
1 minggu setelah Lucas melamar Lia, Lucas kini mulai menyiapkan semua keperluan untuk menikah.
Tanpa pikir lama Lucas langsung mengajak Lia menikah tanpa harus bertunangan atau segala macamnya.
Tapi masih ada 1 yang mengganjal pikiran Lia, hari ini Lia berencana untuk menemui Lucas di kantornya.
Namun karena hari ini jadwal Lucas padat ia harus menunda.
Selain di sibukkan dengan segudang pekerjaannya, kini Lucas juga sibuk untuk mengurus pernikahan nya dengan Lia.
Lucas menyuruh Romi untuk mengurus kantor juga meminta bantuan Elda untuk mengurus acara pernikahan nya.
"Kakak akan menikah dengan Lia tanpa memberi tahu om Arman lebih dulu?" Tanya Elda
"Untuk sekarang tidak, aku harus menunggu kondisi papa benar-benar pulih"
"Sebenarnya aku kemaren sempat cerita sama mama kalo kakak sangat menderita dengan peenikahan kakak dengan Viona"
"Kenapa kamu cerita sama bibi, bagaimana jika bibi cerita sama paman dan paman cerita sama papa?"
"Ya ngak lah kak, papa sama mama juga ga mau kali kalo om Arman sampe drop lagi gara-gara kepikiran"
"Urusan papa sekarang atau nanti biar aku yang urus. Sekarang tugas kamu bantuin urus semua berkas-berkas yang di perlukan"
"Siap bos"
Setelah pertemuan nya dengan Elda, Lucas langsung kembali ke kantor karena akan ada meeting dengan kliennya.
Begitu pun Elda, ia langsung pergi untuk mengurus semua keperluan Lucas.
Setelah semua persiapan selesai, hari pernikahan Lucas dan Lia akan di laksanakan 2 hari lagi.
Hari ini Lia ingin menemui Lucas sebelum hari H.
Lucas menyempatkan diri untuk datang ke rumah Lia karena sudah beberapa hari belakangan ini tidak bertemu.
Jam 10 pagi Lucas tiba di rumah Lia.
Lia menyambutnya di depan pintu lalu mempersilahkan masuk.
__ADS_1
Tak pernah lupa Lucas selalu membawakan buah tangan untuk Lia.
"2 hari lagi kita akan menikah, dan kamu mau bertemu sekarang. Sudah ga sabar ya?" Tanya Lucas
"Hii... Ada yang mau aku tanyakan sama kamu"
"Mau tanya apa, hm..."
"Tentang pernikahan kita, masih ada yang mengganjal di pikiran ku"
Lucas mendekat kan dirinya dan duduk tepat di sisi Lia. Sambil menggenggam tangan nya Lucas bertanya
"Apa yang mengganggu pikiran mu, katakan..."
"Bagaimana kita akan menikah sementara aku belum bertemu dengan papa mu. Kita belum meminta restunya" ujar Lia
"Hanya itu atau masih ada lagi yang kamu pikirkan?"
"Tidak ada, hanya itu"
"Sayang, dengerin aku. Aku mengerti bagaimana rasa gelisah mu. Kamu pasti berpikir kalau papa tidak akan memberi restu pada pernikahan kita, tapi itu tidak benar. Jika papa ada di sini dan papa tau kalau aku akan menikah dengan mu, tanpa di minta papa akan memberikan restunya"
"Tapi tetap saja kita akan menikah tanpa adanya beliau di sisi kita"
Lia menatap Lucas dan terlihat jelasdi matanya ada keraguan.
Lucas memeluknya lalu mengecup keningnya.
"Buanglah semua hal yang mengganggu pikiranmu, siapkan dirimu untuk hari spesial kita"
Lia mengangguk dan menyandarkan kepalanya di pelukan Lucas.
Untuk mengalihkan pikiran Lia, Lucas menanyakan bagaimana persiapan gaun yang akan Lia gunakan.
Dengan semangat Lia memperlihatkan gambar gaunnya.
"Kebaya?" Tanya Lucas
"He'em" jawab Lia mengangguk
__ADS_1
"Kok kebaya? Kenapa tidak menggunakan gaun saja?"
"Calon suami ku sayang, kita tidak menikah di hotel mewah dengan ribuan tamu undangan. Hanya akan ada pernikahan sederhana saja di sini"
"Ya tapi aku ingin kamu memakai gaun. Begini saja aku mau nyuruh Elda buat siapin gaun buat kamu" Lucas mengambil hp nya dan akan menghubungi Elda.
Namun Lia mencegahnya.
"Designer mana yang akan kamu bikin pusing, pernikahan kita 2 hari lagi"
"Tak ada, kalau perlu gunakan jasa 10 designer sekaligus agar bisa cepat selesai"
"Tidak sayang, tidak usah. Ini kebaya udah pas buat aku, dari model, warna dan segala aksesoris nya sudah sesuai dengan kemauan ku. Memangnya aku ga canti kalo pake kebaya?"
" Bukan sayang, kamu selalu terlihat cantik dengan apapun yang kamu pakai. Bukan pakaian yang membuat mu cantik, tapi kecantikan mu yang membuat pakaian itu terlihat sempurna"
"Lebay..."
"Sungguh..."
Lucas terus memuji kecantikan Lia hingga Lia di buat tersipu olehnya.
"Kita makan siang di luar yuk" ajak Lucas
"Ngak" Lia menolak mentah-mentah ajakan Lucas
"Kenapa?"
"Pamali tau calon pengantin keluar rumah. Harusnya kita itu saat ini lagi pingitan"
"Pingitan? Lalu kenapa kamu menyuruh ku ke sini, hm..."
"Ya kalo itu...." Lia tak melanjutkan perkataannya malah memilih pergi meninggalkan Lucas.
Segera Lucas berlari mengejarnya.
Mereka lari larian keliling rumah seperti anak kecil.
Bi Ina yang menyaksikan kebahagiaan mereka ikut bahagia.
__ADS_1
Bi Ina yang sudah lama menjadi asisten di rumah Lia sudah sangat dekat dengan Lia seperti anak sendiri.
"Seandainya bunda masih ada di sini, bunda pasti akan sangat bahagia melihat putri bunda saat ini" batin bi Ina