
Keesokan harinya Lucas sudah rapi dan siap untuk pergi ke rumah Lia.
Sambil menikmati sarapan, Lucas membaca email yang masuk.
Mengerjakan beberapa pekerjaan nya dari hp kemudian segera berangkat menuju rumah Lia
Di tengah perjalanan Lucas menghentikan mobilnya di depan toko bunga.
Ia membeli buket bunga mawar merah kesukaan Lia.
Sebelumnya ia juga membelikan Lia kalung dan akan ia berikan hari ini.
Dengan perasaan senang dan tidak sabar ingin bertemu Lia, Lucas mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Sambil sesekali melihat buket bunga di samping nya, berharap kedatangan nya nanti akan membuat Lia bahagia.
Tak lama kini Lucas pun sampai di rumah Lia, ia memarkirkan mobilnya dan langsung turun.
Bi Ina saat ini sedang menyiram bunga di halaman depan.
"Selamat datang tuan" sapa bi Ina
"Iya bi, Lia nya ada di mana?"
"Non Lia ada di kamarnya tuan"
"Baiklah, saya masuk dulu bi"
Lucas pun masuk dengan membawa buket bunganya.
"Kasihan non Lia, dia pasti sangat kecewa sama tuan Lucas. Semoga hubungan pernikahan mereka akan baik baik saja" batin bi Ina
Bi Ina melihat ke dalam untuk sesaat, tapi ia kembali keluar dan tidak mau menguping pembicaraan Lia dan Lucas di dalam.
Lucas mengetuk pintu kamar Lia tanpa bersuara.
"Toktoktok..." Bunyi pintu kamar yang di ketuk
"Apa lagi bi, sudah aku bilang aku ga mau makan" terdengar suara Lia dari dalam
Lucas bingung ada apa dengan istrinya, kenapa dia bilang tidak mau makan.
Lucas kembali mengetuk pintunya
"Apa lagi si bi, bibi pergi aja deh, kerjain yang lain. Jangan ganggu aku"
Suara Lia dari dalam kamar terdengar seperti orang yang pilek dengan hidung mampet.
"Apa Lia sedang sakit?" Batin Lucas
Untuk ketiga kalinya Lucas kembali mengetuk pintunya, hingga membuat Lia benar-benar kesal dan membuka pintunya.
Toktoktok....
"Ya ampun bi Ina, bibi kenapa sih..."
Lia langsung diam ketika ia membuka pintu kamarnya yang ada di depannya bukanlah bi Ina melainkan adalah Lucas, suaminya.
Lia menatap mata Lucas kemudian berpaling dan menutup pintunya.
__ADS_1
Lucas menahan pintunya dan memegang tangan Lia
"Ada apa sayang, ada apa dengan mu?" Tanya Lucas
Ia terkejut begitu melihat wajah Lia yang murung dan matanya yang sembab seperti habis menangis.
Lia menepis tangan Lucas dan terus memaksa menutup pintu.
"Kenapa kamu mau menutup pintunya, ada apa sayang. Katakan, jangan menutup diri dari ku" ujar Lucas
"Pergi! Pergi dari sini, aku ga mau ketemu sama kamu!" Usir Lia
"Ga mau ketemu sama aku? Ada apa sayang, apa aku ada buat salah? Katakan"
Karena pintunya tak bisa ia tutup karena Lucas menahan nya, Lia masuk ke kamarnya dan duduk di sudut ranjang.
Lucas masuk dengan buket bunganya di tangannya.
Ia lalu meletakkan nya di atas meja dan menghampiri Lia.
Lucas duduk berlutut di bawah Lia sambil terus menatap wajah Lia.
Tapi Lia tidak mau melihatnya wajah Lucas, ia memalingkan wajahnya dari Lucas.
Lucas memegang tangan Lia namun Lia menepisnya.
Lucas mencoba tetap tenang agar ia bisa juga menenangkan Lia.
"Ada apa sayang? Apa aku ada salah? Katakan pada ku"
Kata Lucas
Lucas dengan sabar mencoba terus bertanya dengan lembut pada Lia.
