Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 86


__ADS_3

"Berapa total dari tamu yang akan kamu undang?" tanya pak Arman


"Ga banyak kok pa, kayaknya ga sampe 500 undangan deh"


"Itu hanya kamu ambil orang-orang pentingnya saja?"


Lucas mengangguk sambil membaca nama dari teman papa nya


"Undang juga teman-teman Lia sebanyak mungkin, agar semua orang tau kalau anak papa ini menikah dengannya. Kalau perlu siarkan langsung di tv dan media sosial lainnya. Papa ga mau menantu papa di bilang wanita simpanan" ujar pak Arman


Lucas tersenyum karena terlihat jelas bagaimana papa nya sangat menyayangi istrinya seperti anaknya sendiri.


"Papa tenang aja, rumor seperti itu tidak akan lagi beredar di masyarakat. Teman-teman Lia juga di undang kok pa, tapi ya ga banyak. Soalnya Lia ga punya terlalu banyak teman"


"Ya ga papa, yang penting resepsi ini bisa membuat nama baik kamu, istri kamu dan perusahaan kembali bersih"


"Papa ga perlu lagi khawatir kan soal itu, dalang dari tersebar nya rumor itu sudah berhasil di tangkap oleh polisi, dan sekarang dia sudah ada di dalam sel tahanan" jelas Lucas


Pak Arman kini bisa bernafas dengan sangat lega.


Semua sosial media kini mengabarkan tentang Viona yang merupakan dalang dari rumor itu.


Nama Viona kini mejadi trending dan wajah nya mulai terpampang di berbagai artikel tentang pencemar nama baik.


"Oh ya, istri kamu sama Elda kok belum pulang? Ga coba kamu telfon?"


"Papa tenang aja, aku udah telfon Lia tadi katanya udah mau pulang. Mungkin sebentar lagi mereka sampe"


Dan benar saja, begitu selesai Lucas berkata suara mobil datang terdengar di telinga.


Langkah kaki dari keduanya kini sudah mulai terdengar dan tak lama mereka pun membuka pintu.


"Itu mereka udah pulang pa" ucap Lucas dengan matanya yang menatap ke arah pintu.


Pak Arman menoleh dan Elda langsung berlari untuk duduk di sampingnya.


Sedangkan Lia langsung duduk di samping Lucas.


"Udah selesai?" Tanya pak Arman


"Belum om, wah ini aku baru pertama kalinya datang lagi ke butiknya nya Lia setelah beberapa tahun ga kesana. Wah... Ok tau sebagus apa semua rancangan menantu om? Wah... Sungguh aku sendiri sangat takjub om"


Ungkap Elda dengan semangat


Pak Arman tersenyum sambil mencubit pipi Elda


"Om ga heran, karena anak om pasti tidak akan memilih istri yang biasa saja"


Lia tersenyum memdengar itu.

__ADS_1


Pak Arman juga ingin tau seperti apa gaun yang akan Lia kenakan nanti.


Dengan semangat Elda memperlihatkan gambar dari hp nya.


Sama seperti nya pak Arman juga takjub dengan indahnya gaun itu.


"Oh ya om, aku lupa nelfon mama sama papa. Mereka akan datang kapan?" Tanya Elda


"Kalo ga salah lusa. Soalnya kalo besok papa kamu masih ada acara gitu"


Lucas mencubit pipi Elda agar wajahnya berhadapan dengan dirinya


"Nanti pas acara resepsi ku, aku hanya membolehkan tamu undangan datang dengan membawa pasangan. Karena kamu tidak punya pasangan, jadi kamu..."


Plak...


Pukulan dari tangan Elda mendarat dengan sempurna di paha Lucas.


Lia sampai terkejut karena kerasnya suara pukulan itu, begitu pun dengan pak Arman.


Namun beliau tidak terkejut karena pemandangan seperti itu sudah biasa baginya.


Seketika Lucas melepaskan tangannya dari pipi Elda dan mengusap pahanya yang terasa kebas.


Elda terus menatap mata Lucas seakan ia ingin melahapnya saat itu juga.


Sedangkan Lucas meski pahanya terasa sakit ia masih bisa tertawa melihat wajah marah dari adiknya itu.


