Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 121


__ADS_3

Pamannya menarik tangan Lucas karena juga ingin melihat Lia.


"Di mana istri mu, aku juga mau lihat" pintanya


Pamannya pun juga sama dengan Lucas, ikut menangis karena bahagia.


Setelah 3 bulan lamanya Lia tertidur kini akhirnya bisa terbangun juga.


Romi mengintip dari belakang Lucas dan ia pun ikut senang dan bahagia untuk tuannya.


"Sayang.... Ka... kamu...." Lucas terbata-bata karena bibirnya bergetar dan tidak bisa berkata dengan jelas


"Mas...." panggil Lia


Setelah sekian lama suara itu tak lagi terdengar di telinga nya Lucas meneteskan air matanya.


"Cukup, jangan berkata lagi. Tunggu aku di sana aku akan segera datang sayang"


"Tunggu apa lagi, ayo kita segera ke rumah sakit" ajak pamannya


"Aku menunggu mu, mas..." kata Lia


Viona yang mendengar suara Lia tidak percaya, ia tidak menyangka kalau Lia akan lolos dari maut yang ia bawa dan kini malah sudah siuman.


Lucas mencium layar hp nya dan segera berlari keluar dari kantor polisi meninggal kan amarahnya pada Viona di sana.


"Woi... Mau kemana lo lucas, hah!! Gue berjanji, jika kali ini istri lo selamat, di lain hari gue akan buat lo dan keluarga lo mati bersamaan, ini janji gue. Woi Lucas...." teriak Viona dari balik sel

__ADS_1


Tung...


Polisi penjaga memukul besi sel dengan tongkatnya.


"Diam!! Mengoceh saja kau dari tadi, lama-lama pekak telinga ku. Sekali lagi kau berteriak ku lem mulut kau!"


Viona bukannya diam, dia malah semakin mengoceh karena dendamnya tidak terbalaskan dengan sempurna malah dirinya kini mendekam di balik jeruji besi.


Kini Lucas sudah sampai di rumah sakit.


Tak perlu waktu lama dari kantor polisi ke rumah sakit karena ia mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Begitu ia membuka pintu, matanya langsung menangkap wajah istrinya yang tersenyum manis pada nya.


"Sayang...." Lucas langsung mendekat dan memeluk Lia dengan erat.


Lucas tak henti hentinya menciumi Lia karena rasa rindunya kini sudah terobati.


Tak ada kata yang mampu menggambarkan betapa bahagia nya dirinya saat ini.


"Mas..."


"Apa sayang, ada apa, katakan sayang katakan..."


"Peluknya jangan kuat kuat mas, aku masih sedikit lemas" seru Lia


Lucas langsung melepas pelukannya dan meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf sayang, maaf. Aku ga bermaksud ___"


"Iya mas, aku ngerti. Aku pun sama seperti mu,aku juga sangat rindu sama"


Lucas dan pamannya meminta Elda untuk memanggil dokter.


"Kakak, papa. Aku udah panggil dokter tadi, Lia udah di cek secara keseluruhan. Dan katanya kondisi Lia meningkat 70% dari sebelumnya. Bahkan dokter sendiri terkejut karena melihat hasil cek kemarin tidak mungkin Lia bisa sadar hari ini" jelas Elda


"Syukurlah sayang, aku tau Tuhan asti akan segera mengabulkan doa-doa kita, tidak mungkin Tuhan akan menjauhkan seorang ibu dari anak-anaknya dalam waktu yang lama" ucap Lucas lalu kembali mencium keningnya.


Melihat kedua pasangan itu yang kini sedang berbahagia melepas rindu, paman nya mengajak Elda dan Romi untuk menunggu di luar dan membiarkan mereka berdua saja di sana.


"Lucas, paman sama yang lainnya mau ke kantin dulu ya. Kamu mau di bawain makanan apa?"


"Ga perlu paman, aku ga laper"


"Ya, baiklah" pamannya mengerti bahwa isi perutnya saat ini tidak lebih penting dari pada menghabiskan waktu bersama istrinya.


"Apa kamu sudah kasih tau mama kalo Lia udah sadar?"


"Belum pa. Sebelum Lia sadar aku telfonan sama mama, Ghea sama Gio lagi rewel. Jadi aku ga nelfon lagi takutnya mereka masih rewel"


"Ya sudah, ayo makan papa lapar"


Mereka bertiga pun makan karena perut mereka memang sudah berdering sedari tadi.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2