Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 31


__ADS_3

Viona lalu melangkah masuk dan berpapasan dengan bi Narsih yang sedang membawa jus.


"Bibi mau kemana?" Tanya Viona mencegah bi Narsih


"Bibi mau kasih jus ini ke den Lucas di depan"


"Biar aku aja bi, bi Narsih kerjakan aja pekerjaan yang lain" ucap Viona sambil mengambil nampan dari tangan bi Narsih


"Eh... Tapi non"


"Ga papa, bibi kembali aja ke dapur sana"


Meski bi Narsih merasa aneh dan heran dengan sikap Viona, ia tetap diam dan memilih untuk kambali ke dapur.


Viona memperbaiki rambut dan pakaiannya sebelum ia memberikan jua itu pada Lucas.


Setelah melakukan pendinginan, Lucas melepas earphone nya dan akan memgambil handuk kecil untuk mengap keringatnya.


Lucas terkejut karena tibalah ada yang mengelap keringatnya dari belakang.


Saat ia menoleh rupanya itu adalah Viona.


Segera Lucas merampas handuk itu dan mengelap keringatnya sendiri.


Dengan senyuman Viona memberikan segelas jus dingin itu pada Lucas.


Bukannya mengambilnya, Lucas malah berpaling dan meninggalkan Viona.


"Eh mau kemana? Ini jus nya ga mau di minum dulu?" Tanya Viona sambil berlari mengejar Lucas


Viona lalu menarik lengan Lucas "Ini jus nya di minum dulu, seger loh. Ayo cobain, aa...."


Pyiaarr.....


Lucas menepis tangan Viona hingga gelas berisi jus itu pecah dan berserakan di lantai.


"Ya ampun Lucas, tuh kan pecah gelasnya"


"Lo sebenarnya ga lupa kan sama isi surat perjanjian kita? Ngapain lo sok perhatian sama gue? Gue ga butuh, dan berhenti berpura-pura manis di depan gue"


Ujar Lucas lalu pergi meninggalkan Viona

__ADS_1


"Lucas... Gue ga lupa itu, tapi apa gue salah kalo gue bersikap baik sama lo"


Viona mencoba mengejar nya lagi


"Apa salah kalo gue baik sama lo, ya gue tau pernikahan kita hanya di atas kertas tapi-"


"Cukup!! Berhenti membuntuti gue"


Seketika Viona terdiam dan tidak lagi berani mendekat.


"Sialan!! Padahal gue udah berusaha lembut tapi tetep aja ga bisa bikin dia lembut sama gue. Gue harus lakuin apa yang Agil bilang, ya malam ini lo bakal jadi milik gue" batin Viona


*****


Di rumah Lia


Di sini tidak ada persiapan khusus, meski besok Lia akan menikah suasana rumah seperti hari-hari biasanya.


Itu karena memang permintaan Lia, Lia hanya ingin pernikahan sederhana yang hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja.


Bukan hanya karena itu, tanpa kehadiran pak Arman rasanya percuma meski pun mengadakan pesta mewah itu seperti tak ada artinya.


Malam ini Lia tidak bisa tidur karena merasa dag dig dug menanti hari esok.


Ia terus memandangi kebaya putih yang akan ia pakai esok.


Bahagia karena akan menikah, tapi di sisi lain ia juga sedih karena di hari bahagianya ini bunda sudah tak lagi bersamanya.


Saat Lia tenggelam dalam lamunannya, suara ketukan pintu membuatnya tersadar.


"Calon pengantin kok melamun..."


Lia langsung menoleh ke arah pintu dan di sana Elda sedang mengintipnya.


"Elda... Sini masuk" ajak Lia


Elda lalu membuka lebar pintunya dan masuk


"Kamu kapan sampe?" Tanya Lia


"Baru aja, kamu kenapa melamun? Apa yang kamu pikirkan, hm..."

__ADS_1


"Ga ada, aku cuma lagi kangen sama bunda"


"Bunda pasti bahagia kok di sana, beliau orang nya baik sudah pasti Tuhan berikan surga padanya"


"Tau dari mana kamu kalo bunda ku orangnya baik?" Selidik Lia


"Ya... Aku asal nebak sih. Tapi pasti orang baik kan, ga mungkin kalo bunda kamu jahat dia bakal baik sama kakak gue"


Jawaban Elda berhasil membuat Lia tertawa dan kembali ceria.


Elda lalu membahas tentang semua persiapan untuk besok agar Lia tak lagi kepikiran tentang bundanya.


Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol dan mempersiapkan semua, hp Lia tiba-tiba berdering.


Lia tersenyum ketika melihat hp nya


"Siapa yang telfon?" Tanya Elda


"Siapa lagi..."


"Kakak? Video call?"


Lia mengangguk kemudian menjawab panggilan Lucas


Tapi Elda segera merampasnya.


"Hai sayang.... Lagi ngapain...." Ucap Elda begitu wajah Lucas muncul di layar hp


"Loh kok kamu, mana yang punya hp?"


"Ga ada, Lia udah tidur"


"Jangan bohong, Lia pasti ada di sebelah kamu kan. Kasih hp nya ke Lia"


"Ga ada kak, calon istri mu sudah terlelap. Dia harus istirahat karena besok mungkin akak melelahkan"


"Elda...." Lucas menatap Elda dengan serius dan membuat Elda takut untuk lebih lanjut mengerjainya


"Iya iya, galak amat. Besok udah resmi kok, ga tahan amat cuma semalam" gerutu Elda lalu memberikan hp nya pada Lia.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2