Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 67


__ADS_3

Saat ini sudah jam 14.15 dan Lia belum makan siang.


Perutnya sudah mulai keroncongan karena rasa laparnya.


Lia meraba perutnya, bukan hanya karena lapar bahkan kini sakit perut karena mens juga datang tiba-tiba.


Perutnya yang lapar juga kram membuat Lia tidak bisa berjalan, ia yang awalnya duduk di sofa langsung membaringkan tubuhnya.


Dahinya mulai mengerut karena menahan sakit, bulir bening dari titik keringat nya mulai bermunculan di wajahnya.


Tangannya memcoba meraih tasnya yang ada di meja namun ia tak sampai.


Lia mengatur nafasnya dan mencoba untuk bangun, ia harus pergi ka kamar mandi karena ia harus mengganti pembalut nya saat ini.


Dengan susah payah Lia bangun dan segera ke kamar mandi.


Dengan cepat ia mengganti pembalutnya lalu keluar dari kamar mandi.


Begitu langkah kakinya keluar dari kamar mandi, Lia terpeleset.


Braakk....


Tubuhnya terjatuh ke lantai hingga membuat kepalanya terbentur.


Lia meringis kesakitan dan memegangi dahinya.


Saat itu juga Lucas datang dan terkejut karena melihat Lia di lantai.


"Lia...." Panggil Lucas


Lucas melempar laptopnya ke atas meja dan ia segera berlari ke arah Lia.


Lucas langsung menggendong nya membawa Lia ke sofa.


"Ada apa sayang, kenapa dahi kamu sampe memar gini? Kamu jatuh?"


Tanya Lucas panik


Lia mengangguk sambil memegangi dahinya.


"Jangan di tekan, ini harus di kompres agar memarnya hilang. Tunggu bentar"


Lucas menelfon seseorang meminta di bawakan air hangat untuk mengompres Lia.


Setelah itu Lucas meniup pelan.


Tak lama seseorang datang dan memgetuk pintu.


"Permisi tuan, ini air hangatnya tuan..."


Terdengar suara dari balik pintu


"Cepat masuk dan bawa kesini" titah Lucas


Wanita dari balik pintu itu pun masuk dengan membawa baskom berisi air hangat.


Dia adalah Sisil sekertaris Lucas.


"Ini tuan"


"Letakkan di meja" suruh Lucas


Sisil meletakkan baskom nya di atas meja, sedangkan Lucas mengambil sapu tangan dari saku jas nya dan langsung mencelupkan nya di air hangat tadi.


Setelah di peras airnya, sapu tangan itu pun Lucas gunakan untuk mengompres dahi Lia.


Sisil yang tetap berdiri di sana menyaksikan langsung bagaimana perhatiannya seorang tuan Lucas Danuarta terhadap wanita di depannya itu.

__ADS_1


Tidak percaya dengan yang ia lihat, Sisil mengucek matanya berulang kali.


Lucas yang terkenal dengan sifat nya yang jutek, dingin dan anti wanita kini malah terlihat begitu bucin.


Karena sibuk mengompres Lia, Lucas sampai tidak sadar kalau Sisil sedari tadi memperhatikan mereka.


"Masih apa kamu di sini? Cepat keluar dan selesai kan kerjaan kamu!" Ujar Lucas


Sisil di buat terkejut karena suara Lucas.


"Baik tuan, saya permisi"


Segera Sisil keluar dan kembali ke ruangannya.


Lucas terus mengompres Lia sambil melihat anggota tubuh Lia yang lain takut ada yang terluka.


"Ada lagi yang sakit sayang? Mana, coba aku lihat..."


"Ga ada mas, cuma ini aja"


Jawab Lia sambil menunjuk dahinya.


"Kenapa bisa sampai jatuh gini sih?"


"Ya namanya juga apes mas, ga ada kalendernya. Tiba-tiba aja langsung kepeleset"


"Kalo masih sakit kita ke dokter aja ya, aku takut kamu kenapa-kenapa"


"Ga usah mas, cuma jatuh gini doang masak harus ke dokter"


"Ya aku khawatir, itu yang memar di kepala kamu loh sayang"


"Kamu takut aku gagar otak ya mas? Ya ampun mas, jatuh gini doang ga usah lebai deh"


Lia mentertawakan Lucas karena berlebihan, saat itu juga terdengar suara dari dalam perut nya.


Lia yang tadinya tertwa kini langsung diam karena malu dengan bunyi dari perutnya yang keras.


