Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 54


__ADS_3

Saat ini keluarga Surya sudah bangkrut, tidak mungkin bisa balas dendam pada Lucas.


"Ga usah pikirin Viona dulu, sekarang kita fokus pada kesembuhan papa. Biar urusan Lucas Viona yang bereskan" ujar Viona


"Apa kamu punya rencana?"


"Untuk saat ini ngak ada, tapi Vio janji Vio akan balas dendam sama Lucas apa dan bagaimana pun caranya"


Mama Viona hanya mengangguk.


Kini mereka berdua sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kembali mendapat banyak uang, bagaimanapun nasib kehidupan mereka selanjutnya.


"Viona mau pulang ma, capek mau istirahat"


"Ya sudah nak, kamu pulang aja dulu"


Mama Viona lebih lega jika Viona tida di sini, karena jika pak Surya melihat nya pasti Viona akan di marahi habis habisan.


"Mama bisa tolong ambilkan tas dan hp Vio di dalam. Vio ga mau papa melihat keadaan Vio seperti ini, nanti papa pasti akan bertanya tanya"


"Ya sudah, kamu tunggu sini biar mama ambilkan dulu"


Viona mengangguk dan mama nya masuk untuk mengambil kan tasnya.


Setelah itu Viona langsung pulang ke kontrakannya Agil, bukan ke rumahnya sendiri.


Saat ini Agil sedang tertidur di kamarnya, Viona langsung masuk begitu saja hingga kehadiran nya membuat Agil terkejut dan langsung terbangun.


"Sayang, baru pulang. Kemana saja lo dari kemarin?" Tanya Agil


"Minggir lah, gue capek gue mau istirahat"


"Hei kenapa pipi lo merah gini?"


"Audah lah Agil, gu udah bilang gue capek. Gue mu istirahat, jangan ganggu gue"


"Oke oke, jangan marah dong. Ya udah lo istirahat gur mau keluar beli makanan"


Agil pergi keluar meninggalkan Viona yang sudah tertidur.


*****


Kini Lucas dan pak Arman sudah bersiap untuk pulang.


Paman dan bibi pun juga sudah selesai mengemasi barang-barang mereka.


Tiket pesawat sudah mereka pesan dan kini mereka berangkat menuju bandara.


20 menit menunggu kini waktunya mereka untuk terbang.


2 jam mengudara kini mereka tiba di bandara Juanda.


Dengan perasaan yang begitu senang pak Arman tak hentinya tersenyum dan bersyukur karena telah kembali menginjakkan kaki di tanah air.


Elda menunggu kedatangan mereka dengan mengibarkan spanduk di tangannya.


"Selamat datang om Arman...." Panggil Elda


Elda berlari mendekat dan langsung memeluk pak Arman.

__ADS_1


"Keponakan om yang paling cantik.... Apa kabar?"


"Seharusnya Elda yang nanya gitu, gimana kabar om Arman?"


"Seperti yang kamu lihat, om sudah sangat baik-baik saja"


"Elda seneng banget akhirnya om Arman pulang juga ke rumah. Elda kangen banget sama om.."


"Oh ya, hanya sama om Arman saja? Dengan mama papa mu ini tidak?" Saut Dika


"Ahaha.... Papa sama mama ku tersayang, aku juga sa... ngat merindukan kalian"


Elda lalu bergantian memeluk papa dan mamanya.


"Juga dengan sepupu ku yang paling tampan sedunia" ucap Elda sambil memeluknya Lucas


"Sudah sudah, ayo pulang. Aku sudah sangat tidak sabar untuk pulang" ajak pak Arman


Mereka pun segera pulang dengan 2 mobil yang sudah Elda siapkan.


Selama perjalanan Lucas selalu memerhatikan hp nya karena berulang kali sejak semalam ia mencoba menelfon ke telfon rumah Lia namun tidak ada yang menjawabnya.


Lucas khawatir, terlebih lagi sampai hari ini hp Lia tetap tidak bisa di hubungi.


Lucas mencoba tetap tenang mengalihkan pikirannya dengan bercanda dengan Elda.


