
Pak Arman langsung memberikan kabar dari kehamilan menatunnya itu pada adiknya, Dika yang ada di Bali.
Kabar baik itu di sambut dengan air mata bahagia dari Dika dan istrinya, melalui panggilan video call mereka saling memberi kabar.
Elda saat ini tidak ada di rumah karena ia sedang ada di luar kota.
"Selamat ya kak akhirnya sebentar lagi kakak akan menjadi seorang kakek" ucap Dika
"Ya setelah sekian lama menunggu akhirnya tidak lama lagi suara tangisan bayi akan menggema di rumah ini" kata pak Arman
"Ya ya ya, siap siap aja kakak akan di jadikan kuda-kudaan sama cucunya nanti" sambung mama Elda
"Aku tidak masalah, semua akan aku lakukan demi cucu ku nanti"
"Ingat bukan hanya papa yang akan jadi kakek, paman juga. Bibi akan jadi nenek" Timpal Lucas yang tiba-tiba muncul di layar hp
"Oh, iya juga ya hahaha...."
Semua pun tertawa.
bi Narsih yang mendengarkan percakapan mereka pun ikut karena bahagia.
Kabar tentang kehamilan Lia pun dengan cepat menyebar, bahkan ketika di kantor semua karyawan nya dengan kompak memberikan karangan bunga dengan ucapan selamat Lucas dan istrinya.
Sebagai tanda syukur atas kehamilan istrinya, Lucas menyuruh Romi untuk memberikan bonus pada gajian di bulan ini untuk semua karyawan nya tanpa terkecuali.
Banyak media yang juga mulai memberitakan tentang itu.
__ADS_1
Lucas di kantor menyelesaikan dengan cepat semua pekerjaannya agar bisa lekas pulang dan bertemu dengan istrinya.
Setiap malam Lucas selalu mengelus perut Lia dan mengajak berbicara janinnya yang ada di dalam perut Lia.
Jam 2 siang Lucas hendak pulang dari kantor namun saat hendak masuk ke lift Romi memanggilnya.
"Maaf tuan. Apa tuan hendak pulang?" Tanya Romi
Lucas menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Romi "Iya, kenapa?"
"Maaf tuan, klien kita yang dari Bali ingin memajukan meeting hari ini"
"Kenapa?" tanya Lucas dengan mengangkat alisnya
"Karena besok mereka akan kembali ke Bali, jadi meeting besok menjadi hari ini"
"Kapan meeting nya akan di mulai"
"15 menit lagi tuan, mereka sedang dalam perjalanan"
"Baiklah, siapkan semuanya" ucap Lucas lalu kembali ke ruangannya
*****
Elda hari ini datang ke rumah tanpa memberi kabar sebelumnya.
Dengan sengaja karena ia ingin memberikan kejutan kedatangan dirinya pada Lia.
__ADS_1
Dengan membawa paper bag besar di tangannya Lia melangkah masuk.
Pak Arman yang sedang duduk di depan TV di buat terkejut karena tidak mendengar suara apapun Elda tiba-tiba ada di depannya.
"Elda, kapan kamu datang?"
"Shuutt...." Elda meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya meminta pak Arman untuk tidak bersuara keras
Elda duduk di samping pak Arman lalu mencium tangannya "Om jangan keras-keras suaranya" bisik Elda
"Kenapa?"
"Aku sengaja datang ke sini ga bilang bilang karena mau kasih kejutan buat Lia"
"Jangan kamu buat menantuku terkejut, itu bahaya buat janin di dalam kandungannya"
"Ya ampun om, tenang aja kali. Yang di dalam perut Lia itu bukan hanya cucu om aja tapi keponakan aku juga"
Pak Arman tersenyum lalu mengangguk "Eh itu kamu bawa apa?" tanya pak Arman dengan menunjuk paper bag yang Elda bawa.
"Oh ini buat Lia om, hadiah dari aku. Lia ada dimana?"
"Ada di kamarnya, terus hadiah buat om mana?" pinta pak Arman dengan menadahkan tangannya
"Hm... Hadiah buat om itu tunggu beberapa bulan lagi ya" kata Elda lalu berlari menaiki tangga untuk menemui Lia di kamarnya.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1