
Lucas semakin panik karena laju mobilnya yang semakin kencang.
Bukan hanya rem kaki yang tidak berfungsi, rem tangan pun juga.
Jika hanya ada dirinya saja di dalam mobil itu mungkin ia masih bisa sedikit tenang, tapi saat ini ia juga sedang bersama istrinya yang sedang mengandung anak-anak nya.
"Oh Tuhan... Ada apa ini, bagaimana mungkin rem nya bisa blong gini?
Lucas berusaha tenang dan sesekali ia menatap wajah istrinya lalu perutnya yang besar.
Ia tidak mau membahayakan dirinya apal lagi Lia, dengan detak jantungnya yang semakin berdegup kencang Lucas menarik nafasnya dan mencoba fokus.
Sebisa mungkin ia meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
Ia mencoba mencari cara agar ia bisa selamat.
Melihat bahan bakar mobil ya yang masih penuh tidak mungkin ia berjalan terus menerus untuk menghabiskannya.
Saat mobilnya melintasi polisi tidur, goncangannya begitu terasa hingga membuat Lia terbangun.
Saat ia membuka matanya ia terkejut karena mobil nya begitu kencang, dan saat ia menoleh pada Lucas wajahnya terlihat sangat panik.
"Mas... Kenapa kamu ngebut banget gini? Kamu buru-buru?" tanya Lia
__ADS_1
Untuk sesaat Lucas memejamkan matanya dan mengatur nafasnya
"Sayang, aku minta maaf karena telah membangunkan mu. Aku tidak sedang buru-buru, ini..."
"Ini apa mas, kenapa kamu mengemudinya dengan cepat begini?"
"Rem nya blong sayang?" ujarnya
Lia terkejut dan langsung berpegangan pada lengan Lucas, kini ia pun ikut panik dan tidak tau harus berbuat apa.
"Blong? Bagaimana bisa mas..."
"Aku juga tidak tau sayang, bahkan rem tangan pun juga tidak bisa berfungsi"
Tak ada pilihan lain selain harus menerobos dan melewati pembatas jalan dan melawan arus.
Se keras apapun Lucas berusaha namun kondisi jalanan yang ramai membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Lia memejamkam matanya dengan terus berpegangan erat pada lengan Lucas.
Meski sangat takut tapi ia percaya kalau suaminya tidak akan pernah membiarkannya terluka.
Karena posisi mobil yang melawan arus juga dengan kecepatan tinggi saat ia berhadapan dengan truk besar maka kecelakaan pun tidak bisa di hindari.
__ADS_1
"Mas.... Awas....." Teriak Lia histeris tepat sebelum mobil mereka terguling se jauh 2 km.
Lucas mencoba menghindari truk itu dan membanting setir hingga ia menabrak beton pembatas jalan dan membuat mobil terguling.
Saat mobilnya berguling beberapa kali Lia sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tubuhnya sudah terombang ambing meski menggunakan safety belt.
Lucas yang masih tetap sadar memegang tangan Lia dan menitikkan air matanya sebelum ia akhirnya tidak sadarkan diri juga karena kepalnya yang terbentur setir berulang kali.
Polisi yang sedang bertugas di daerah itu pun langsung menghubungi ambulans dan membawa mereka ke rumah sakit.
Mereka terluka cukup parah, darah mengalir di mana-mana.
Dari kecelakaan itu Lucas menderita luka di sekujur tubuhnya, dan yang paling parah adalah di bagian lengan kirinya.
Pihak rumah sakit segera menelfon pihak keluarga karena lia harus segera di lakukan tindak operasi.
Paman dan bibinya saat ini ada di Bali, pun dengan Elda yang juga ada pekerjaan di luar kota.
Hanya Romi yang bisa datang dan menandatangani surat surat dari dokter.
Romi tetap di rumah sakit dan mengurus segala keperluan administrasi.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1