"Jangan diamkan aku begini sayang, katakan apa salah ku? Aku akan terima jika kamu mau memarahi ku"
Lia tetap diam dan selalu menepis tangan Lucas saat menyentuhnya.
"Menjauh dari ku!" Ucap Lia
Lucas semakin bingung ada apa dengan Lia.
"Apa hal yang membuat mu begitu marah pada ku, apa salah ku sayang katakan. Masalah nya tidak akan selesai jika kamu terus diam begini..."
Lia menarik nafasnya dan membuang kasar.
"Kamu jahat mas, kamu pembohong. Kamu telah mepermainak aku!"
Lucas semakin bingung dengan maksud perkataan Lia.
"Apa maksud kamu sayang, aku bohong apa. Aku tidak mempermainkan mu"
"Oh ya, benarkah?"
"Sungguh sayang, siapa yang mau menipu dan mempermainkan mu? Tidak ada"
"Siapa? Jangan tanya siapa mas, orang yang sudah membohongi dan mempermainkan aku adalah kamu. Ya itu adalah kamu" ucap Lia sambil menatap mata Lucas dengan penuh amarah.
Lucas bingung dan semakin tidak tega melihat Lia menangis.
__ADS_1
"Iya sayang, aku minta maaf ya. Aku minta maaf sama kamu. Tapi setidaknya kamu kasih tau aku apa kesalahan ku"
"Kamu sebenarnya sudah menikah kan mas sebelum menikah dengan ku?!!"
Seketika Lucas begitu terkejut, ia bahkan tidak bisa menelan saliva nya sendiri.
Lucas tidak menyangka kalau Lia akan mengetahui ini dari orang lain, bukan dari nya sendiri.
"Ka..kamu, kamu tau dari siapa sayang?" Tanya Lucas
"Itu benar kan? Benar kan mas?" Lia menekan Lucas agat menjawabnya.
Lucas diam dan mencoba memegang tangan Lia, tapi lagi-lagi Lia terus menepis tangannya.
"Kamu diam, berarti semua itu benar mas?"
Lucas mengangguk, bersamaan itu juga air mata Lia kembali tumpah.
Lia tidak menyangka itu semua benar, sejak kemarin Lia berusaha kuat untuk tidak percaya tapi kini Lucas mengakui nya.
"Tujuan mu apa menikahi ku mas jika kamu sudah menikah?"
"Aku sayang sama kamu, aku cinta-"
"Stop! Cukup!"
Lia menghentikan Lucas yang belum selesai dengan perkataan nya.
"Kamu nikahin aku bukan karena kamu cinta atau sayang sama aku. Kamu nikahin aku cuma karena kamu kasihan kan karena aku di tinggal bunda?"
"Ngak sayang, itu ga bener. Aku benar-benar cinta dan sayang sama kamu tulus"
Lia bangun dan berdiri di dekat jendela.
Dengan tangisnya yang terus menjadi.
Lucas mencoba mendekatinya tapi Lia tidak mau berada di dekat Lucas.
"Aku tau kamu marah, pasti. Kamu berhak marah pada ku, bahkan jika kamu mua pukullah aku. Aku siap sayang. Tapi aku mohon, dengar kan dulu penjelasan ku"
"Penjelasan apa mas, lebih baik kamu sekarang pulang dan temani istri kamu yang saat ini sedang hamil"
"Sayang, sayang.... Dengarkan aku. Kamu udah salah faham, itu bukan anakku"
"Sudah lah mas. Kebohongan apa lagi yang mau kamu jadikan alasan. Sampai kapan kamu akan terus berbohong?"
Lucas mengusap wajahnya dan meremas tangannya.
Ia ingin menjelaskan namun Lia selalu menolak, Lia bahkan tidak memberikan Lucas kesempatan untuk berbicara.
Lia kemudian keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar bundanya.
Lucas akhirnya memilih diam.
Ia duduk di sofa sambil menutup wajahnya dengan tangannya.
Ia tidak tau bagaimana lagi caranya untuk menjelaskan semuanya pada Lia, apa dan kenapa ia bisa menikah dengan Viona.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1