"Ya, dan anda kalo ngomong juga ga kira-kira!" Balas Elda


"Loh, kok marah sih. Aku kan cuma-"


Elda langsung melempar bantal kecil yang ada di sofa itu pada Lucas lalu merengek pada pak Arman


"Om, tuh lihat anak mu. Sumpah ya udah punya bini tapi masih aja gitu" rengek nya pada pak Arman


"Sudah sudah, kalian ini apa apaan sih udah pada besar masih aja berantem mulu. Lucas udah jangan ngecengin Elda terus, kamu juga udah besar cari pacar sana"


Elda yang awalnya tersenyum karena mendapat pembelaan dari om nya seketika langsung berubah ekspresi saat mendengar kalimat terakhir dari om nya.


Rupanya pak Arman juga ngecengin Elda untuk segera mencari pacar.


"Ih... Kalian tuh ya. Ga bapak ga anak ga mantu juga sama-sama tukang julid" Elda lalu beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya.


Semua yang ada si sofa tertawa melihat Elda, termasuk Lia.


Lucas melirik ke arah Lia yang masih tertawa "Kok Elda ngomong gitu, emang?..."


Lia mengangguk sambil menutup mulutnya karena tertawa "Iya mas, tadi di mobil aku godain dia karena belum punya pasangan. Eh pas udah pulang kamu sama papa malah juga godain dia. Dia pasti kesel banget tuh mas seharian di cengin mulu" jelas Lia

__ADS_1


Pak Arman semakin tertawa mendengar itu dari Lia. "Sudah biarkan saja, dia kalo marah ga pernah lama-lama. Nanti pas makan malam dia pasti udah senyum lagi" kata pak Arman


Ya, Elda menjadi anggota paling muda di keluarga itu memang terkenal karena sifatnya yang mudah marah namun juga mudah untuk memaafkan.


Sebab itu dia sering menjadi bahan iseng keluarga saat sedang kumpul bersama.


Tapi meski begitu Elda adalah kesayangan semua anggota keluarga.


Elda meski memiliki paras yang cantik dan popularitas yang tinggi tidak pernah terbesit dalam pikiran nya sedikitpun berniat untuk mempunyai pacar.


Dia hanya ingin mempunyai hubungan hanya dengan laki-laki yang akan menjadi suaminya kelak.


Karena Elda lebih tertarik pada taaruf dari pada dengan pacaran.


Dan dugaan pak Arman benar, saat makan malam Elda turun dari kamarnya dengan bibir yang tersenyum manis.


Lia dan Lucas yang sudah duduk di meja makan lebih dulu memerhatikan kedatangan Elda dari sana.


"Malam semuanya..." Sapa Elda dengan ceria lalu menarik kursinya.


Semua tersenyum pada Elda dan memulai makan malam.


Lia memandang Elda yang sedang asyik menyantap makanan di atas piring nya.


"Ternyata benar kata papa, Elda memang mudah marah tapi mudah juga memaafkan. Meski marah pun wajahnya tetap lucu. Semoga kelak Elda bisa mendapat kan seorang suami yang sangat sayang dan cinta sama dia, juga bisa menghormati dan menjaganya hingga tua nanti" batin Lia


"Kenapa senyun senyum gitu?"


Tanya Elda pada Lia


Lucas dan pak Arman pun juga langsung menoleh pada Lia.


Lia menggeleng lalu tersenyum "Kamu cantik kalo lagi ceria gini" pujia Lia


Tingkat kepercayaan diri Elda langsung memuncak, bahkan ia salah tingkah dan juga senyum senyum sendiri.


"Ngapain kamu muji muji dia cantik, dia jelek" saut Lucas


Wajah Elda seketika langsung berubah masam.


"Mas... Sudah. Jangan terus menggoda Elda, kasian dia seharian di bikin marah terus" kata Lia


"Tuh dengerin tuh kata istri kakak. Kalo besok fan seterusnya kakak masih suka ngecengin aku, aku ga bakal bantuin lagi untuk persiapan resepsi kalian"


"Oke, aku akan berusaha" kata Lucas


Elda megangguk dan kembali makan


"Tapi aku ga janji" lanjut Lucas dengan berbisik di telinga Elda

__ADS_1


Dan ya, yang terjadi seperti biasa. Elda kembali memukuli Lucas hingga ia merasa puas.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2