
Romi mengetuk pintu kamar Lucas dan mencoba memanggilnya.
Berulang kali namun tetap tak ada jawaban.
"Bagaimana mas Romi, tuan Lucas ada di dalam?" Tanya pak Sanip
"Ga tau pak, ini pintu kamarnya di kunci dari dalam. Coba minta kunci cadangan sama bi Narsih"
"Baik mas"
Segera pak Sanip turun dan meminta kunci nya pada bi Narsih.
"Ini mas kuncinya" pak Sanip menyerahkan kunci itu pada Romi
Setelah kunci berhasil di buka, perlahan Romi membuka pintunya.
Matanya langsung tertuju pada baju yang berserakan di lantai.
Yang membuat Romi lebih terkejut, Lucas yang saat ini sedang tidur bersama seorang wanita.
Selimut yang hanya menutupi perutnya ke bawah, memperlihatkan bahwa Lucas bertelanjang dada.
Romi tidak berani melangkah mendekat, ia tetap berdiri di ambang pintu dan memalingkan wajahnya.
Toktoktok... "Selamat pagi, tuan...."
Tak ada jawaban, Lucas tetap pulas.
"Mas Romi, tuan Lucas tidur dengan siapa?" Bisik pak Sanip pada Romi
"Aku juga tidak tau"
"Kenapa mas Romi ga masuk?"
"Mana berani aku pak Sanip"
"Terus bagaimana ini, jangan-jangan tuan Lucas pingsan. Oh ya mas Romi, itu tuan Lucas tidur sama non Viona ya?"
__ADS_1
Romi menarik tangan pak Sanip mengajaknya keluar.
"Jangan banyak bertanya, sekarang panggil bi Narsih" suruh Romi
"Iya mas" pak Sanip turun ke bawah untuk memanggil bi Narsih.
Bi Narsih saat ini sedang memasak di dapur, membuatkan sarapan dan juga kopi untuk pak Sanip dan Romi.
"Bi Narsih, ayo ikut ke atas bi" ajak pak Sanip
"Ngapain pak Sanip, ini kopi mu"
"Ada yang lebih penting dari segelas kopi bi, ayo buruan"
Segera mereka naik ke lantai atas.
"Ada apa mas Romi" tanya bi Narsih
"Bibi kan sudah lama kerja di sini, pasti sudah sering membangunkan tuan Lucas. Sekarang bi Narsih bangunkan tuan lagi" suruh Romi
Romi menggeleng dan mempersilahkan bi Narsih.
Dengan cara yang sama bi Narsih mengetuk pintu dan memanggil Lucas dari luar.
Hasilnya tetap sama, tak ada sautan suara dari dalam.
Romi melihat jam di tangannya yang perlahan mulai memakan waktu hanya untuk membangunkan Lucas.
"Kalo begini terus bisa jadi pernikahan tuan Lucas akan batal. Ga bisa aku harus beranikan diri untuk masuk ke dalam dan membangunkan nya" batin Romi
Romi langsung membuka pintunya dan perlahan menjalan mendekar ke tempat tidur.
Sedangkan pak Sanip dan bu Narsih tetap berdiri di depan pintu.
Romi mencoba membangunkan Lucas tanpa melihatnya,
"Tuan, bangun tuan. Tuan..."
__ADS_1
Panggilan Romi tak memberi reaksi, terpaksa Romi memercikkan air pada wajah Lucas.
"Tuan, bangun..."
Lucas mengusap wajahnya yang kini sudah basah.
Ia terkejut karena Romi ada di kamarnya.
"Romi, sedang apa kamu di sini?" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur
Dengan pandangan yang tertuju pada jendela, Romi menjawab
"Maaf tuan, saya terpaksa masuk dan membangunkan tuan. Sejak tadi pagi saya coba menghubungi tuan namun hp tuan mati"
Lucas mengucek matanya, dan ketika ia hendak bangun barulah ia merasa aneh di sampingnya.
Betapa terkejutnya Lucas karena di samping nya ada seorang wanita yang tertidur pulas.
Matanya langsung membulat, ia menatap Romi kemudian menatap lagi wanita itu.
Lucas menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu, berapa kagetnya ia karena yang tidur bersama nya tak lain adalah Viona.
"Apa?!! Dia. Kenapa dia bisa tidur di sini?!!"
Yang lebih membuat Lucas terkejut ia terbangun dalam keadaan telanjang dengan semua pakaiannya berserakan di lantai.
"Saya akan menunggu di luar, tuan segeralah bersiap. Jika tidak kita akan telat, permisi"
Segera Romi keluar dan menutup pintunya.
"Eh Rom, tolong ambilin celana ku"
Romi mengambilnya lalu memberikannya pada Lucas.
Setelah memakai nya, Lucas berdiri dan menyiramkan segelas air tepat di waja Viona.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1