Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 23


__ADS_3

Di rumah Lucas, pak Surya dan istrinya datang berkunjung tanpa memberi kabar lebih dulu.


Saat itu Viona tengah sibuk mewarnai kukunya di meja di tepi kolam.


Kedatangan kedua orang tuanya membuatnya senang.


Viona bertingkah seperti seorang tuan putri, seenaknya menyuruh bi Narsih untuk melayani dirinya dan orang tuanya.


Viona juga membebaskan mama dan papa nya untuk melakukan apa saja yang mereka mau.


Pak Surya memilih duduk di ruang tamu sambil menikmati kopi dan membaca surat kabar.


Sedangkan Viona dan mamanya asyik menikmati banyak makanan yang sudah bi Narsih siapkan.


"Gimana rasanya jadi nyonya Lucas Danuarta, hm... Pasti enak buanget dong" Tanya mama Viona


"Dih mama, udah tau anaknya habis di kasarin sama Lucas, enak apanya" ketus Viona


"Itu karena kamu nya aja yang ga pandai memikat hati Lucas"


"Gimana mau mikat, dia melihat Vio aja ga mau"


"Coba kamu bersikap lebih manis di depannya, pasti lama kelamaan Lucas bakal jatuh cinta sama kamu"


"Ya elah ma, Viona udah lakuin itu. Berpakaian seksi, bersikap manis, tapi apa. Yang ada Lucas malah makin marah sama Vio"


"Kalo kamu mudah nyerah gini, pernikahan kamu ga akan bisa bertahan lama. Yang ada setelah pak Arman sembuh kamu malah di ceraikan sama Lucas"


"Ya terus Vio harus gimana lagi ma, kasih saran kek apa kek. Ini mama malah nyalahin Vio"


Mama Viona kemudian merencanakan sesuatu, ia membisikkan pada Viona cara untuk memikat Lucas.

__ADS_1


"Apa mama yakin itu busa berhasil?" Tanya Viona


"Ya pasti lah sayang. Semua cara harus kamu lakukan demi tetap bisa menjadi nyonya di rumah ini"


"Oke, Vio bakal lakuin apa yang mama suruh"


Mereka berdua kini tersenyum bahagia dan berharap rencana mereka akan berjalan lancar.


Mama Viona siap mendukung dan mencari cara agar anaknya itu bisa tetap terus menghasilkan uang, bahkan jika memungkinkan semua harta keluarga Danuarta bisa berpindah tangan pada mereka.


*****


Di rumah Lia


Elda dan Lucas duduk di teras.


Mereka bingung dan tidak tahu bagaimana cara mereka untuk bisa menenangkan Lia.


"Halo, ada apa Rom" ucap Lucas


Entah apa yang Lucas bicarakan di hp nya.


Wajahnya yang datar berubah menjadi kesal.


Tak lama ia menutup telfonnya dan kembali duduk dengan Elda.


"Ada apa kak, kenapa kakak seperti sedang kesal?" Tanya Elda


"Ada pekerjaan mendadak di kantor"


"Terus, kenapa kakak kesal"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku bisa tinggalkan Lia. Saat ini Lia sedang sangat terluka dan tak mungkin dia aku tinggalkan sendirian"


"Oh... Lia. Kakak tenang aja, aku 5 hari ke depan free. Jadi aku bisa tinggal di sini untuk nemenin Lia. Kakak urus saja pekerjaan kakak"


"Tapi..."


"Iya aku tau, sama seperti kakak aku juga khawatir sama Lia. Sekarang kakak pulang aja, bereskan semua pekerjaan kakak setelah itu kakak bisa balik lagi ke sini"


"Mau bagaimana lagi. Ya sudah, aku titip Lia. Jangan lupa kabarin aku kalau ada apa-apa"


"Siap bos" jawab Elda


Lucas masuk ke kamar Lia dan melihat nya sedang terlelap tidur.


Dengan pelan Lucas mengusap rambut Lia yang menutupi wajahnya.


"Lia, aku pulang dulu ya. Kamu yang sabar, aku janji setelah pekerjaan ku selesai aku pasti akan kembali" ucap Lucas lalu mencium kening Lia


Setelah Lucas menutup pintu kamarnya, Lia membuka matanya.


Melihat sekeliling dan meraba keningnya


"Apa aku barusan sedang bermimpi? Tapi rasanya seperti nyata" batinnya


Lia kemudian bangun dan mengambil foto dirinya dan bunda yang ada di atas meja di samping tempat tidurnya.


Lia meraba bingkai foto itu lalu memejamkan matanya.


Ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


"Bunda sekarang udah tidak merasakan sakit lagi kan, pasti bunda sekarang sudah ketemu sama ayah. Bunda yang tenang ya di sana, in sya Allah Lia akan berusaha untuk ikhlas" ucapnya lalu memeluk erat bingkai fotonya.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2