Tak lama mereka pun sampai di rumah.


Pak Sanip membuka gerbang dengan penuh senyuman menyambut kedatangan pak Arman.


Begitu turun dari mobil, bi Ina langsung membuka pintu dengan lebar dan menyambut pak Arman.


"Terima kasih bi, bagaimana kabar bibi?"


"Alhamdulillah pak, saya sehat. Saya sangat senang bapak bisa pulang kembali, semoga bapak akan terus lebih sehat kedepannya"


"Aamiin... Terima kasih"


Mereka pun masuk ke dalam, di meja makan bi Narsih sudah menyiapkan banyak makanan dan cemilan langkap dengan minumannya.


Mereka langsung makan malam bersama sambil saling bercerita melepas rindu.


Di saat yang lain asyik bercerita berbeda dengan Lucas yang wajahnya sedikit cemas.


Elda menyadari itu dan langsung menyenggol siku mama nya.


"Apa?" Tanya mama Elda


"Tuh, dari tadi melamun sendiri"


Mama Elda lalu memegang tangan Lucas dan membuat nya tersadar dari lamunannya


"Ada apa nak? Kenapa kamu melamun?"


"Ga papa kok bi, aku ga ngelamun kok"


"Lucas, ada apa nak. Papa juga perhatikan sejak pulang dari bandara tadi kamu terus diam memerhatikan hp mu. Ada masalah apa nak?" Tanya pak Arman


"Sebenarnya aku kepikiran sama Lia. Sejak kemarin malam aku tidak bisa menghubungi telfon rumah Lia" jawab Lucas

__ADS_1


"Lia masih ga bisa di bungin kak?" Sela Elda


Lucas mengangguk mengiyakan.


"Sejak hari itu aku menanyakan kabar Lia pada bi Ina lewat telfon rumah, tapi sekarang semuanya tidak bisa di hubungi"


"Kakak tenang aja, habis ini aku akan coba hubungi Lia. Siapa tau bisa"


"Nah bener tuh kata Elda, udah kamu tenang aja. Lia istri kamu pasti baik-baik aja kok. Kalo kamu mau besok biar paman temani kamu pergi ke sana"


"Ga usah paman, aku pergi sendiri aja"


"Ga papa, biar paman bantu jelaskan sama dia agar permasalahan kalian cepat clear"


"Ga perlu paman, aku pergi sendiri aja"


Pak Arman lalu memegang pundak Lucas


"Jangan pergi sendiri, besok papa akan temani kamu menemui istri mu" ucapnya


"Loh, ga usah pa. Papa ini ga boleh terlalu capek"


"Papa ga capek, papa harus bertanggung jawab karena telah membuat hidup putra papa menderita"


"Ngak pa, ini bukan salah papa"


"Sudah jangan lagi menolak, biarkan papa menebus kesalahan papa dengan membantu memperbaiki hubungan kalian"


Tatapan tulus dari papanya tak mampu ia tolak.


Lucas mengangguk setuju untuk di temani pergi ke rumah Lia besok.


*****


Di rumah Lia


Hari ini Lia membantu bi Ina di dapur untuk memasak makanan kesukaan Lucas.


Lia kini sudah sangat tenang, ia sudah bisa berdamai dengan perasaan nya.


Selesai masak Lia berniat untuk menghubungi Lucas dan memintanya untuk datang kemari.


Lia ingin memberi Lucas kesempatan untuk menjelaskan dan memperbaiki hubungan mereka yang baru saja mereka rajut.


Selesai masak Lia langsung mandi dan merias dirinya tipis tipis.


Ia lalu mengambil hp nya lalu menelefon Lucas.


Ketika panggilannya tersambung, mobil sedan putih datang dan berparkir di halaman nya.


Lia segera keluar dengan hp yang masih ia letakkan di telinganya.


Begitu orangnya keluar dari mobil itu, Lia tekejut karena orang yang sedang ia telfon kini sudah ada di depan rumahnya.


Lucas turun dari mobilnya bersama lelaki yang sudah agak tua.


Melihatnya Lia seperti nya sudah kenal tapi ia sedikit lupa.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2