Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 56


__ADS_3

Lia yang juga di selimuti rindunya membalas serangan Lucas dengan lihai.


Kini mereka saling melepas rindu hingga bermandikan keringat di bawah selimut nya.


Setelah puas bermain di bawah selimut, kini mereka mengakhiri permainan nya.


Lelah dan lemas menjadi satu dengan nafas mereka yang terengah-engah.


Lucas dan Lia kini sama-sama tepar karena kelelahan.


Sambil terus saling memeluk mereka pun terlelap.


*****


Di rumah sakit


Saat pak Surya baru bangun tidur, ia membuka matanya dan langsung melihat 2 orang dengan pakaian yang rapi berada di depannya


2 orang itu sudah sejak tadi menunggunya.


"Kalian siapa? Ada apa kalian kemari?" tanya pak Surya


"Kami adalah petugas dari bank. Kami mendapat perintah untuk menagih semua hutang-hutang bapak"


"Apa kalian tidak lihat bagaimana kondisi saya saat ini! Di mana letak rasa kemanusiaan kalian, hah?" Bentak pak Surya


Istrinya kini baru datang dari kantin, mam Viona terkejut karena ada 2 orang yang tidak ia kenal, juga dengan suaminya yang tampaknya sedang marah.


"Kalian siapa?" Tanya mama Viona


2 orang itu menunjukkan id card nya.


Mama Viona yang awalnya berpikir mereka adalah orang suruhan Lucas untuk menghabisi suaminya bisa sedikit bernafas lega karena dugaan nya salah.


"Jika bapak tidak bisa melunasi hutang bapak, maka terpaksa hari ini juga kantor bapak kami segel"


"Hei, apa apaan kalian mau main segel kantor saya. Saya pasti bayar semua hutang saya, tapi tidak sekarang"


"Ga bisa, kalo kalian sampai macam-macam saya pasti akan melaporkan kalian" ancam pak Surya


"Permisi"


2 orang itu langsung pergi tanpa menghiraukan ancaman pak Surya.


Pak Surya terus berteriak mengancam


"Pa, sudah. Jangan hiraukan mereka, mereka tidak bisa menyegel perusahaan kita begitu saja, papa tenang pa"


Pak Surya menepis tangan istrinya dan langsung memarahinya


"Tenang? Tenang mama bilang. Bagaimana papa bisa tenang perusahaan yang aku bangun dengan jerih payah kini sudah hancur.


Ini semua gara-gara Lucas dan Arman. Aku harus membuat perhitungan dengan mereka, mereka harus-"


Hari ini pak Surya bangun dari tidurnya dan terkejut karena ada 2 orang dengan pakaian yang rapi berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Belum selesai pak Surya dengan kemarahan nya dadanya mulai terasa sakit.


Pak Surya memegangi dadanya yang kini mulai terasa sesak.


Matanya melotot saking sakitnya dadanya saat ini.


"Dokter, dokter.... Tolong suami saya dok..."


Mama Viona langsung menekan tombol darurat sambil berteriak memanggil dokter.


Tak lama dokter pun datang dan langsung mengecek kondisi pak Surya.


Suster lalu meminta mama Viona untuk menunggu di luar agar pak Surya bisa di tangani dengan baik oleh dokter.


"Tolong selamatkan suami saya dok, tolong. Jangan biarkan apapun terjadi pada nya, saya mohon...."


"Baik bu, biarkan dokter memeriksa kondisi pasien sementara itu silahkan ibu tunggu di luar"


Dengan perasaan cemas dan gelisah mama Viona duduk sendirian di depan kamar.


Berharap tidak ada hal buruk terjadi pada suaminya.


Ia lalu menelfon Viona


"Halo sayang, kamu di mana?"


"Halo ma, ada apa? Kenapa suara mama seperti sedang panik gitu?" Tanya Viona dari seberang telfonnya


"Papa Vio, papa...."


"Papa, ada apa sama papa ma. Papa kenapa?"


