Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 46


__ADS_3

Sambil menunggu sore, Lia di ruangannya mencoba membuat beberapa gaun rancangan baru.


Toktoktok...


"Permisi bu Lia" panggil Della dari luar pintu


"Ya, masuk Del"


Della membuka pintu dan masuk


"Ini sudah waktunya pulang, ibu masih mau di sini? Semua karyawan sudah pada pulang bu"


Li melihat jam tangannya dan benar saja ini sudah jam pulang.


Saking asyiknya menggambar Lia sampai lupa waktu


"Saya juga mau pulang, ayo"


Lia meletakkan semua alat gambarnya dan mengambil tasnya.


Sebelum pulang Lia mampir ke rumah makan Padang untuk membeli makanan.


Sesampainya di rumah Lia memanggil bi Ina dan mengajaknya makan bersama.


Lia dan bi Ina memang sangat akrab itu karena bi Ina sudah lama kenal dengan bunda Nisa, jadi Lia sudah menganggap bi Ina adalah keluarga nya sendiri.


*****


Di rumah Lucas


Saat ini Lucas sudah sampai di rumah bersama Romi.


Bi Narsih menyambut nya dengan membukakan pintu.


"Di mana dia bi?" Tanya Lucas


Terlihat dari raut wajah Lucas bahwa ia saat ini sedang marah


"Suami ku sudah pulang rupanya..." ucap Viona turun dari tangga dan berjalan menghampirinya


"Saya ke belakang dulu den" kata bi Narsih lalu pergi


Viona dengan melenggak-lenggok berjalan mendekati Lucas.


"Sudah lama aku menunggu kepulangan mu, aku udah siapkan surprise buat kamu"


Romi hendak maju dan menyuruh Viona menjauh, tapi Lucas menghalanginya.


Romi kembali mundur dan berdiri di belakang Lucas.


Viona lalu mengeluarkan sebuah kotak dan ia berikan pada Lucas.


Lucas mencoba tenang dan menahan emosinya, ia masih ingin tau apa rencana Viona selanjutnya.


Dengan tatapan datar nya Lucas mengambil kotak itu lalu membukanya.


Ternyata isi dari kotak itu adalah sebuah alat tes kehamilan.


Respect dengan hasil positif yang Viona berikan.

__ADS_1


"Kamu tau kan itu apa?" Tanya Viona


Viona meraih tangan Lucas dan meletakkannya di perut nya.


"Di sini ada Lucas junior" ucap Viona dengan senyuman lebar.


Semakin Viona tersenyum padanya semakin meningkat emosi yang ia pendam.


Kini Lucas tak lagi bisa menahan, ia menyeret tangan Viona hingga Viona jatuh di sofa.


"Lucas! Aku lagi hamil anak mu dan kamu malah dorong aku kek gini?!!"


"Apa? Coba ulangi lagi??"


"Aku sedang hamil anak mu, ini darah daging mu Lucas!"


Plak....


Lucas menampar pipi Viona hingga ia tersungkur ke sofa.


"Berani beraninya lo bilang itu anak gue"


Sambil memegang pipinya yang merah dengan bekas tangan Lucas, Viona menatap balik Lucas dengan tajam.


"Ini emang anak kamu Lucas, apa kamu lupa dengan kejadian malam itu, hah?"


Lucas mencengkeram pipi Viona


"Berhenti terus bersandiwara di depan gue, gue udah tau lo itu hamil sama siapa" ucap Lucas lalu membuang wajah Viona


Romi lalu memberikan beberapa foto pada Lucas, dan Lucas melempar nya tepat pada wajah Viona.


Foto foto dirinya bersama Agil bertebaran di mana mana.


"Ini... Ini bukan aku Lucas, seseorang pasti sudah mengedit foto ini buat hancurin rumah tangga kita"


Mendengar elakan dari Viona, Lucas semakin naik pitam.


