Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 80


__ADS_3

Pak terkejut dan merasa sedikit sesak mendengarnya.


Lucas segera menenagkan papa nya agar bisa lebih mengatur nafasnya.


Lucas lalu memberikan air minum pada pak Arman.


Lucas tidak mau melanjutkan ceritanya meski pak Arman sudah merasa lebih baik, tapi karena pak Arman terlanjur penasaran beliau meminta Lucas untuk melanjutkan ceritanya.


"Papa yakin ga papa?" Tanya Lucas memastikan


"Ya, papa udah ga papa" pak Arman kembali minum dan mengatur nafasnya dengan baik


"Sebenarnya ini sudah papa fikirkan sejak lama, tapi papa lupa untuk membicarakannya sama kamu" lanjut pak Arman


"Apa yang papa fikirkan?" Tanya Lucas penasaran


"Pernikahan kamu dengan Lia berlangsung dengan tertutup, meski banyak dokumentasi foto dan video nya tapi tidak semua orang tau" ujar pak Arman


"Iya pa, karena itu juga banyak klien kita yang percaya dengan rumor tidak benar itu dan hampir saja akan memutus kontrak kerja secara sepihak"


"Kita harus lakukan sesuatu untuk menyelamatkan nama baik kamu, Lia dan perusahaan kita. Kamu harus mengadakan resepsi dari pernikahan kamu dengan Lia. Selain untuk menyelamatkan nama baik kita, papa juga ingin melihat kamu duduk di atas pelaminan bersama istri mu"


Lucas tersenyum lalu memegang tangan papa nya.


"Tadi Lucas juga sudah bilang sama media kalau Lucas memang masih akan mengadakan resepsi. Maafin Lucas ya pa, Lucas menikahi Lia tanpa memberi tahu papa"


Dengan membalas senyuman pak Arman juga menggenggam balik tangan putra nya itu.


"Kamu tidak perlu minta maaf, papa paham kenapa kamu merahasiakan nya papa. Seandainya papa tidak memaksa mu untuk menikah dengan Viona, mungkin pernikahan mu dengan Lia tidak akan tertutup dan kabar rumor ini tidak akan pernah ada. Papa minta maaf ya..."


"Ngak pa, papa ga usah minta maaf. Aku ngertiin kok bagaimana posisi papa yang di beratkan oleh hutang budi" ucap Lucas sambil memeluk pak Arman


Pak Arman melepas pelukan Lucas lalu menepuk pundaknya


"Ya sudah. Mulai besok kamu urus persiapan resepsi pernikahan mu. Papa sudah tidak sabar untuk mamakai jas dan melihat putra dan putri papa bersanding di atas pelaminan"


Dengan bahagia Lucas mengangguk lalu pergi ke kamarnya.


Setelah membuka pintu kamarnya, ia mendapati istrinya sedang sibuk merapikan barang-barang belanjaanya kemarin.


Lucas masuk tanpa membuat suara sedikit pun dan langsung memeluk Lia dari belakang.


Lia sangat terkejut dan hampir saja menjatuhkan tas mahal yang ia beli.


"Ya ampun mas, kamu ngagetin aku tau" seru Lia sambil memukul lengan Lucas yang melingkar di perut nya


"Aku kangen sama kamu" bisiknya


"Kangen sih kangen, tapi jangan bikin aku jantungan juga dong"


Lucas membalikkan tubuh Lia mengahdap dirinya.


Ia juga mengambil tas dari tangan Lia dan melemparnya ke atas kasur.


"Eh mas... Kok di lempar sih, nanti kalo rusak gimana?"

__ADS_1


Lia hendak pergi mengambil tasnya namun Lucas mencegahnya.


"Jangan kan cuma 1 tas, se pabrik nya pun bisa aku beli untuk kamu sayang"


"Iya iya... Si paling berduit. Lepasin aku mas, aku mau lanjut beresin ini. Lihat tuh berantakan, masih belom kelar"


"Kamu ngapain beres-beres sendiri, kan ada bi Narsih"


"Ya aku lagi gabut aja sih mas ga ada kerjaan di rumah. Kamu sih ga bolehin aku kerja lagi"


"Kata siapa aku ga bolehin kamu kerja, boleh kok"


Lia mengangkat alisnya karena penasaran "Boleh, apa coba?"


"Kamu mau tau apa pekerjaan mu? Satu-satunya pekerjaan mu adalah...."


Lucas memang melepaskan bukannya namun mengganti posisi dan langsung menggendong Lia membawanya ke kasur.


Lucas membaringkan tubuh Lia lalu menindihnya.


