Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 61


__ADS_3

Berbanding terbalik dengan apa yang di alami pak Surya.


Satu persatu usaha milik pak Surya mengalami kemerosotan.


Hotel, cafe dan restoran miliknya satu persatu di jual demi menstabilkan perusahaan nya.


Bukannya membaik, itu malah awal dari kebangkrutan keluarga pak Surya.


Hal itulah yang membuat pak Surya menjadi gelap mata, di tambah lagi dengan istri nya yang tidak bisa hidup meninggalkan segala kemewahan nya.


Dari situlah niat jahat pun muncul.


Mama Viona mengompori pak Surya tentang pak Arman, pak Surya harus meminta balas budi dari apa yang pernah pak Surya berikan.


Pak Surya mengikuti perintah istrinya, menjadi angkuh, kasar dan licik demi harta.


Hingga keputusan terakhirnya menikahkan Viona, anak satu-satunya mereka dengan Lucas demi menjamin keamanan perusahaan nya.


Flash Back off


Semuanya mendengar kan cerita pak Arman dengan seksama.


Pak Arman merasa sedih, orang yang dulunya sangat baik berubah menjadi monster hanya demi harta.


"Bagaimana pun Surya sangat berjasa dalam hidup ku, tapi bukan Surya yang jahat seperti sekarang. Dan kini, Surya sudah pergi selamanya..." Ujar pak Arman dengan sedih


"Aku ngerti bagaimana perasaan papa, tapi melihat tindakannya sebelum ini aku ga bisa memaafkan dia pa" saut Lucas


"Ya, bibi juga setuju sama kamu. Pak Surya itu emang pantas mendapatkan itu semua, karena dia rela menjual putrinya sendiri hanya demi bisnis, miris" sambung mama Elda


Dika menepuk lengan pak Arman


"Sudah lah kak, kakak tidak perlu lagi memikirkan pak Surya. Kakak sudah membayar hutang budi kakak padanya, jadi apa lagi yang kakak pikirkan?"


Pak Arman mengambil gelas dan meneguk air di dalamnya. Dengan matanya yang sayu, pak Arman mengelap bekas makanan di bibirnya


"Besok aku ingin pergi ke makam Surya..." Ucapnya


"Untuk apa papa ke sana?" Tanya Lucas


"Tidak ada, papa hanya ingin berziarah ke makamnya"


"Baiklah, besok aku yang akan anterin papa ke sana"


"Emangnya kakak tau di mana makam pak Surya?" Tanya Elda


"Soal itu aku bisa menyuruh Romi untuk mencari tau"


Makan malam pun selesai.


Pak Arman pergi ke kamarnya, Dika - istri dan Elda duduk berbincang di ruang keluarga.


Sedangkan Lucas dan Lia berada di kamarnya.


Karena hari ini hari pertama Lia datang bulan, perutnya terasa sakit karena kram.


Lia duduk menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam, kedua tangannya memegang perutnya.


Lucas yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri dan duduk di samping nya.

__ADS_1


Sambil memegang tangannya Lucas juga meraba keningnya.


"Ada apa sayang, kamu kenapa?" Tanya Lucas dengan lembut


Lia membuka matanya dan memegang balik tangan Lucas


"Perut ku sakit mas, kram"


"Kram? Kok bisa? Emang kamu ada salah makan atau gimana. Atau jangan jangan ini karena kamu habis minum jamu tadi siang itu ya?"


Saking paniknya, Lucas memberikan banyak pertanyaan pada Lia.


Lia sampai menutup mulut Lucas dengaj tangannya agar tak lagi memberikan pertanyaan padanya.


"Kamu bisa ga sih nanya nya satu-satu. Aku lagi sakit perut trus kamu malah interogasi aku!"


Ujar Lia sedikit kesal dan membuang tangan Lucas dari atas perut nya.


"Aku khawatir sayang, apa kita ke rumah sakit aja ya. Ayo aku bantu kamu berdiri kita ke rumah sakit sekarang" ajak Lucas


Lia menatap bola mata Lucas dengan sorotan tajam, tanpa sepatah kata pun Lia lalu membaringkan dirinya dan menutupi dirinya dengan selimut.


Lucas heran dan tidak tau, mengapa Lia se begitu marahnya pada nya hanya karena semua pertanyaan nya.


