Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 68


__ADS_3

"Berarti bener ya kalo tuan Lucas ada hubungan spesial dengan Camelia. Wah wah... Ini benar-benar kanar hangat" ucap Eli


"Beh... Bukan cuma hangat ini mah, tapi sangat panas membara" saut Mita


"Em betul. 4 tahun aku kerja di sini ga pernah tuh lihat tuan Lucas perhatian gitu sama cewek, eh tadi aku malah lihat sendiri. Ternyata tuan Lucas itu dingin di luar tapi lembut di dalam" ujar Sisil


"Jadi penasaran deh sama ekspresi tuan Lucas pas lagi manja manja gitu..." Ujar Eli sambil meletakkan tangannya di dagu dan mulai membayangkan nya


"Aku juga, selama aku kerja di sini melihat tuan Lucas tersenyum aja ga pernah"


Sisil, Eli dan Mita terus saja asyik bergosip di meja Eli.


Hingga Romi lewat di depan mereka dan mengejutkan mereka dengan pura-pura batuk.


"Khem..."


Mereka bertiga kompak menoleh bersamaan ke arah asal suara yang membuat mereka terkejut.


Siapa sangka Romi dengan tubuhnya yang tegap berdiri dengan sempurna tepat di depan meja.


Dengan senyum kikuk mereka mencoba tenang.


"Hehehe.... Pak Romi, ada yang bisa kami bantu pak?" Tanya Eli


"Jika sudah selesai bergosip, berikan laporan keuangan minggu ini. Saya tunggu di ruangan saya" pinta Romi dengan wajah nya yang datar.


Eli mengangkat alisnya dengan matanya yang melotot "Sekarang pak?"


"Tahun depan" jawab Romi singkat dan langsung pergi ke ruangannya


Eli seketika langsung lemas, bagaimana tidak laporan nya belum ia buat.


Eli langsung duduk lemas dan mulai panik.


"Oh my God.... Gimana nasib ku ya tuhan..."


Seru Eli sambil menatap layar komputer nya


"Kenapa El, kok kamu jadi panik gini?" Tanya Sisil


"Ya gimana ga panik, pasti belum di kerjain tuh laporan. Ya kan El?" saut Mita


"Aduh... Gara-gara kalian nih kerjaan ku jadi keteteran kan" gerutu Eli


"Yee.... Enak aja kau nyalahin kita. Itu mah derita elu, dah ah yuk Mit kita pergi bye..." Ujar Sisil mengajak Mita pergi dari meja Eli


Dengan kesal Eli langsung mengerjakan laporannya, karna jika tidak Romi pasti akan tidak membolehkan dia pulang sore ini.


Romi memang sangat terkenal dengan kedisiplinan nya, maka tak heran jika ia sangat cocok untuk menjadi kaki tangan Lucas.

__ADS_1


Selama di perjalanan Lia tetap diam melihat ke luar jendela.


Lucas sedari tadi terus membujuk Lia agar tidak marah padanya.


"Sayang... Masak cuma gara-gara aku gendong kamu, kamu jadi se marah ini sama aku? Ayolah sayang, maafin aku ya..."


Lucas mencoba meraih tangan Lia namun Lia menepisnya.


"Sayang, jangan gitu dong. Aku udah minta maaf lo..."


Lia tetap diam tak acuh itu membuat Lucas semakin bingung bagaimana cara untuk membujuknya.


Lucas kemudian teringat dengan perkataan Elda kemarin, mood wanita yang sedang mens memang susah di kendalikan.


Lucas kini mencoba melakukan apa yang Elda sarankan, Lucas mengehentikan mobilnya di depan rumah makan masakan Padang.


Lia tetap fokus pada hp nya tanpa bertanya mengapa Lucas berhenti di sini.


Lucas melepas safety belt nya dan mendekat pada Lia.


"Sayang, kamu kan belum makan siang. Kita makan di sini yuk" ajak Lucas


Lia melirik ke luar mobil melihat rumah makan di sampingnya lalu kembali menunduk.