"Mas... Mulai deh, kamu tuh bau tau. Pulang dari kantor bukannya mandi ini malah-"


Lucas langsung ******* bibir Lia hingga Lia tidak bisa lagi untuk terus ngomel-ngomel pada Lucas.


Awalnya Lia juga menikmati permainan bibir dari Lucas lalu Lia menggigit bibir atas Lucas hingga Lucas merasa kesakitan fan langsung melepasnya.


"Aduh... Sakit sayang" setu Lucas sambil menutup bibirnya dengan tangannya.


Lia tertawa sambil mengelap bibirnya yang basah "Kamu sih, aku belum selesai ngomong main cium aja. Coba aku lihat..."


Lia mendekat kan wajahnya dan meraba bibir Lucas yang ia gigit barusan.


Lia lalu mengecup bibir Lucas sebagai obat agar Lucas tak lagi merasakan sakit.


"Sudah ga sakt lagi?" Tanya Lia


"Masih..." Lucas merengek seperti anak kecil yang minta di belikan eskrim.


Ia lalu kembali menunjuk bibir nya agar Lia kembali mencium nya.


Lia kembali menciumnya sekali lagi sebelum ia mendorong tubuh Lucas dari atas tubuhnya.


Lucas terjatuh dari tubuh Lia dan berbaring di sampingnya.


Mereka berdua saling berhadapan, mata mereka memandang satu sama lain.


Lucas mengginakan tangannya sebagai penyangga kepalanya menatap Lia dengan penuh cinta.


"I love you..." Ucap Lucas


Senyuman di bibir Lia kembali merekah lalu membalas ucapan dari Lucas "I love you too mas..."


Lucas lalu mendekap tubuh Lia dengan erat dan Lia pun membalas pelukannya.


"Sayang kamu udah liat berita ku di media?" Tanya Lucas

__ADS_1


Wajah Lia yang bersembunyi di dalam dekapan dada Lucas langsung mendongakkan kepalanya.


"Kabar apa mas? Aku seharian ga ada main hp soalnya?"


Lucas lalu mengambil hp nya dan membuka berita hari ini tentang dirinya yang tengah viral.


Lia tercengang saat di layar hp Lucas tertera artikel dengan tulisan 'Tuan muda Lucas Danuarta ternyata menyimpan wanita di dalam rumah nya'.


Ada juga artikel yang bertuliskan 'Belum menikah tapi Tuan muda Lucas sudah tingga serumah'


Dan masih banyak lagi artikel lainnya.


"Ini maksud nya apa mas?"


Lucas lalu menceritakan pada Lia tentangnya yang tadi di serbu oleh wartawan di kantor.


Lucas juga memperlihatkan pada Lia video saat dia di wawancara.


Setelah mendengar semuanya fikiran Lia fokus pada perkataan Lucas tentang resepsi pernikahan mereka.


"Kamu mau bikin resepsi buat pernikahan kita mas?"


Lucas mengangguk lalu meletakkan hp nya.


"Iya sayang, hanya itu jalan satu-satunya agar nama baik kita kembali bersih. Lagi pula aku juga ingin memberi tahukan pada dunia kalau saat ini aku sudah menikah dengan gadis yang paling aku cinta" jelas nya sambil membelai rambut Lia.


"Apa papa udah tau tentang ini mas?"


"Ya, papa sudah tau. Aku sudah memberi tahu papa tadi"


"Lalu, bagaimana reaksi papa? Papa ga papa kan mas?"


"Papa awalnya sama seperti mu, papa terkejut tapi sekarang papa sudah ga papa kok"


Lia kini tenang karena pak Arman baik baik saja.


Lia khawatir jika ada kabar tudak enak begini karena takut pak Arman akan kenapa kenapa.


"Dengan rencana resepsi kita, apa kamu juga udah kasih tau sama papa"


Lucas mengangguk iya


"Sudah, papa setuju dengan itu. Bahkan papa meminta ku untuk segera menentukan tanggal resepsi nya. Menurut kamu tanggal berapa kira-kira yang pas dengan acara kita?"


Lia berpikir dengan bole matanya yang menoleh ke sana kemari.


"Gimana kalo bulan depan aja mas"


"Bukan depan, ada di bulan depan?" Tanya Lucas


"Bulan depan kan bulan kelahiran kamu mas"


Lucas mengangkat kepalanya karena ia sudah lupa dengan bulan kelahirannya sendiri.


Bukan karena apa, Lucas tidak lagi oernah merayakan hari ulang tahunnya sejak ia pindah ke Surabaya.

__ADS_1


Lucas bahkan meminta papa nya agar tak lagi meryakan hari ulang tahunnya, itu karena Lucas tak ingin ia kembali mengingat tentang mama nya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2