"Iya iya, mama tenang aja Vio akan langsung pergi ke rumah sakit sekarang. Mama tenang ya, Vio langsung berangkat sekarang"


"Iya, mama tunggu" ucap mama Viona lalu mematikan telfonnya.


Viona yang saat ini masih ada di kontrakan Agil langsung bergegas untuk pergi ke rumah sakit.


Agil yang baru keluar dari kamar mandi bingung karena Viona tampak cemas.


"Ada apa sayang? Kenapa lo seperti sedang cemas begini?"


"Papa Gil, gue harus buru-buru ke rumah sakit sekarang"


"Pak Surya, ada apa dengannya?"


"Ga tau, gye ga tau papa kenapa. Barusan mama nelfon minta aku untuk cepet cepet ke rumah sakit. Gue takut papa kenapa-kenapa Gil"


Agil melempar handuk kecil nya ke kursi dan mendekati Viona.


Dengan memegang kedua bahu Viona, Agil mencoba menenangkannya.


"Udah, lo jangan mikir yang aneh aneh. Bokap lo pasti baik baik aja, percaya deh sama gue. Mau gue antar ke rumah sakit?"


"Ga usah deh, gue pergi sendiri aja. Nanti kalo papa sampe lihat lo ada di sana yang ada kamu malah di amuk sama papa"

__ADS_1


"Ya udah, kalo gitu lo hati hati ya" ucap Agil lalu mencium kening Viona


"Gue pergi dulu, bye.."


Viona keluar dari kontrakan Agil dan langsung pergi menuju rumah sakit.


Agil memakai bajunya dan langsung pergi juga, bukan untuk menyusul Viona melainkan untuk pergi ke club bersama teman-teman nya.


Agil memilih bersenang-senang di sana dari pada harus pusing-pusing mikirin orang tua Viona.


Toh itu ga penting baginya, karena tujuan Agil memacari Viona hanya untuk menikmati hartanya saja.


Sesampainya Agil di club, teman temannya menanyakan keberadaan Viona.


"Napa akhir akhir ini lo sendiri terus, kemana Viona?" Tanya Gilang


"Biasa, dia lagi sibuk ngurusin bokapnya di rumah sakit"


"Bokap Viona sakit? Sakit apa?"


"Ya mana gue tau Lang, lu kepo amat"


"Ya bukannya gitu, lo kan pacarnya bukannya nemenin dia ke rumah sakit malah milih main ke sini lu"


"Lah ngapain gue ngurusin orang yang udah sekarat di rumah sakit, mending gue senang senang di sini. Lagian gue ga ngurus bokapnya Viona mau sakit kek, ngak kek, yang penting gue bisa dapat banyak duit Viona"


"Wah gila lu, emang ya lu"


"Dah dah, ga usah bahas Viona lagi. Mana bir nya, gue mau minum sekarang" pinta Agil pada Gilang.


Gilang adalah temannya sekaligus pemilik club ini.


Agil menikmati harinya dengan bersenang senang bersama temannya di sana.


2 tahun pacaran dengan Viona, Agil sangat beruntung.


Viona selalu memberikan Agil uang karena Viona sangat mencintainya.


Sedangkan Agil hanya mencintai materi yang Viona miliki, Agil hanya menganggap Viona sebagai sumber uang dan juga pemuas hawa nafsunya.


Viona kini baru saja sampai di rumah sakit .


Ia segera berlari menuju kamar papanya.


Di depan kamar terlihat mamanya yang duduk menundukkan wajahnya dengan di tutupi kedua tangannya.


Viona melangkah mendekat


"Mama..." Panggil Viona namun mama nya tak merespon.


Viona duduk di samping mamanya sambil memegang pundak nya.


"Mama... Bagaimana dengan papa. Apa papa baik-baik aja?"


Mama Viona langsung memeluk Viona dan menagis di pelukannya.

__ADS_1


Viona yang tidak mengerti hanya membalas pelukan mamanya dan mencoba menenangkannya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2