
"Asal non Lia tau, sejak non Lia mengusir tuan Lucas kemarin dia setiap hari selalu menelfon untuk menanyakan kabar non Lia. Dia juga berpesan sama bibi untuk menjaga non Lia di sini" ujar bi Ina
"Benarkah? Kenapa bibi tidak memberi tahu ku?" Tanya Lia
"Ya gimana bibi mau kasih tau, kan non Lia ngurung diri terus di kamar. Lagi pula, kalau non Lia masih tetap marah terus bibi kasih tau pasti bibi juga akan kena marah sama non Lia"
Sambil mengunyah makannya Lia tertawa.
"Iya juga ya bi, hahaa..."
Bi Ina kini merasa sangat senang karena Lia kini sudah lebih tenang.
Nanti ia akan menlefon Lucas untuk memintanya kesini, semakin cepat Lucas memberi penjelasan pada Lia masalah mereka akan semakin cepat terang dan selesai.
****
Siang ini Lucas bersiap untuk pergi ke Singapura di antar oleh Romi langsung dari kantornya menuju bandara.
Ting...
Pesan masuk di hp Lucas, ia membuka dan membacanya ternyata pesan dari Elda.
"Kalo udah sampe di sana langsung video call aku ya kak"
Lucas membalas pesan Elda dengan sangat singkat.
"Y"
Kini Lucas sudah sampai di bandara, 20 mwnit lagi ia akan memgudara.
Selama perjalanan mengudara Lucas menatap ke luar menikmati indahnya awan yang menyembunyikan matahari.
Padahal Lucas sangat menanti hari ini di mana ia akan mengenalkan Lia pada papanya.
Rencananya gagal, ia hanya pergi sendiri untuk membawa papa nya pulang.
Saat ini Lucas sudah sampai di Singapura.
Dari bandara ia langsung menuju apartemen, di sana pak Arman sudah tidak sabar menunggu kedatangan Lucas.
Begitu Lucas datang pak Arman begitu bahagia, ia langsung memeluk Lucas dengan erat melepas rindu.
"Bagaimana keadaan papa sekarang?" Tanya Lucas
"Seperti yang kamu lihat, papa sekarang sudah sangat-sangat baik"
"Aku seneng melihat papa sekarang kembali ceria"
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang" ajak pak Arman
"Loh, kakak ini gimana sih. Kan anak nya baru sampe di sini masa iya mau langsung balik saat ini?" Sela istrinya Dika
"Iya, kasihan Lucas kak. Pasti dia masih capek"
__ADS_1
"Hahaha.... Maaf maaf, ini papa karena saking senengnya mau pulang. Ya sudah kamu istirahat dulu, sini duduk di sebelah papa ada banyak hal yang mau papa bicarakan sama kamu"
Lucas duduk di samping papa nya sambil bercerita panjang lebar.
Pak Arman ingin tak ada lagi yang tertutup antara dirinya dan putra tunggalnya itu.
Pak Arman juga meminta maaf pada Lucas karena telah memaksanya untuk menikah dengan gadis yang tidak pantas dengannya.
Lucas tidak bisa memaafkan papa nya karena memang ia tidak menganggap salah papa nya itu.
Lucas mengerti apa dan bagaimana perasaan papanya.
Mama Elda memasak di dapur untuk makan malam di temani Elda melalui video call, sedangkan Dika mulai memesan tiket pesawat untuk pulang.
*****
Saat ini pak Surya sudah mulai sadar dari koma nya.
Istrinya terus setia menemaninya di sampingnya.
Begitu membuka matanya pak Surya langsung menanyakan di mana Viona saat ini.
Pak Surya masih ingin mendengar sendiri dari Viona apakah dia benar-benar hamil dengan laki-laki lain.
"Papa... Papa baru sadar, jangan memikirkan yang terlalu berat. Papa harus banyak istirahat biar cepet pulih" ujar mama Viona
"Untuk apa aku pulih, jika anak ku sendiri perlahan yang akan membunuh ku. Di mana dia sekarang? Dia harus tanggung jawab karena telah membuat perusahaan kita bangkrut!"
