Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 83


__ADS_3

Viona kini sudah tak lagi ada di kota Surabaya, Viona pergi dari kota kelahiran nya itu agar Agil tidak bisa lagi menemukannya.


Dengan jarak yang sudah cukup jauh, di sana Viona juga memulai banyak rencana untuk balas dendamnya terutama pada Lucas.


Viona mulai menyebarkan rumor buruk dan menggiring opini agar nama baik dari Lucas tercemar.


Bagaimana pun keluarga Danuarta harus mendapat balasan darinya.


Dari sana Viona meski hidup sendiri di tempat baru dan orang-orang baru Viona menjadi lebih liar.


"Gue jadi sebatang kara karena lo, dan loa harus menerima pembalasan dari gue" gerutu Viona sambil melihat foto Lucas yang berkeliaran di media sosial.


Setelah kabar rumor yang ia buat menyebar dengan cepat, hal itu membuat nya senang.


Bahkan tak sedikit dari akun akun gosip mengimbuhkan berita tentang Lucas.


Viona duduk di depan tv sambil mengecat kukunya.


Tiba-tiba tv di depannya menyiarkan tentang Lucas yang sedang di buru oleh wartawan.


Viona meletakkan kutek nya dan menyimak tv di depannya.


Lucas yang di kelilingi oleh wartawan dengan banyak pertanyaan yang di berikan padanya.


Meski belum sepenuhnya puas, tapi setidaknya ia saat ini sudah bisa membuat nama Danuarta tercoreng di mata masyarakat, terutama di mata para kolega dan rekan bisnisnya.


Karena tujuan utama Viona adalah membuat semua usaha Danuarta bangkrut.


Banyak berita yang di siarkan di TV bahwa perusahaan Danuarta akan terancam bangkrut jika semua kliennya membatalkan kerja sama secara serentak.


Viona tertawa puas dengan suara nya yang nyaring.


Ia bahagia melihat nama Danuarta yang kini mulai memburuk.


/////*****


Romi yang sudah mendapatkan perintah dari Lucas segera melaporkan Viona ada kepolisian dengan gugatan pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong.


Dengan berbekal banyak bukti yang kuat kepolisian langsung bertindak dengan cepat dan mencari keberadaan Viona dengan menyebarkan banyak pasukan polisi untuk menyisir kota mencari keberadaan Viona.


Lucas kini sydah mendapat kabar dari Romi kalau laporan nya sudah polisi terima.


Kini ia hanya memantydari rumah sambil membantu Lia untuk mengurus persiapan resepsi pernikahan nya.


Hari ini Elda akan datang, tadi pagi dia sudah melefon Lia dan meminta Lucas untuk menjemput nya di bandara.


Jam 2 siang Lucas berangkat dari kantornya dan langsung menuju bandara.

__ADS_1


Sesampainya di sana Elda rupanya sudah menunggunya dengan koper di sebelahnya.


Elda menyambut kedatangan Lucas dengan wajahnya yang manyun karena kesal Lucas telat menjemput nya hingga ia harus menunggu lama.


"Hai..." Sapa Lucas sambil menugusap kepala Elda


Elda menepis tangan Lucas dan menatap nya dengan jutek.


"Ga sekalian aja kakak datengnya nanti malem biar aku bisa lebih puas lagi menunggu di sini" celoteh Elda


Lucas mengernyitkan dahinya lalu merangkul leher Elda dan menyembunyikan kepalanya di dekapannya


"Katanya udah besar tapi masih aja ngambek kan" ujar Lucas


"Ih.... Kakak lepasin tau"


Elda melepas lengan Lucas lalu membenahi rambutnya karena sudah di buat acak-acakan oleh Lucas.


"Mau pulang sekarang apa ngak? Ayo..." Ajak Lucas


"Ngak!"


Elda langsung melangkah kan kakinya menuju mobil Lucas dan meninggalkan kopernya di sana.


"Dih bocil, kalo udah ngambek seenaknya aja" gerutu Lucas


"Buang aja kalo ga mau bawain" saut Elda sambil terus berjalan


Lucas hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya "Bisa bisanya tuan Lucas Danuarta yang tampan dan berwibawa ini di suruh bawain koper dia. Dasar bocil kupret" gerutu Lucas sambil menyeret kopernya Elda di tangannya


Selama perjalanan pulang ke rumah Elda tetap saja diam tanpa mengeluarkan sedikit suara pun.


Lucas mengerti bahwa Elda marah padanya karena ia telah membuat Elda menunggu hampir 1 jam disana.


"Kamu marah sama kakak?" Tanya Lucas sambil mengemudi


"Ngak!" Jawab Elda dengan ketus sambil terus melihat ke luar jendela


"Udah gede masih aja ngambek kan"


Elda memutar bola matanya dan menatap Lucas dengan sorot matanya yang menyipit.


"Gimana aku ga marah, hampir 1 jam aku duduk menunggu kakak di sana. Mau naik taksi ga di bolehin, di suruh nunggu. Aku sebel sama kakak!"


Gerutu Elda setelah memberikan 1 pukulan di lengan Lucas.


Lucas menyikapinya biasa saja karena dia sudah hafal betul bagaimana Elda kalo sedang marah.

__ADS_1


"Ya elah cuma nunggu bentaran doang. Nanti aku ganti waktu mu, mau di transfer berapa?" Ujar Lucas


Elda melirik Lucas sambil menahan ujung bibirnya yang hampir tersenyum.


"Aku ga mau di transfer, maunya cash"


"Dih, kalo udah denger kata transfer an di kuping nya tuh bibir yang manyun langsung senyum. Dasar" ucap Lucas


Elda pun tertawa dan kembali memukul lengan Lucas lengkap dengan cubitan nya.


"Pokoknya aku mau beli tas dan tagihannya kakak yang bayar" ucap Elda sambil memilih tas dari toko online di hp nya.


Lucas mengangguk dan membiarkan Elda memilih tas sesukanya.


Lucas memang sangat memanjakan Elda karena hanya dia satu-satunya adik nya.


Tapi meski begitu Lucas juga tidak segan memarahi Elda jika dia melakukan kesalahan.


Tak lama mereka pun sampai di rumah, Elda langsung turun dari mobilnya dan lagi lagi meninggal kopernya.


Elda masuk ke rumah dan di ruang keluarga pak Arman sedang duduk di kursi pijat nya sambil memejamkan mata.


"Om Arman... Aku datang..." Panggil Elda dari kejauhan


Pak Arman langsung membuka matanya dan menoleh ke asal suara, di sana Elda berjalan mendekatinya.


"Apa kabar om?" Tanya Elda sambil menyalami tangan pak Arman


"Ya seperti yang kamu lihat. Kamu sendiri apa kabar nak"


"Jawaban ku sama seperti jawaban om Arman, seperti yang om lihat"


Pak Arman di buat tertawa oleh Elda karena tingkahnya yang masih sama seperti dulu saat ia masih kecil.


"Di mana Lucas?" Tanya pak Arman dengan matanya yang mencari cari


"Aku di sini pa" saut Lucas yang baru masuk dengan membawa koper di tangannya


Pak Arman tersenyum melihat putra nya itu.


Elda menoleh ke belekang juga ikut tersenyum pada Lucas


"Oh iya, aku sampe lupa bawa koper ku. Makasih ya kakak ku yang paling baik..." Ucap Elda lalu mengambil kopernya dari tangan Lucas


Lucas memberikan koper itu oada Elda dengan tersenyum meski Lucas tau kalau Elda hanya pura-pura lupa agar ia yang membawa nya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2