
Elda membawa Lia keluar untuk menemui Lucas yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Lucas di buat terpana oleh kecantikan Lia, dengan balutan kebaya putih dan siger yang indah menghiasi kepalanya.
Lia duduk di samping Lucas dan mencium tangannya, lalu Lucas mencium keningnya.
Mereka lalu menandatangani buku nikah.
Selesai akad kini waktunya untuk mengabadikan momen dengan foto foto.
Dan para tamu pun di persilahkan untuk menikmati hidangan.
"Selamat ya kak, sekarang kamu sudah resmi menjadi suami Lia. Semoga kalian langgeng, jadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah" Elda memberi ucapan selamat dan di sambut pelukan oleh Lucas.
Begitu pun dengan Lia, Elda memberikan selamat dan juga buket bunga.
"Selamat juga buat kamu. Sekarang kamu bukan lagi teman ku, melainkan kakak ipar. Eh enakny aku panggil kamu apa ya, ga mungkin kan aku panggil kamu Lia?"
"Aku sih ga masalah kamu mau manggil aku apa, yang pasti jangan jadi adik ipar yang kayak di sinetron sinetron itu, aku ga mau di jahatin" ujar Lia
Elda dan Lucas kompak tertawa.
"Ya ga mungkin lah, kalo aku jahatin kamu. Nih orang yang langsung turun tangan"
Elda menepuk pundak Lucas
Romi pun juga memberi ucapan selamat pada bos nya.
"Selamat tuan, pernikahan yang anda harapkan kini sudah terwujud. Semoga langgeng selamanya"
"Terima kasih, setelah ini aku akan memberi mu bonus"
"Terima kasih tuan"
"Wah enak ya, Romi kakak kasih bonus lalu bagaimana dengan diriku, hm....?" Sela Elda
"Tenang, aku juga udah siapkan bonus untuk kamu juga" jawab Lucas
"Nah gitu dong...."
Mereka pun berfoto bersama.
Saat sedang asyik mengabadikan momen dengan berfoto, hp Elda berdering.
"Papa, mama...." Panggil Elda begitu menjawab video call dari orang tuanya.
Dika dan istrinya menelfon untuk menanyakan bagaimana tentang pernikahan Lucas
"Semuanya berjalan dengan lancar pa, ma. Ya walaupun sempat ada sedikit kendala" ujar Elda
"Kendala, kendala apa nak?"
"Ya biasa lah ma, namanya juga orang mau nikah pasti ada aja masalahnya. Tapi sekarang kakak sudah sah menjadi suami dari Lia"
"Syukurlah, sekarang Lucas di mana? Mama sama papa mau ngomong sama dia"
__ADS_1
"Itu kakak lagi foto-foto. Oh ya kalian ada di mana, apa ga takut ketahuan sama om Arman?"
"Ngak sayang, kami ada di kantin. Dan om Arman sekarang lagi istirahat di kamar"
"Itu kakak udah selesai foto fotonya, aku kasih ke kakak ya hp nya biar kalian bisa ngomong langsung"
Elda menyerahkan hp nya pada Lucas dan membiarkan mereka mengobrol sedangkan dirinya pergi untuk mengambil makanan karena perutnya sudah sangat terasa lapar.
"Halo paman, bibi" sapa Lucas
"Halo nak bagaimana dengan pernikahan mu, lancar?"
"Iya paman, semuanya berjalan lancar"
"Selamat ya nak, semoga pernikahan mu selalu bahagia dan sejahtera selamanya" sambung bibi nya
"Iya bi, aamiin..."
"Oh ya, di mana pengantin wanita mu. Paman sama bibi mu mau lihat, wanita seperti apa yang mampu menaklukkan diri mu"
Lucas lalu mengarahkan kameranya pada Lia, dan dengan senyumnya yang manis Lia menyapa mereka. "Hai om, tante..."
"Hai, oh ini yang namanya Lia. Kamu cantik banget nak..." Puji mama nya Elda
"Terima kasih tante"
"Pantas saja kalau Lucas ngebet buru-buru mau nikah, orang wanitanya cantik begini" sambung Dika
Lia semakin tersipu malu karena selalu di puji.