Melihat Lia tak ada respon, Lucas kali ini benar-benar pusing.


Memohon dengan wajah nya yang memelas,. Lia sebenarnya sudah tak lagi marah hanya saja ia ingin melihat seberapa nerusahanya suaminya itu dalam membujuknya.


Lucas merengek dan menenggelamkan wajahnya di leher Lia hingga wajah nya tertutup oleh rambutnya.


"Maafin aku sayang, aku janji ga akan gendong kamu lagi kalo kamu ga mau. Jangan giniin aku, aku ga suka. Maafin aku...."


Lia sedikit mendorong tubuh Lucas agar tidak menempel padanya.


Lia lalu membuka safety belt nya dan turun dari mobil.


Lucas hanya diam dan bengong karena Lia turun begitu saja tanpa sepatah kata.


"Sayang, kamu mau kemana?" Panggil Lucas


Lia menoleh dan tersenyum.


"Ayo cepetan, aku udah laper banget"


Dengan semangat Lucas langsung turun dari mobil menyusul Lia.


Ia bahagia karena istrinya sudah tersenyum yang berarti itu sudah memaafkannya.


Mereka masuk ke rumah makan itu dan langsung memesan makanan kesukaan Lia, yaitu rendah dan ayam pop. Tak lupa juga dengan sambal hijaunya.

__ADS_1


Kini wajah Lucas tak lagi sedih, wajahnya berubah 180° menjadi sangat bahagia dengan matanya yang berbinar.


Mereka menikmati makanannya dengan saling kembali melempar canda dan tawa.


Lucas memandangi wajah Lia yang terlihat sangat menikmati makanannya sambil beegumam dalam hatinya.


"Dasar cewek, sumpah cewek itu adalah makhluk yang sangat sulit di tebak pikirannya. Terlebih lagi saat sedang mens. Ya tuhan... Berikan aku stok sabar sebanyak mungkin...."


*****


Di rumah Viona


Karena tak kunjung menemukan apa yang ia cari, Agil pergi ke club untuk menenangkan pikirannya.


Rokok, alkohol dan obat obatan adalah penenang terampuh baginya.


Saat Agil hendak keluar dadi pintu Viona memanggil nya.


"Lo mau kemana Gil?"


Agil menghentikan langkahnya dan berbalik badan mengahadap Viona


"Gue mau ke club. Bosen gue seharian di sini" sautnya


Viona mengernyitkan dahinya mendengar itu


"Apa, lo mau ke club. Bisa bisanya lo mau pergi ke sana sedangkan gue di sini masih sedang berduka?"


"Ck ck ck, Viona... Viona. Yang di tinggal mati sama pak Surya itu elo, yang berduka itu elo, ngapain juga gue harus ngurung diri di sini. Mending gue ke club refresh pikiran" ucap Agil tanpa beban


Viona terperangah mendengar kalimat tajam itu keluar langsung dari mulut pacarnya itu.


"Agil, maksud lo apa. Bisa bisanya lo ngomong gitu ke gue, gue ini pacar lo dan seharusnya lo itu empaty sama keadaan gue"


"Ya ya ya, dadi kemarin gue udah empaty sama lo tapi apa, lo sama sekali ga hargain empaty dari gue" saut Agil


"Ga menghargai, maksud lo apa Gil"


"Lo sama sekali udah ga pernah kasih duit sama gue, dan itu sama seperti lo udah ga menghargai gue!"


Viona tidak menyangka Agil pacarnya busa berkata seperti itu padanya, lebih lagi di saat seperti ini, saat dia sedang berduka karena kepergian papanya beberapa hari yang lalu.


"Gak bisa, lo ga bisa pergi dari sini. Gue cuma lupa sekali ga kasih lo duit lo udah ngomong kasar gini sama gue. Lo itu sebenarnya cinta ga sih sama gue Gil?"


"Dah lah, males gue ngomonh sama lo. Di kasih duit kagak capek iya. Dan gue mau pergi"


Agil terus keluar dari rumah Viona dan menutup pintu dengan keras agar Viona tidak mengejar nya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2