
Lia keluar dari kamarnya dengan rambut yang sedikit basah.
Ia sengaja tidak mengeringkan rambutnya dengan hairdryer karena malas.
Ia menuruni anak tangga dan hendak pergi ke dapur.
Entah kenapa ia sudah sangat merasa haus dan ingin minum air sejuk dari kulkas.
"Selamat pagi non..." Sapa bi Narsih yang sedang memasak di sana
Dengan senyumnya yang ramah Lia menganggukkan kepalanya "Pagi juga bi. Oh iya bi Narsih lihat mas Lucas? Soalnya pas aku bangun dia udah ga ada di kamar" Tanya Lia sambil membuka kulkasnya
"Den Lucas nemenin bapak keluar jalan pagi non"
"Kemana?"
"Bibi ga tau non. Tapi yang pasti ga akan jauh jauh kok, paling sebentar lagi udah pulang"
Lia mengambil sebotol air dingin dan hendak meminumnya.
"Non Lia minum air dingin sepagi ini?" tanya bi Narsih
"Aku haus banget bi" jawab Lia setelah menenggak minumannya
"Pagi pagi gini udah haus banget, tumben. Bukannya non Lia ga terlalu suka minuman dingin?"
"Iya juga ya bi, tapi kali ini aku beneran haus sih. Bibi itu masak apa?" tanya Lia sambil menunjuk kuali di atas kompor
"Bibi masak cumi balado non"
Lia mendekat dan menghirup aroma dari kuali itu,
__ADS_1
"Hm... Wanginya enak banget bi, aku jadi laper. Tapi ini pasti lebih enak kalo pake pete"
"Tapi kan pete sekarang lagi ga musim non, jarang mah bibi nemu pete sekarang"
"Tapi aku mau itu di campur sama pete bi"
Bi Narsih berhenti mengaduk cumi nya dan berbalik menghadap Lia "Non Lia pingin banget?"
Dengan segera Lia mengangguk.
"Ya udah nanti bibi mau cariin di pasar, sekarang ga pake pete ga papa kan, non?"
"Tapi aku mau nya sekarang bi" rengek Lia
Bi Narsih teringat dengan perkataan Lucas semalam kalau Lia sikapnya mulai aneh.
Bi Narsih mematikan kompor nya dan menatap Lia terutama bagian perutnya.
Bi Narsih mendekat dan meraba perut rata Lia
"Non Lia kapan terakhir mens?"
Lia heran kenapa bi Narsih menanyakan hal itu padanya "Kenapa bini nanyain hal itu?"
"Ya bibi cuma mau tau aja, siapa tau-"
"Ada apa ini?" tanya Lucas yang baru datang membuat bi menghentikan kalimatnya
"Mas... Cariin pete dong" rengek Lia
Lucas terkejut dan mengangkat alisnya karena tumben istri nya itu minta pete.
__ADS_1
"Hah? Pete?!" tanya Lucas yang di angguki oleh Lia
Hal aneh kini terjadi lagi, karena setahu Lucas sejak kecil Lia bukanlah penikmat pete, alasannya karena membuat mulut bau dan rasanya yang sedikit pahit.
"Tumben kamu minta pete, emang kamu mau?"
"Ya iyalah mas, kalo aku ga mau makan ngapain aku minta kamu beli?"
"Ya udah nanti aku beliin ya" ucap Lucas sambil memegang pipinya
"Ih... Sekarang mas. Pokoknya aku ga mau makan kalo cumi nya ga di campur sama pete" Lia menepis tangan Lucas dan pergi dari dapur
Lucas memutar bola matanya ke atas lalu mengusap wajahnya
"Ya Tuhan... Ini masih pagi loh"
"Den..." panggil bi Narsih dengan menepuk lengan Lucas
Lucas yang hendak melangkah keluar langsung menghentikan langkahnya
"Bibi semakin yakin dengan firasat bibi den"
"Maksud bi Narsih, Lia hamil?"
Bi Narsih mengangguk "Iya den, barusan yang terjadi ini menurut bibi juga aneh. Biasanya non Lia itu selalu suka bantuin bibi masak meskipun bibi larang. Dan sekarang non Lia cuma nyuruh, mana ekspresi jutek gitu. Itu pasti bawaan hamil den"
Lucas diam dan melihat Lia dari kejauhan.
Sikapnya perlahan mulai berubah, dia yang terbiasa tersenyum kini mudah marah.
Hal yang dia tidak suka berubah menjadi suka.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️