Bukannya senang di perhatikan, lia di malah kesal padanya.


Lucas kemudian berbaring di samping Lia sambil memeluk nya.


"Sayang, kamu marah ya sama aku karena aku terlalu banyak nanya? Maaf ya, aku minta maaf" ucap Lucas dengan memegang pipi Lia


Lia dengan matanya yang masih terpejam hanya mengangguk.


"Mas, jangan deket-deket ih. Aku ga mau di peluk"


Lucas menghela nafasnya dan memundurkan dirinya.


"Sayang, kamu kok jadi marah-marah mulu. Kenapa?"


"Jangan ngomong terus mas, perut ku kram nih. Bukannya bawain air hangat buat kompres malah bikin aku kesal!"


Ketus Lia membuat Lucas serba salah.


"Ya udah ya, iya iya maaf. Aku ambilkan air hangat dulu ya buat kompres"


Lia tidak menjawabnya dan malah balik menyelimuti dirinya.


Lucas turun dari kasurnya dan keluar dari kamar nya.


Lucas menuruni anak tangga sambil manyun karena selalu kena marah istrinya.


Elda melihatnya lalu memanggil Lucas.


"Kak, mau kemana? Lia mana?" Tanya Elda


Lucas dengan langkah kakinya yang malas menghampiri Elda yang sedang duduk bersama papa dan mama nya.


"Ada apa Lucas, kok wajah kamu kusut gitu" tanya mama Elda


"Iya, udah kayak baju yang belum di setrika aja" timpal Elda

__ADS_1


Lucas lalu duduk di samping paman nya, Dika.


Dika merangkul bahu Lucas sambil menepuk nya Dika pun bertanya


"Ada apa, kenapa wajah mu begitu. Ada masalah dengan istri mu?"


"Lia sejak makan malam tadi diem terus. Dan sekarang pas udah di kamar makin diem" ujar Lucas masih dengan raut wajahnya yang kusut


"Ada apa, apa kamu ada buat salah sama dia? Bukan kah sejak kalian datang tadi semua baik-baik saja"


Tanya mama Elda


"Aku ga tau bi. Katanya dia lagi sakit perut, kram gitu katanya"


"Kram? Kok bisa? Apa istri mu ada salah makan?" Tanya Dika yang mulai khawatir


"Ga tau paman. Aku juga udah tanya tadi salah makan ato apa, eh dia malah makin marah karena aku banyak nanya"


Elda bukannya membantu Lucas, dia malah tertawa keras melihat kakak sepupu nya itu serba salah di mata istrinya.


Hingga mama nya memukul paha Elda agar ia berhenti tertawa.


"Sory sory, aku ga bermaksud buat ngetawain kakak. Tapi sungguh, baru kali ini aku melihat ekspresi wajah kakak begitu" ujarnya


"Elda, sudah. Bisa-bisa nya kamu ketawain kakak kamu gitu" seru mamanya


Elda mencoba berhenti tertawa karena wajah Lucas semakin menakutkan melihatnya tertawa


"Sory kak. Eh tapi aku mau nanya, apa Lia sekarang lagi dapet?"


Tanya Elda ketika sudah bisa berhenti tertawa


"Dapet, dapet apa?" Tanya Lucas bingung


"Ih, dapet itu maksud nya Lia sekarang lagi datang bulan apa ngak?"


"Kok kamu tau?"


"Tuh kan, bener firasat ku" ucap Elda yang membuat yang lain penasaran


"Firasat apaan sih, katakan!"


"Kakak, aku kasih tau ya. Perempuan kalo lagi dapet itu emang mood nya gitu, suka naik turun. Suka tiba-tiba marah ga jelas, tiba-tiba senyum"


"Kok gitu? Emang semua perempuan gitu?"


Elda mengangguk sambil memakan kacang dari toples yang ia pangku.


"Semua perempuan pasti pernah begitu saat lagi dapet. Mama juga kalo lagi dapet aku pasti selalu kena semprot"


Mama Elda menjewer kuping Elda


"Enak aja, lagi dapet atau ngak kalo kamu nakal ya mama semprot"


"Tuh kan kak. Kakak lihat sendiri, ga cuma aku papa juga sering kok di semprot sama mama. Ya kan pa?"


Dengan pasti Dika mengangguk mengiyakan perkataan Elda


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2