"Kamu lapar?" Tanya Lucas sambil memgang perut Lia


Dengan senyum malu Lia mengangguk.


"Kamu pasti belum makan siang kan? Kamu bohong tadi sama aku bilangnya udah makan. Ini apa, perut kamu sampe keroncongan gini?!"


Lia terdiam karena Lucas memarahinya.


"Ayo kita pulang sekarang" ajak Lucas


"Loh kok mau pulang?"


"Kamu masih mau di sini sampe kantor tutup? Kamu mau sakit gara-gara ga makan, hm...??"


"Siapa juga yang mau sakit" jawab Lia dengan suara samar


Lucas mengambil tas Lia dan membantunya berdiri.


"Masih kuat jalan?" Tanya Lucas


"Ya masih lah mas, kamu pikir aku se kelaparan apa sih sampe ga kuat berjalan?" Tanya balik Lia sambil mendongakkan kepalanya.


Lucas diam dan hanya menatap balik mata Lia.


"Emangnya kalo aku ga bisa jalan, kamu mau gendong aku?" Tanya Lia dengan manja.


Tanpa basa basi Lucas langsung menggendong Lia dengan kedua tangannya.


Lia sampai terkejut karena Lucas benar-benar menggendong nya keluar.

__ADS_1


Lucas keluar dari ruangannya dengan menggendong seorang wanita, semua mata karyawannya tertuju pada nya lebih lagi karyawan wanitanya.


Merkea tidak pernah melihat seorang wanita pun yang masuk ke ruangan itu selain karyawan nya sendiri.


"Eh... Mas! Mas, turunin aku. Mas... Cepat turunin aku, aku malu mas"


Lia memukul kecil dada Lucas dan meminta untuk di turun kan, namun Lucas tetap berjalan.


Barulah ketika sampai di depan lift, Lucas menurunkan Lia.


Lia menunduk malu karena ia dan Lucas menjadi pusat perhatian semua pasang mata.


Sedangkan Lucas cuek bebek dan tak pedulikan sekitar nya.


Begitu pintu lift terbuka Lia segera masuk di ikuti Lucas di belakangnya.


"Kamu apa-apa an sih mas, aku malu tauk" ujar Lia sambil memukul lengan Lucas


"Malu? Malu kenapa?" Tanya Lucas dengan pura-pura polos


"Ih kamu sadar ga sih mas, kita tuh jadi pusat perhatian semua karyawan kamu"


"Kan kamu sendiri yang minta di gendong, giliran di gendong malah marah marah gini"


"Tadi itu aku cuma bercanda, kenapa kamu malah gendong aku beneran?!"


"Masak? Biasanya kamu suka kalo aku gendong?"


Lucas mencoba merayu Lia agar tidak marah.


Bukannya berhasil, rayuan Lucas malah membuat Lia semakin marah.


Saat pintu lift terbuka Lia segera keluar begitu saja.


Lucas langsung mengejar nya dan memintanya untuk menunggunya mengambil mobil.


Lia tidak mau, Lia ngambek dan bilang kalo dia akan pulang jalan kaki aja.


Lucas akhirnya menggendong lagi tubuh Lia membawa nya ke mobil.


Di dalam kantor Lucas, kini semua karyawan nya sedang membicarakan nya.


Mereka mulai bergosip tentang wanita yang keluar dengan di gendong oleh tuan muda pemilik perusahaan ini.


"Masa iya itu pacarnya tuan Lucas? Bukannya tuan Lucas ga minat buat pacaran begitu?" Ujar Mita


"Iya juga ya, eh tapi aku penasaran loh sama wanita tadi. Aku ga sempet liat jelas wajahnya" sambung Eli


"Kalian masa lupa sih, itu tadi yang di gendong sama tuan Lucas kan Camelia" saut Sisil


"Sisil, kok kamu tau. Camelia siapa?" Tanya Eli fan Mita


"Kalian ga tau, dia itu pernah kesini buat ngajakin tuan Lucas kerja sama. Dia kan seorang design interior, kalo ga salah dia juga perancang busana" jelas Sisil


"O... Apa mungkin dari kerjasama itu tuan Lucas dan dia pacaran?"


"Ya mungkin aja sih. Soalnya tadi tuan Lucas minta aku buat anterin air hangat ke ruangan nya. Kalian tau buat apa?"


Mita dan Eli kompak menggeleng


"Buat kompresin kepala Camelia"


Mita dan Eli terkejut dan membulat kan kedua mata mereka.


Dengan mulut yang menganga mereka tidak percaya dengan yang Sisil katakan.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2