Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 33


__ADS_3

Dada bidangnya yang sedikit berbulu dan perutnya yang sixpack membuat gairah Viona bangkit.


Obat tidur dosis tinggi yang Viona berikan itu benar-benar membuat Lucas tertidur seperti orang pingsan.


Mau di apakan pun oleh Viona, ia tetap tidak sadar.


Dengan puas Viona menciumi Lucas tanpa adanya perlawanan.


Viona melucuti semua pakaian Lucas dan membuangnya berserakan di lantai.


Setelah Lucas telanjang, ia lalu melucuti pakaian nya sendiri dan tidur di samping Lucas dalam satu selimut.


Ketika kulit bertemu kulit menimbulkan rasa hangat yang tak bisa di ungkapkan.


"Selamat tidur sayang. Muah...." Kecupan mesra di bibir Lucas Viona berikan.


Viona tidur dengan berbantalkan lengan Lucas sambil tangannya yang memeluk erat.


Keesokan harinya jam 6.10 pagi hp Lucas berdering.


Suara deringan hp Lucas membuat Viona terbangun.


Ia mengambil hp Lucas dan melihat siapakah yang berani mengganggu tidur tenangnya sepagi ini.


"Romi? Bukankah dia asisten nya Lucas. Kenapa dia menelfon sepagi ini? Ah... Bodo amat"


Viona langsung mematikan hp Lucas dan kembali tidur.


Jam 7.25 Romi datang ke rumah Lucas untuk menjemput nya.


Romi mengetuk pintu utama namun tak ada yang membuka nya.


Berulang kali Romi menekan bel rumah tetap saja tidak ada orang yang datang membukakan pintu untuk nya.


Romi merasa curiga, ia lalu menghampiri pos satpam.


"Apakah tuan Lucas tidak ada di rumah?"


"Ada mas Romi, tuan Lucas sejak kemarin tidak keluar rumah. Itu semua mobilnya masih terparkir rapi" jawab satpam

__ADS_1


"Bi Narsih kemana?"


"Ada juga mas, paling di dapur lagi masak. Memangnya ada apa mas"


"Saya sudah dari tadi menekan bel rumah, mengetuknya berulang kali namun tak ada yang membukakan pintu. Tidak mungkin bi Narsih tidak mendengarnya"


"Iya juga ya mas, biasanya bi Narsih jam segini keluar buat buang sampah. Ini dari tadi saya juga ga liat"


Romi semakin curiga, karena hal ini tidak pernah terjadi.


Hp Lucas sudah tidak bisa ia hubungi sejak tadi.


Bahkan telfon rumah pun tak ada yang menjawabnya.


"Pak Sanip punya kunci serep?" Tanya Romi


"Punya mas, tapi pintu belakang" jawab pak Sanip sambil mengeluarkan kunci dari kantong celananya


"Ayo kita buka pak"


"Iya mas, ayo"


Setelah pintu berhasil di buka rumah terlihat sangat sepi.


"Loh bi Narsih kemana, biasanya jam segini masih sibuk sibuk nya di dapur"


Pak Sanip dan Romi pergi ke kamar bi Narsih, pintunya terkunci dari dalam.


Berulang kali di ketuk dan memanggil manggil, namun tak juga ada jawaban dari bi Narsih.


"Coba pak Sanip cari sesuatu untuk bisa membuka pintu ini" kata Romi


Pak Sanip memcari obeng dan kawan-kawan untuk mencongkel bagian kici pintu.


Tak lama pintu berhasil di buka, dan ternyata bi Narsih sedang tertidur pulas.


"Wah, ini sih bukan tidur mas tapi pingsan"


Ujar pak Sanip

__ADS_1


Romi memegang tangan bi Narsih dan memeriksa denyut nadinya, kemudian juga mengecek pernafasannya


"Semuanya normal, bi Narsih tidak pingsan tapi kenapa tidak bangun-bangun"


Pak Sanip mencoba membangunkan bi Narsih dengan menggoyang goyangkan tubuhnya, namun tak juga bangun.


Romi mengambil air dan memercikkan nya pada wajah bi Narsih.


Karena tak juga mempan pak Sanip mengambil alih gelasnya dan langsung menyiramkannya begitu saja.


Byyuurr....


Setelah wajah dan bantalnya basah barulah bi Narsih terbangun.


Ia terkejut karena ada yang menyiramnya.


"Pak Sanip, mas Romi. Kenapa kalian menyiram ku?" Tanya bi Narsih sambil mengelap wajahnya dengan selimutnya


"Kenapa bi Narsih belum bangun, ini udah siang loh. Tuan Lucas mana?" Tanya balik pak Sanip


"Iya bi, apakah tuan Lucas ada di rumah?" Sambung Romi


"Iya, den Lucas ada di rumah kok"


Romi segera pergi menuju kamar Lucas.


Pintunya yang tertutup rapat juga terkunci.


"Bi Narsih sakit? Tumben bangun siang?" Tanya pak Sanip


"Ngak pak Sanip, aku ga sakit. Aku juga ga tau kenapa aku bisa telat bangun"


Sambil memegangi kepalanya bi Narsih melihat jam di dinding dan ternyata sudah jam 8.12.


"Ya sudah, aku mau nyusul mas Romi ke kamar tuan Lucas"


Bi Narsih turun dari tempat tidurnya dan masih bingun ada apa dengannya.


"Aduh, kenapa kepala ku jadi pusing gini ya. Bisa bisanya aku ketiduran sampe jam 8"

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2