Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 90


__ADS_3

Wawancara itu berlangsung singkat karena Lucas tidak mau membuat Lia semakin merasa kecapekan.


Begitu selesai Lucas langsung mengantar Lia ke kamarnya.


Elda dan mamanya menyusul mereka ke kamar, di sana Lia yang sedang duduk di sofa dan Lucas sedang membantu nya melepaskan sepatu heels yang Lia gunakan.


"Kok udah masuk ke kamar? Kenapa, kan acaranya masih belum selesai?" Tanya mama Elda


"Lia merasa capek bi, jadi biarkan saja dia disini" jawab Lucas


"Tapi ga papa kan, kamu merasa pusing atau apa Lia?" Tanya bibi nya dengan khawatir


"Ga papa bi, cuma merasa capek aja" saut Lia


"Oh ya Lucas kamu temani saja Lia di sini. Eh tapi bagaimana dengan para tamu?"


"Bibi tenang aja, habis ini Lucas akan turun untuk menemui mereka semua"


"Oh gitu, ya sudah bibi mau turun sekarang"


Lucas mengangguk, Elda masih berdiri di samping Lia sambil memegang lengan atas Lia


"Are you oke?"


Dengan senyum di bibirnya Lia mengagguk "I am oke"


"Ga butuh sesuatu? Makan atau minum misalnya?"


"Bisa tolong ambilkan aku makanan, aku sangat lapar" rengek Lia


"Tuh kan, pasti lapar. Tunggu bentar ya aku ambilkan. Kakak juga mau di ambilkan sekalian?"


"Boleh, ambilkan juga untuk ku"


"Oke bos"


Elda keluar dan mengambil kan makanan untuk mereka.


Di depan kamar itu berdiri 2 penjaga, setiap siapa saja yang ingin masuk selalu mereka cegah dan periksa kecuali anggota keluarga.


Beberapa saat Elda pun datang dengan membawa makanan di tangannya.


Ia lalu memberikan pada Lucas dan kembali turun.


Lucas menemani Lia dan makan bersama di sana, barulah setelah itu Lucas turun untuk menemui semua tamunya dan meninggalkan Lia untuk beristirahat di sana.


Namun sebelum turun ke bawah, Lucas membantu Lia untuk melepas gaun dan mahkotanya.


"Kamu istirahat di sini sendirian ga papa sayang?"


"Ga papa kok mas. Malah aku jadi ga enak karena meninggalkan acara yang masih belum selesai"

__ADS_1


"Its oke sayang, ga papa. Kamu istirahat aja di sini, aku keluar dulu ya. Kalau ada perlu apapun itu langsung telfon aku. Ada penjaga juga di luar untuk memastikan keamanan kamu"


Lia mengangguk, Lucas mencium keningnya dan langsung keluar dari kamar itu.


Lia merebahkan tubuhnya dan langsung memejamkan matanya, karena merasa sangat kelelahan ia langsung tertidur pulas.


"Dimana istri mu Lucas?" Tanya pak Arman


"Lia ada di kamar pa, katanya capek. Jadi aku suruh dia untuk istirahat aja di sana"


"Tapi dia ga papa kan?"


"Ga papa pa, cuma kecapekan karena kelamaan berdiri"


"Oh gitu"


Semua anggota keluarga berada di lantai bawah dan sedang asyik menemui tamu undangan.


Seorang wanita dengan dress hitam yang seksi berjalan menaiki tangga dan hendak menuju lantai 2.


Begitu sampai di sana penjaga langsung menghentikan dan memeriksa nya.


"Anda siapa nona, mau apa anda naik kemari?"


"Saya ingin menumpang kamar mandi, boleh?"


"Kamar mandi di lantai bawah juga ada nona, pergilah" usir penjaga itu


Kedua penjaga itu saling tatap, mereka tidak mau mengizinkan wanita itu.


