
Wanita itu berharap agar kecelakaan itu bisa merenggut nyawa Lucas dan Lia.
Ia memainkan hp nya dengan segelas bir di tangan kirinya, mengirim pesan pada seseorang untuk pergi ke rumah sakit tempat di mana Lucas dan Lia di rawat.
Entah apa lagi yang ia rencanakan, setelah mengirim pesan wanita tersenyum licik lalu kembali menenggak minumannya.
*****
Saat ini paman dan bibi Lucas sudah sampai di rumah sakit.
Romi menyambut mereka dan langsung mengantarkan ke ruangan dimana Lucas berada.
Meski sudah keluar dari ruang operasi namun Lucas masih belum juga sadarkan diri melewati masa kritisnya.
Dika dan istrinya hanya bisa melihat Lucas dari luar, selang infus, selang oksigen dan segala peralatan yang di tempelkan di dadanya semakin membuat siapapun yang melihatnya tidak tega.
"Dimana Lia, di ruangan mana ia sekarang Romi?" tanya mama Elda
"Non Lia saat ini non Lia kembali ke ruang operasi, dokter harus kembali melakukan operasi untuk menghentikan pendarahan pada rahimnya"
"Hah?!!"
Mama Elda terkejut hingga melotot dengan mulutnya yang ternganga.
Dika merangkul bahu istrinya dan mencoba menenangkannya meskipun dirinya sendiri juga tidak merasa tenang.
__ADS_1
"Pa, Lia pa. Bagaimana ini pa?" rintih nya
"Sudah, mama jangan menangis. Lia pasti akan segera membaik, dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk Lia"
"Dimana bayi nya?"
"Karena kedua bayi tuan lahir prematur, saat ini mereka harus masuk inkubator" jelas Romi
Dika dan istrinya langsung pergi ke ruangan inkubator di mana kedua cucunya ada di sana.
Meski hanya bisa melihat dari luar ruangan, tapi setidaknya mereka sudah bisa melihat dengan langsung.
Terlihat 2 tubuh kecil bayi itu yang di selimuti dengan bedong berwarna biru dan pink.
"Mereka cewek dan cowok, bu" sahut Romi
Mama Elda meraba kaca di depannya dengan matanya yang terus mengalirkan air mata.
"Cucu ku.... Kalian sudah lahir ke dunia, tapi belum bisa bertemu dengan kedua orang tua mu. Jika saja kakak masih ada, dia pasti akan menjadi orang yang paling bahagia saat ini melihat kehadiran kalian berdua"
Air mata bahagia mengalir karena kehadiran dua malaikat kecil ke dunia ini, namun di sisi lain air mata juga mengalir karena kondisi papa dan mama mereka.
"Romi, kemari" Dika memanggil Romi untuk mendekat padanya.
"Ada apa pak"
__ADS_1
"Bagaimana Lucas bisa mengalami kecelakaan begini"
"Menurut polisi, kejadian kecelakaan tuan Lucas ini karena di akibatkan oleh rem mobil yang terputus"
Dika terkejut, bagaimana tidak setahunya Lucas sangat menjaga semua kendaraan nya, dia selalu meminta supirnya untuk selalu mengecek kondisi mobilnya.
"Putus?! Bagaimana mungkin? Kamu kan tahu sendiri bagaimana Lucas merawat semua kendaraan nya?"
"Itu juga yang sedang saya pikirkan pak, terlebih lagi mobil yang di kendarai tuan saat kecelakaan itu adalah mobil kesayangan nya. Rasanya tidak mungkin jika tuan sampai lupa untuk mengontrolnya"
"Apa ini ada campur tangan seseorang?"
Tiba-tiba hp Romi berdering, segera ia mengambil hpnya dari saku jasnya dan langsung menjawab telfonnya.
Saat Romi sedang menelfon, Dika kembali menghampiri istrinya dan memegang kedua pundaknya.
"Berhentilah menangis ma, doa kan kedua cucu kita agar mereka bisa secepatnya keluar dari inkubator" ucap Dika dengan mengusap air mata di pipi istrinya
"Iya pa, semoga saat kedua cucu kita keluar dari sini, bersamaan itu juga Lucas dan Lia sudah kembali sehat"
"Apa? Saya minta pada semua pihak kepolisian untuk segera mengusut ini dengan tuntas! Saya ingin secepatnya kasus ini cepat terungkap" ucap Romi pada telfonnya
Dika dan istrinya panik, dari raut wajah Romi sepertinya ia sedang cemas.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1