Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 59


__ADS_3

Betapa terkejutnya Lucas mendengar itu.


Ia sama sekali tidak tau kalau itu adalah minuman khusus wanita yang sedang mens.


Dengan matanya yang membulat dan wajahnya yang masam juga panik, ingin rasanya Lucas memuntahkan semua yang ia minum barusan.


"Ja.. jadi, Ini..." Ucap Lucas terbata


"Iya, ini tuh emang khusus untuk yang sedang mens. Kamu kenapa jadi melotot gitu, kurang?"


Lia kembali menawari Lucas untuk kembali minum.


Namun Luca segera menggelengkan kepalanya dengaj cepat.


"Bisa-bisanya kamu ngasih aku minuman khusus wanita mens?" Ujarnya


"Ya emangnya kenapa mas, kok mukanya jadi panik gitu? Kamu takut mens juga ya habis minum ini?"


"Emang ada?"


"Hahaha.... Mas...mas... Kamu ini tampangnya aja yang cool dan jenius. Mana ada laki-laki mens, meskipun kamu mau minum ini 5 botol sekaligus, ya ga akan berpengaruh mas"


"Apa? 5 botol? 1 teguk pun aku ga mau minum itu lagi" ujar Lucas dengan bahunya yang bergetar


Lia tertawa melihat reaksi suaminya itu.


Ia pikir Lucas sudah tau apa yang ia minum, tapi ternyata itu baru pertama kali Lucas melihatnya dan meminumnya.


15 menit kemudian mereka pun sampai di rumah kediaman Danuarta.

__ADS_1


Rumah besar dengan pagar besi berwarna putih yang tinggi.


Begitu Lucas menekan bel mobilnya, pak Sanip dengan segera membuka pintu gerbangnya lebar-lebar.


Pak Sanip memberi hormat sambil tersenyum menyambut kedatangan Lucas.


Mobil sedan hitam itu berparkir sempurna di garasi berjejer dengan koleksi mobil Lucas yang lainnya.


Lucas turun lebih dulu lalu membuka kan pintu mobilnya untuk istrinya.


Lia turun dari mobil dan matanya di buat takjub dengan betapa indah dan mewahnya rumah Lucas.


Halaman yang luas dengan taman mini di sisi kanan rumah, dengan air mancur yang berada tepat di bagian tengah taman bunga hias.


Lucas menggandeng tangan Lia dan mengajaknya masuk.


"Ayo sayang, kita masuk"


Saat Lucas hendak membuka pintu rumah, seseorang telah membukakannya dari dalam.


Bi Narsih membuka pintu di waktu yang tepat.


"Selamat datang den Lucas dan non Lia...." Sambut bi Narsih dengan ramah dan senyuman


Begitu Lucas dan Lia melangkah masuk pak Arman, Elda dan kedua orang tuanya sudah berdiri berjejer untuk menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang menantu Danuarta...."


Ucap kompak pak Arman dan yang lainnya.

__ADS_1


Lucas tekejut karena keluarga nya yang tiba-tiba kompak begini menyambut kepulangan nya.


Apa lagi Lia, dia sampai tidak bisa berkata-kata saking terharunya.


Elda melangkah mendekati lalu memeluk nya dengan hangat.


Lia membalas pelukannya tersebut


"Selamat datang kakak ipar ku..."


Lia tersenyum lebar memperlihatkan lesung di kedua pipi nya.


Mama Elda juga menghampiri Lia, memeluknya dan juga mengucapkan selamat datang.


Begitu pun dengan Dika, ia juga menyambut liat dengan hangat.


Lucas lalu menggandeng bahu Lia mengajaknya untuk mendekati papa nya.


"Papa..." Sapa Lia dan langsung menyalami tangan papa mertuanya.


Pak menyambut uluran tangan Lia dan mengusap dengan lembut kepala Lia.


"Selamat datang nak, mulai hari ini runah ini adalah rumah mu juga"


Senyum karena kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah pak Arman.


Penyambutan menantu satu-satunya di buat sehangat mungkin dengan begitu kentalnya hubungan kekeluargaan.


Lia yang sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah, kini ia dapat kan kembali dari papa mertuanya, pak Arman.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Lia sebagai anggota keluarga baru, Lucas sampai merasa kehadiran kini seperti tak di hiraukan lagi.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2