"Adu... Aduh saya benar-benar sudah tidak tahan, biarkan saya ke kamar mandi dulu setelah kalian bisa lanjut mengintrogasi saya"


Wanita itu memegang perut nya dan merintih kesakitan, kedua penjaga itu akhirnya mengizinkan wanita itu untuk pergi ke kamar mandi tanpa melalui pemeriksaan.


1 penjaga tetap berdiri di sana dan 1 lainnya membuntuti wanita itu.


Wanita itu masuk ke kamar mandi dan cukup lama di sana, entah apa yang ia lakukan di dalam hingga membuat penjaga yang menunggunya merasa bosan dan juga kebelet buang air kecil


"Nona, lebih cepatlah sedikit" ucap si penjaga sambil menggedor pintu


"Aduh... Apa kamu tidak pernah merasakan sembelit? Tunggu bentar napa sih, belum kelar ini" saut wanita itu dari dalam


Karena tak kunjung keluar, penjaga itu pun pergi ke kamar mandi yang satunya dan letaknya bener meter dari kamar mandi itu.


Tak lama wanita itu keluar dan meninggalkan sesuatu di dalam kamar mandi itu.


Ia lalu berjalan keluar dan melewati penjaga tadi dengan aman.


Kini satu persatu tamu undangan mulai berpamitan pulang, perasaan Lucas tiba-tiba menjadi khawatir dan gelisah.


Ia melihat layar hp nya tak ada pesan ataupun panggilan dari Lia.

__ADS_1


"Kamu kenapa nak?" Tanya pak Arman dengan menepuk bahu Lucas


"Ga papa pa, aku ga papa kok. Papa masih kuat di sini? Kalo papa capek ayo Lucas antar ke kamar"


"Ga usah nak, papa ga papa kok. Lagi pula kapan lagi papa bisa kumpul sama teman-teman papa"


"Baiklah, Lucas mau ke atas dulu ya pa. Lucas mau lihat Lia di kamar"


"Ya pergilah"


Lucas pergi ke lantai 2 dan pak Arman kembali berkumpul bersama teman-teman nya yang hendak berpamitan untuk pulang.


Begitu sampai di kamar Lia masih ada di tempat tidur dan sudah sangat terlelap.


Lucas menyingkap rambut yang menutupi wajah istrinya itu, saking lelahnya Lia tertidur tanpa sempat membersihkan makeup nya.


Lucas memandangi wajah istrinya itu degan lekat "Kamu sangat cantik sayang, aku bersyukur karena sangat beruntung memiliki dirimu dalam hidup ku" ucapnya dengan pelan lalu mencium keningnya.


Ia lalu menarik selimut nya hingga menutupi dada Lia sebelum ia keluar dari kamar itu.


Kini acara pun selesai dan para tamu kini sudah pulang.


Petugas katering pun mulai mengemasi piring dan gelas kotor yang masih berserakan.


Pak Arman sudah naik ke atas dan akan beristirahat di kamarnya, begitu pun dengan Dika dan istrinya. Sedangkan Elda sudah masuk ke kamarnya sejak tadi.


Lucas masih berbicara dengan Romi sebentar lalu juga pergi ke kamarnya.


Romi masih tetap berdiri di sana sambil berbicara dengan penjaga yang lainnya sebelum ia pun pergi ke kamarnya.


Tepat jam 3.00 pagi saat semua orang sedang terlelap terdengar suara teriakan dari kamar pak Arman.


Suasana yang sangat sepi membuat suara pak Arman menggema seisi vila.


Semua orang terbangun langsung keluar dari kamar masing masing dan langsung menuju kamar pak Arman.


Begitu pun dengan para penjaga di luar yang langsung masuk bersamaan.


"Ada apa Lucas, siapa yang teriak barusan?" tanya Dika


"Seperti nya dari kamar papa paman"


Mereka lalu segera berlari ke kamar pak Arman


"Papa... Pa. Papa kenapa pa..."


Panggi Lucas sambil mencoba membuka pintunya namun terkunci dari dalam.


Segera para penjaga langsung mendobrak pintu.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2