hari di rumah di sini, Lucas dan Lia kini akan pergi ke rumaj Lucas di Surabaya.
Tak ada lagi alasan untuk Lia tinggal di rumah itu, kini ia wajib mengikuti kemanapun suaminya pergi.
Bi Ina merasa sedih karena harus beroisah dengan Lia, namun ia juga sangat bahagia karean Lia akan hidup bahagia bersama suaminya.
Lia tidak menjual rumah nya, ia membiarkan bi Ina tinggal di sana bersama suaminya untuk tetap merawat rumah ini agar tetap bagus, bersih dan rapi.
Suami bi Ina juga sudah lama menjadi tukang kebun di rumah ini sebelum bi Ina kerja di sini.
Hari ini setelah Lia selesai mengemasi barang-barang nya ia pun bersiap untuk pergi.
Di ruang tamu bi Ina dan suaminya sudah menunggu.
Lia dan Lucas turun dan hendak berpamitan.
"Non Lia, terima kasih telah mengijinkan saya dan untuk tetap tinggal di sini" kata bi Ina
"Iya bi, bi Ina sudah Lia anggap seperti keluarga Lia sendiri. Tolong jaga dan rawat rumah ini seperti masih ada aku dan bunda."
"Pasti non. Semoga runah tangga non Viona tetap selalu bahagia, sejahtera dan langgeng untuk selamanya"
"Aamiin... Sekarang Lia pamit ya, jaga kesehatan kalian. Lia pasti akan sering berkunjung ke rumah ini terutama saat Lia merindukan bunda"
Lia dan Lucas pun pergi ke Surabaya.
Sedih karena akan meninggalkan rumah yang penuh kenang, tapi juga bahagia karena ia bisa tinggal bersama suaminya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1