
Setelah keluar dari salon mereka akan pergi untuk melakukan photo shoot maternity.
Mereka sengaja memilih saat usia kandungan sudah besar agar perut Lia tampak seksi saat di foto.
Dengan mobilnya mereka langsung menuju lokasi, wajah dan tubuh yang sudah segar pun berseri.
"Mas, nanti sebelum pulang kita mampir ke mall dulu ya"
"Emangnya kamu ga cape?" tanya Lucas dengan menggenggam tangan nya
"Ngak, aku semangat malah. Kan kamu udah janji akan belikan semua perlengkapan baby twins kita saat usianya sudah 8 bulan" ujar Lia
"Iya iya, aku ingat kok. Ya sudah habis photo shoot kita langsung ke mall"
Lia tersenyum bahagia sambil mengusap perutnya.
Rasa bahagianya tersalurkan pada kedua janinnya, mereka menendang perut Lia berulang kali hingga membuat perutnya seperti akan pindah ke samping.
"Au... Mas, coba kamu lihat...."
Lucas mengelus perut Lia dan di balas tendangan dadi dalam.
"Hei... anak papa bahagia banget ya mau di ajak belanja?" ucap Lucas pada perut Lia
"Kayaknya iya deh mas, dia juga udah ga sabar" sahut Lia
"Sabar ya sayang. Jangan terlalu keras menendang perut mama mu ya, jangan buat mama mu merasa sakit karena tendangan mu. Oke..."
Lucas mengemudi dengan pelan agar tidak membuat goncangan bagi kandungan istrinya.
Tak lama mereka pun sampai di lokasi pemotretan, orang-orang di sana langsung membantu Lia dan Lucas untuk bersiap.
Mereka memilih untuk menggunakan 3 tema yang berbeda.
__ADS_1
Saat sesi pemotretan terakhir Lia sudah merasa capek dan minta untuk menyudahi pemotretan nya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Lucas khawatir karena Lia yang langsung duduk di sampingnya saat pemotretan berlangsung.
"Aku capek mas, udahan ya" rengek nya
Lucas tersenyum lalu memegang pipi tembam nya lalu mencium keningnya "Ya udah, kita sudahi photo shoot nya ya"
Lia mengangguk setuju lalu pergi untuk mengganti pakaian nya.
"Mas..." panggil Lia dengan manja
"Apa sayang, ada apa" sahut Lucas yang masih ada di dalam kamar ganti
"Aku lapar..."
Lucas keluar dan duduk di sampingnya
"Mau makan di mana?"
Tapi Lucas selalu mengingatkan dia untuk menjaga porsi nutrisi yang ia makan.
"Kita makan di pinggir jalan yuk mas, aku pingin makan lalapan. Lele, gurame bakar, sate ayam, bebek panggang dan minumnya aku mau es jeruk sama__"
"Shu...t...." Lucas meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Lia
"Semuanya kamu boleh makan, apapun. Asal semua itu sehat dan baik buat kamu dan kedua calon bayi kita" lanjutnya
Lia tersenyum lalu mengambil tasnya dan menarik tangan Lucas mengajaknya keluar.
Rasa laparnya sudah membuatnya tidak sabar dan bayangan makanan sudah terbayang-bayang di otaknya.
Begitu sampai Lucas membantu membukakan pintu mobil untuk Lia.
__ADS_1
Lia semangat Lia memesan semua menu makanan yang ada di sana lalu duduk menanti dengan tidak sabar.
Suara keramaian dari kendaraan yang berlalu lalang, angin yang menerpa menyibakkan rambutnya menjadi daya tarik bagi Lia untuk menyukai tempat makan pinggir jalan.
Tak perlu menunggu lama makanan pun datang.
Dengan segera Lia menyantap satu persatu dengan sangat lahap.
Lucas memperhatikan wajah istrinya dan dia sangat bahagia.
Tapi pada akhirnya seperti biasa, dari semua makanan yang ia pesan pasti ada saja yang tidak ia makan dan akhirnya Lucas lah yang harus memakannya.
Kini mereka pulang tanpa mampir dulu ke mall karena Lia sudah merasa capek.
Perutnya yang sudah kenyang membuat Lia tak bisa menahan kantuknya.
Ia menguap berulang kali karena saking mengantuk nya.
"Aku ngantuk mas" ujarnya
"Bagaimana tidak mengantuk, tadi kamu makannya banyak banget" sahut Lucas
"Aku istirahat dulu ya mas, kalo udah sampe rumah bangunin"
"Iya sayang, istirahat lah" ucap Lucas sambil mengelus kepala Lia
Tak butuh waktu lama Lia pun langsung tertidur pulas.
Lucas tetap fokus mengemudi agar segera sampai di rumah, namun ia merasakan ada keanehan di mobilnya.
Lucas yang hendak mengisi bahan bakar dan menghentikan mobilnya namun remnya tidak berfungsi.
"Ada apa ini? Kenapa rem nya tidak berfungsi?" batin Lucas
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️