"Rumah tangga? Jangan pernah bermimpi. Niat mu dan keluarga mu untuk menguasai harta Danuarta sudah terbongkar. Selama ini aku mencoba menahan diri dengan membiarkan mu tinggal di sini, tapi tidak hari ini"


"Hari ini gue jatuh kan talak 3, dan mulai saat ini juga lo beresin semua barang-barang lo dan angkat kaki dari sini!!" Ucap Lucas dengan suara yang menggema


"Apa? Talak? Ga bisa, lo ga bisa main talak gue begitu aja. Apa lo ga pikirin bagaimana nasib papa lo yang sakit sakitan itu, dia pasti akan bertambah stress jika tau lo menjatuhkan talak sama gue"


Plak


Lucas kembali menampar Viona karena perkataan nya tentang papa nya.


"Berhenti berbicara dan segera angkat kaki dari sini, cepat!!"


Viona kini tidak bisa menyaut lagi, karena suara Lucas membuatnya sangat ketakutan.


Amarahnya kali ini bisa membunuhnya saat ini juga.


Segera Viona berlari ke kamarnya dan mengunci pintu.


Ia panik dan bingung.


Viona langsung menelfon Agil dan memintanya untuk menjemputnya.

__ADS_1


Bi Narsih sedari tadi hanya mengintip dari balik tembok.


Ia merasa kasihan pada Viona yang telah di tampar oleh Lucas, namun ia juga tidak suka dengan sikap dan perilaku Viona.


Bi Narsih merasa lega karena akhirnya Lucas bisa terlepas dari pernikahan ini.


Lucas lalu pergi ke ruang kerjanya bersama Romi.


"Romi, lakukan semua yang aku suruh tadi sekarang" titah Lucas


"Baik tuan"


Romi lalu membuka laptopnya dan segera melakukan apa yang Lucas perintahkan.


Lucas lalu mengirim pesan pada pamannya tentang apa yang baru saja terjadi.


Viona yang sudah ia talak dan usir dari rumah.


Di sana pamannya mencoba memberi tahu pak Arman dengan pelan namun tidak terlalu detil.


Dua hari kemudian pagi pagi sekali pak Surya dan istrinya datang ke rumah Lucas.


Kedatangan mereka berdua yang sepertinya mereka sedang marah.


Pak Surya menggedor-gedor pitu rumah dengan keras juga istrinya yang berulang kali menekan bel rumah.


Bi Narsih yang sedang mencuci di belakang segera berlari untuk membuka pintu.


"Tunggu sebentar" bi Narsih yang sedang membuka kunci pintu


Begitu pintu terbuka pak Surya dan istrinya langsung masuk begitu saja dan memanggil manggil Lucas dengan berteriak.


"Lucas, di mana kamu. Keluar Lucas!!" Teriak pak Surya


"Ada apa ini pak, kenapa bapak dan ibu datang dan langsung marah marah?" Tanya bi Narsih


"Di mana tuan mu, panggil dia keluar" suruh pak Surya


Lucas keluar dari kamarnya dan berdiri di atas tangga melihat dua makhluk yang sedang terancam bangkrut itu marah marah pada bi Narsih.


"Itu pa, itu Lucas ada di sana" ujar mama Viona dengan tangannya yang menunjuk ke lantai atas


"Hei, Lucas. Sini kamu, ada yang mau saya bicarakan dengan kamu" panggil pak Surya


Dengan tangannya yang ia masukkan ke saku, Lucas berjalan santai menuruni anak tangga.


"Maaf den, bibi tidak bisa mencegah mereka masuk" kata bi Narsih


Lucas memberikan kode pada bi Narsih dengan tangannya.


Lucas menghentikan langkahnya tepat di depan pak Surya.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada perusahaan saya, apa ini" tanya pak Surya sambil memperlihatkan foto pada layar hp nya.


"Apa yang kamu lakukan Lucas, kami ini mertua mu. Kenapa kamu lakukan ini pada perusahaan kami" sambung mama Viona


Tanpa menjawab pertanyaan pak Surya dan istrinya, Lucas pergi dan duduk santai di sofa.


Pak Surya dan istrinya semakin menjadi-jadi dengan mencecar Lucas dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2