"Papa, ini bukan sepenuhnya kesalahan Viona! Sejak awal kan mama sudah bilang jangan teruskam rencana ini, tapi apa papa tetep ngotot. Dan sekarang pak Arman sudah tidak lagi percaya sama kita. Papa di sini juga salah"
Pak Surya dan istrinya terus berdebat tanpa mereka ketahui dari luar pintu kamar pak Surya, Viona sedari tadi mendengarkan mereka.
Seketika mata Viona menitikkan air matanya, ia yang tadinya berniat masuk kini memgurungkan niatnya.
Viona melepas gagang pintu nya dan memilih duduk di luar.
Dia terus menangis, segitu kesalnya papanya sendiri akan dirinya hingga ia merasa kalau dirinya adalah musuh papanya sendiri.
Flash Back
Viona memang sejak kecil selalu di manja terutama oleh mamanya.
Apa saja yang ia inginkan selalu terpenuhi, dan jika tidak ia akan merajuk dan menangis bahkan tak jarang Viona mengamuk.
Apapun perbuatan yang ia lakukan sejak kecil selalu di maklumi oleh mamanya, tak pernah ia di beri teguran karena kesalahan nya.
Dari didikan yang teramat manja itu Viona menjadi keras kepala dan egois.
Sebelum Viona di suruh menikah dengan Lucas, ia sempat menolak.
Tapi pak Surya tetap memaksa nya karena tak ada cara lain yang lebih cepat untuk membantu memulihkan perusahaan nya yang hampir collapse.
Viona terpaksa nurut menikah, tapi tanpa sepengetahuan orang tuanya juga, Viona tetap menjalin hubungan dengan pacar nya, yaitu Agil.
__ADS_1
Flash Back off
Saat Viona sedang tenggelam dalam tangisannya, mamanya keluar dari kamar.
Ia terkejut melihat keadaan putri nya itu dengan keadaan yang tidak pernah ia lihat.
Viona datang ke rumah sakit dengan bajunya yang kotor dan rambutnya yang acak-acakan.
Dari rumah tua dan kosong itu Viona berjalan kaki menuju rumah sakit.
Karena saat ia di bawa paksa oleh Lucas kemarin ia tidak membawa apapun termasuk dompet dan hp nya.
"Vio..." Panggil mamanya
Mendengar suara itu, Viona langsung mengusap air matanya dan hendak pergi.
Tapi dengan cepat mamanya menarik tangan Viona.
"Vio, viona... Kamu mau kemana?"
"Lepasin aku ma, aku mau pergi"
"Pergi? Pergi kemana? Dan, kenapa keadaan kamu begini nak, ada apa dengan mu?..."
Viona diam dan menunduk. Mama Viona terkejut melihat bekas merah di pipi kanan Vio
"Vio, kenapa ini? Apa ada orang yang menyakiti mu? Katakan nak siapa yang melakukan ini sama kamu?"
Viona tetap diam tidak menjawab.
"Ayo ikut mama, mama mau bicara sama kamu"
Dengan menarik tangan Viona, mereka pergi ke taman rumaj sakit.
Di sana mama Viona terus bertanya ada apa dengannya.
Viona akhirnya mau berbicara dan mengatakan apa yang ia alami kemarin.
Lucas yang datang tiba-tiba dan membawanya, lalu ia di tinggal sendirian dalam keadaan pingsan.
"Jadi, kamu kesini naik apa, jalan kaki?"
Viona mengangguk
"Emang kurang ajar ya tuh Lucas. Mama harus buat perhitungan sama dia, berani-beraninya dia sama perempuan"
"Mama cukup. Jangan lagi membahas tentang Lucas sekarang" kata Viona
"Kenapa? Dia udah berani berbuat kriminal sama kamu"
"Terus mama mau apa? Mau balas dendam? Emang mama punya apa? Untuk bayar biaya rumah sakit aja papa pake asuransi"
Seketika mama Viona terdiam, karena apa yang di katakan Viona memang benar adanya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️