"Papa di mana bi?" Tanya Lucas
Paman dan bibi menjanjikan hadiah untuk pernikahan mereka tapi akan di berikan saat sudah pulang ke Indonesia bersama pak Arman.
*****
Lucas dan Lia kini sedang berbahagia karena sudah resmi menikah, sedangkan Viona sedang gelisah dan pergi menemui Agil di tempatnya.
Viona menceritakan bagaimana marahnya seorang Lucas pagi tadi.
Viona yang awalnya percaya diri kini menjadi sedikit takut kalau Lucas akan menghukumnya.
"Tenang sayang, tenang. Lucas ga mungkin berbuat nekat sama lo. Kalo sampe dia berani macem-macem sama lo, tinggal lo ancam saja dia kalau lo akan mengadukannya pada pak Arman" kata Agil
"Sepertinya ancaman itu sudah tak lagi bisa membuat Lucas gentar. Dia pasti tidak akan mengampuni gue"
"Ga mungkin sayang, buktinya lo sekarang baik-baik aja kan..."
"Heh, lo pikir Lucas gue aman sekarang karena Lucas maafin gue, ngak. Dia tadi buru-buru pergi karena ada hal yang lebih penting"
"Hal penting, apa?"
"Ya mana gue tau Agil. Itu ga penting, yang penting sekarang bagaiman nasib gue kedepannya"
"Udah lah, ga usah terlalu di pikirin. Toh Lucas sekarang ga ada di rumah. Lo nginep di sini aja biar pikiran lo lebih tenang, gue udah kangen berat sama lo"
__ADS_1
"Bisa bisanya lo bilang kangen kangenan, gue lagi panik ini" Viona mengambil rokok milik Agil dan hendak menyalakannya.
Tapi Agil mengambil rokok dari tangan Viona
"Shut... sini, gue bantu hilangin beban pikiran lo"
ucap Agil sambil mendekatkan wajahnya pada Viona.
Agil mengecup mesra bibir Viona, Viona awalnya menolak karena sedang tidak mood.
Namun karena Agil tetap menciuminya Viona akhirnya menikmati juga permainan bibir dari Agil.
Agil memeluk mesra Viona dan menggendongnya ke atas kasur.
Agil berhasil menghidupkan kembali hasrat Viona dan melupakan bebannya.
Layaknya sepasang suami istri, mereka sudah biasa melakukan hubungan intim.
Viona dan Agil sama-sama menikmati, hingga mereka lupa dengan semua masalahnya.
Viona memutuskan untuk tetap tinggal di sana sampai ia merasa tidak takut lagi untuk bertemu Lucas.
*****
Di rumah Lia
Kini acara sudah selesai, semua tamu pun sudah pergi dan hanya tersisa orang rumah saja.
Lucas meminta Romi untuk pulang dan mengurus kantor, karena Lucas masih akan tinggal di sini selama beberapa hari ke depan.
Begitu pun Elda, karena besok dia sudah kembali bekerja malam ini dia juga akan pulang.
Lucas meminta Romi untuk pulang bersama Elda, karena Lucas khawatir jika Elda harus pulang sendirian.
Malam itu Lucas dan Lia mengantar Elda dan Romi hingga di teras rumah.
"Hati-hati bawa mobil nya Rom" kata Lucas
"Siap tuan"
Elda berpamitan dan memeluk Lia dengan erat.
"Jangan lupa hukuman kakak malam ini" bisik Elda di telinga Lia
Lia langsung mencubit hidung Elda dan membuat Elda meringis
"Kamu nakal ya" ucap Lia
"Aduh, sakit tau"
"Kenapa sih" tanya Lucas penasaran
Lia dan Elda kompak menjawab "Kepo"
Romi yang menunggu di mobil menahan senyum karena tuannya di kerjain.
__ADS_1
Setelah itu barulah Elda dan Romi pergi.
☀️☀️☀️☀️☀️