Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 115


__ADS_3

Begitu perbannya sudah selesai di ganti Lucas langsung meminta untuk di antar menemui Lia.


Dengan duduk di kursi roda dan di dorong oleh pamannya Lucas pergi ke ruangan Lia.


Namun seperti yang dokter katakan, ia hanya bisa melihat kondisi istrinya dari luar saja.


Melihat wajah istrinya yang begitu pulas, Lucas kembali teringat dengan kejadian kemarin.


Di kepalanya kambali terlintas bagaimana Lia tersenyum dan tertawa manja padanya, hingga saat Lia berteriak saat mobil hendak menabrak dan terguling.


Lucas menitikkan air matanya dan menyesali semua yang sudah terjadi.


Baginya, apa yang terjadi itu adalah gara-gara dirinya.


Ia hanya bisa memegang wajah istri nya dari pantulan kaca.


"Maaf kan aku sayang... Maaf kan aku" ucap Lucas


"Kuat kan diri mu Lucas, doakan Lia supaya dia bisa cepat siuman dan segera bisa berkumpul dengan mu dan anak anak kalian" ujar bibinya dengan memegang pundak Lucas


"Anak ku? Dimana anak ku sekarang bi, dimana? Bagaimana dengan keadaan mereka?"

__ADS_1


"Kamu ingin melihat mereka?"


Saat bibi nya menyebut kata 'mereka' mata Lucas langsung berbinar.


Lucas mengangguk dan tidak sabar meminta di antarkan untuk melihat kedua bayinya.


Paman dan bibi nya mengantar Lucas ke ruangan khusus bayi, dan yang di dalam inkubator itu adalah kedua bayi nya.


"Selamat nak, kamu akhirnya sudah menjadi seorang ayah untuk kedua anak mu" ucap pamannya


Terlihat bagaimana kedua pasang kaki kecil dan mungil itu yang aktif dan selalu bergerak menendang seperti sedang bermain.


"Apa jenis kelamin mereka paman?"


"Apakah aku boleh menggendongnya?"


"Untuk saat ini dokter belum membolehkan, sabarlah. Jika mereka sudah keluar dari inkubator kamu bisa langsung menggendong nya"


Lucas kembali menangis, kali ini rasa bersalahnya semakin besar karena ia tidak hanya membuat istrinya terluka, tapi juga membuat kedua bayi nya lahir belum pada waktunya.


Hari demi hari pun berlalu, kini kedua bayi Lucas pun sudah di perbolehkan pulang ke rumah bersamanya.

__ADS_1


Namun tidak dengan Lia, Lia yang sampai saat ini masih dalam keadaan koma harus tetap di rumah sakit.


Kedua bayi nya sudah ada di rumah dan di urus oleh paman dan bibi nya, meski masih belum sepenuhnya sembuh Lucas memilih untuk tetap mendampingi istrinya di rumah sakit.


Karena tetap tidak ada kemajuan, Lucas berbicara dengan dokter mengenai rencananya untuk memindahkan Lia ke rumah sakit yang lebih besar.


"Pak, mohon maaf sebelumnya. Kondisi istri bapak yang masih tetap koma saat ini bukan karena rumah sakit ini kekurangan fasilitas, meski bapak akan membawanya ke rumah sakit di luar negri sekalipun jika belum waktunya, istri bapak akan tetap seperti ini" jelas dokter


"Lalu sampai kapan aku harus menunggu dok,sudah terlalu lama istri ku hanya tertidur. Kedua bayi ku sangat membutuhkannya dok"


"Kami mengerti pak bagaimana kecemasan yang bapak rasakan saat ini, kota sudah melakukan semaksimal mungkin dan saat ini kita bisa terus berdoa agar tidak maha kuasa memberikan mukjizat nya"


Lucas hanya menunduk lemas dan hanya bisa pasrah dengan kondisi istrinya saat ini.


Setiap kali ia pulang ke rumah, tangisan dari kedua bayi nya semakin membuatnya merasa bersalah.


Ia merasa telah memisahkan kedua bayi nya dari mama nya.


Karena lengan Lucas yang belum sembuh total, Lucas masih belum bisa menggendongnya.


"Sabar ya sayang, kalian pasti sangat merindukan mama kalian ya. Papa minta maaf ya..." ucap Lucas pada kedua bayi nya

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2