Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 30


__ADS_3

Viona berperang dengan pikirannya sendiri.


Ia mengamuk dan membuat seisi kamarnya berantakan.


"Ga bisa ga bisa, gue ga bisa kasih tau mama. Gue harus ketemu sama Agil, enak aja dia asyik mabok sedangkan gue di sini harus kebingungan dengan kehamilan gue"


Viona beranjak dan mengambil hp dan tasnya.


Ia kemudian keluar tanpa melihat waktu.


Saat Lucas keluar dari ruang kerjanya dia melihat Viona keluar dengan terburu-buru.


Melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 11.20


"Mau kemana dia keluar malam jam segini?"


Batin Lucas


Kecurigaan nya mulai tinggi, ia besok akan memerintahkan Romi agar mencoba menyelidiki apa saja kegiatan sehari-hari Viona.


Lucas tidak mau apa yang Viona kerjakan akan berimbas buruk terhadap dirinya, keluarga dan juga perusahaan nya.


*****


Sesampai Viona di diskotik, Agil memang benar sedang mabuk di temani banyak wanita di sampingnya.


Viona mendekati lalu menarik tangan Agil.


"Ikut gue" ucap Viona


Agil tetkejut karena kedatangan Viona yang tiba-tiba dan langsung menariknya.


"Ada apa sayang, begitu kangen lo sama gue sampe segitunya ya.." ujar Agil yang sudah mulai teler gara-gara mabuk


"Diam, sekali lagi lo bicara gue sumpal mukut lo"


Viona terus menarik Agil keluar dari diskotik.


Begitu hendak keluar di ambang pintu berdiri seorang pria di sana.


"Hai Vi, mau kemana lo? Agil kenapa?" Tanya Guntur salah satu temannya Agil


"Gue ada urusan penting dengan teman lo, jangan banyak bertanya dan biarkan gue lewat!"


"Ish... Galak amat. Ada masalah apa sih"


"Lo bisa ga sih ga usah banyak bertanya, minggir"


Viona mendorong Guntur yang menghalangi jalannya kemudian lanjut berjalan dengan terus menyeret Agil.


Saat Viona hendak membuka pintu mobil, Agil menepis tangannya dengan kuat.


"Mau lo apa sih sayang, gue lo seret dari tadi. Ada masalah apa, hah"


"Ini penting, penting banget. Kalo lo masih mau hidup masuk sekarang ke mobil kita bicara di tempat lain"

__ADS_1


"Gue masih ga mau pergi, gue masih mau di sini"


"Agil!! Mumpung kesabaran gue masih ada cepat masuk ke mobil sekarang. Gue kali ini ga main-main ya" ucap Viona sambil menunjuk Agil


Agil menurut dan masuk ke dalam mobil.


Viona membawa Agil pulang ke kontrakannya, kemudian ia menyiramkan segelas air tepat di muka Agil.


"Lo apa apaan sih Vi!!" Bentak Agil


"Sekarang lo masih mabuk ato udah sadar?"


Tanya Viona


"Maksud lo apa nyiram muka gue, lo gila ya"


Agil mengusap air di wajahnya yang juga membasahi rambut dan bajunya


"Ada yang lebih penting dari semua pertanyaan lo itu"


"Apa, hah!!"


Viona mengeluarkan testpack dan melempar nya ke arah Agil.


"Apa ini" tanya Agil sambil melihatnya


"Itu testpack"


"Testpack? Milik siapa?"


"Itu punya gue Gil"


"Ya, gue hamil"


"Wah... Selamat Viona sayang, sebentar lagi lo akan menjadi seorang ibu, congratulations sayang..." Agil berdiri menghampiri Viona dan hendak memeluknya


Namun Viona mendorong nya


"Selamat?? Hah lo bilang selamat buat gue? Agil lo sadar ga sih akibat nya nanti" tanya Viona dengan geram


"Apa, akibat apa? Lo bakal jadi mama dan gue bakal jadi seorang papa. Bukankah itu kabar baik sayang..."


"Lo gila ya, bener bener gila. Lo lupa kalo gue sekarang adalah istrinya Lucas?"


Agil kemudian sadar bahwa kehamilan Viona juga membawa petaka baginya.


Kini mereka berdua sibuk berpikir bagaimana caranya untuk menemukan solusi terbaik.


Tapi tak ada cara yang lebih aman kecuali dengan 1 cara, yaitu menggugurkan kandungannya.


Sontak itu membuat Agil terkejut dan menolak usulan Viona.


Agil tidak mau buah hatinya di gugurkan begitu saja oleh Viona.


Tapi bukan Viona namanya jika tidak keras kepala.

__ADS_1


Mereka tetus saja berdebat, Agil yang tetap ingin mempertahankan sedangkan Viona sebaliknya.


Lelah berdebat, Viona merebahkan dirinya di kasur sedangkan Agil duduk di luar sambil menikmati sebatang rokok di tangannya.


Keduanya sama-sama melamun dan terus memutar otak.


Hingga otak Agil menemukan 1 cara yang akan bisa mempertahankan bayi nya juga dirinya.


Segera Agil masuk dan membangunkan Viona yang sudah tertidur.


"Sayang... Sayang... Bangun. Gue ada ide cemerlang"


Agil menepuk-nepuk pipi Viona membangunkannya


"Aduh... Apa sih Gil. Ga usah ganggu gue kalo lo cuma mau ngasih ide konyol"


"Ngak, sumpah ide gue kali ini bener bener good"


Segera Viona bangun "Apa, apa ide nya"


Agil lalu membisikkan rencana apa yang akan mereka lakukan.


Viona yang awalnya cemberut kini berubah tersenyum.


"Oke, kalo ide ini gue setuju" ucap Viona


"Kan, bagus kan ide gue"


Viona mengangguk dan mereka berdua kompak tertawa, membayangkan rencana mereka berjalan dengan lancar.


"Sekarang kamu istirahat dulu, jangan sampai bayi kita merasa kecapekan karena mamanya tudak tidur semalaman" ujar Agil sambil mengelus perut rata Viona


Viona tidur berbantalkan lengan Agil sambil memeluknya.


*****


H-1 dari hati pernikahan Lucas sengaja tidak pergi ke kantor.


Ia menegerjakan semua pekerjaannya melalui hp dan laptopnya.


Lucas bangun jam 5 pagi untuk kemudian olahraga lari.


Lucas memakai kaos putih dan celana jogernya tak lupa dengan sneaker kesukaannya.


Tak lupa ia memakai earphone dan mulai berlari.


Jam 9 pagi barulah ia pulang.


Ia melakukan olahraga pendinginan di dekat kolam ikan koi di samping rumah.


Dan pada saat itu juga Viona datang.


Melihat Lucas dengan tubuhnya yang kekar, kaos putihnya yang sudah basah dengan keringat membuat jelas garis perut sixpack nya.


Viona terpana melihatnya, bahkan seketika ia membayangkan bahwa ia benar-benar bisa menyentuh dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Sebentar lagi, sebentar lagi kamu pasti akan menjadi milik ku seutuhnya..." Batin Viona


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2