
Toktoktok....
Suara ketukan dari pintu mengalihkan perhatian Lia yang sedari tadi sedang sibuk mencari sesuatu di internet.
Ketukan itu ia pikir kalau suaminya yang datang, Lia melihat jam di layar hp nya yang kini menunjukkan pukul 2.
"Ini masih jam 2 siang, tumben mas Lucas udah pulang jam segini?" gumam nya.
Segera ia meletakkan hp nya dan turun dari kasur untuk membuka pintu.
Begitu pintu terbuka paper bag besar langsung menghalangi pandangannya.
"Surprise...." ucap Elda dari balik paper bag itu
"Elda?"
Lia terkejut karena tidak ada kabar apapun Elda tiba-tiba muncul di depannya.
Mereka langsung berpelukan karena memang sudah cukup lama tidak bertemu.
"Hai kakak ipar ku, apa kabar?"
"Seperti yang kamu lihat, aku baik banget. Kamu kapan datang kesini? mana ga bilang bilang lagi"
"Hehehe... Aku baru aja sampe"
Lia menarik tangan Elda mengajaknya masuk ke kamarnya.
Mereka duduk di sofa lalu Elda memberikan paper bag itu pada Lia.
"Apa ini El, besar banget?" tanya Lia ketika paper bag itu sudah ada di pangkuannya
__ADS_1
"Itu hadiah dari aku buat kamu, bukalah"
"Hadiah? Tapi aku tidak sedang berulang tahun"
"Memangnya harus nunggu ulang tahun untuk memberi mu hadiah?"
"Ya ngak juga sih. Aku buka ya"
Elda megangguk "Cepat buka"
Dengan semangat Lia membuka dan mengambil isi dari dalam paper bag itu.
Ternyata Elda membelikan Lia beberapa baju hamil, korset pengaman perut dan juga mainan bayi di dalamnya.
Lia terharu karena perutnya yang masih rata tapi Elda sudah begitu antusias dengan calon bayinya dengan membelikan mainan bayi.
"Ya ampun Elda, kamu beliin aku baju banyak gini padahal perut aku masih rata" ujar Lia
Lia tersenyum lalu memegang tangan Elda
"Aku sangat suka, aku bahkan terharu karena kamu yang begitu antusias dengan kehamilan ku. Makasih ya"
Elda lalu merangkul Lia dengan senyuman yang juga mengembang di bibirnya.
Setelah melepas rindu Elda keluar dari kamar Lia dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Begitu pun dengan Lia, ia juga beristirahat sambil menunggu suaminya pulang.
Saat makan malam sudah siap, Lucas dan Lia sudah duduk di meja makan.
"Om Arman mana kak?" tanya Elda yang baru turun
__ADS_1
"Mungkin masih di kamar" sahut Lucas
"Oh, aku panggil aja ya ke kamarnya"
Lucas mengangguk. Sambil menunggu Elda dan papa nya datang Lucas menuangkan air minum di gelasnya karena ia merasa haus.
"Kakak...." Teriak Elda dari lantai atas
Teriakan dari suara Elda yang nyaring dan menggema membuat Lucas dan Lia terkejut.
Lucas dan Lia saling pandang dan raut wajah mereka yang awalnya ceria langsung berubah khawatir.
"Elda, kenapa dia berteriak mas?" Tanya Lia
Baru seteguk air yang ia minum, Lucas kembali meletakkan gelasnya di atas meja.
"Aku ga tau sayang"
"Kakak, Lia.... Om Arman ...." Teriak Elda lagi
Bi Narsih yang berada di dapur pun juga berlari keluar karena suara teriakan Elda.
"Ada apa den, non?" tanya bi Narsih
Bukannya menjawab Lucas segera berlari untuk menghampiri Elda di lantai atas.
Begitu sampai di tengah tangga Lucas menoleh ke belakang dan melihat Lia yang juga berlari di belakangnya dan hendak menaiki anak tangga.
"Jangan lari sayang..."
Lia menghentikan langkahnya "Ingat janin yang ada di dalam perut mu. Bi Narsih jaga Lia" titah Lucas lalu kembali berlari.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️