
Saat ini Lucas sudah sampai di kantor polisi, saat ia turun dari mobilnya saat itu juga paman nya datang.
Segera mereka berdua masuk dan Romi mengantarkan mereka.
"Di mana pelakunya, Romi" tanya Lucas
"Sudah ada di dalam, tuan. Mari..."
Lucas menemui polisi dan meminta agar kasus ini segera di proses di pengadilan.
Namum sebelum itu Lucas ingin bertemu langsung dengan pelakunya.
Polisi pun mengantarkan Lucas dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa pelakunya.
Dia adalah Viona, yang tak lain adalah mantan istrinya dulu.
Mata Lucas melotot dan membulat dengan sempurna, tangannya mengepal menandakan dirinya yang begitu kesal dan membenci nya.
Lucas ingin melangkah masuk untuk memberikan pelajaran padanya namun polisi tidak membolehkannya.
"Maaf pak, anda tidak boleh masuk. Hanya tahanan yang boleh masuk"
Viona sedari tadi tidak menyadari kalau ada orang di sana, begitu mendengar suara polisi ia pun menoleh.
Melihat Lucas yang berdiri di depan sel nya dengan wajah yang begitu marah, Viona malah melempar senyum dan melangkah mendekat.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mu, tuan Lucas Danuarta? Bagaimana juga kabar istri mu, apakah dia audah tenang di alam sana? Ups...."
Lucas semakin marah karena melihat tingkah Viona yang seperti tidak ada takutnya meski sudah ada di balik sel penjara.
Paman nya memegang bahunya dan mengajaknya untuk keluar.
"Jangan terpancing Lucas, dia hanya ingin membuat mu marah. Ayo, sebaiknya kita keluar dari sini"
"Tersenyum lah selagi nyawa mu masih melekat di tubuh mu, karena setelah ini akan aku pastikan kalau kau akan segera menemui ajal" ujar Lucas lalu pergi
"Woi... Lucas! Lo pikir gue takut sama ancaman lo? Kagak woi, silahkan. Kalo lo berani ngirim malaikat maut, gue akan kirim balik ke lo, istri lo dan juga kedua anak-anak lo, hahahaha......"
Ucap Viona dengan berteriak dan tertawa dengan keras
Lucas menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Viona.
"Kenapa tuan, kau masih merindukan daku? Ho... Bagaimana tidak, kau pasti kesepian selama ini karena sudah tak lagi bersama istri mu yang bodoh itu? Iya?..."
Viona tidak tahu kalau Lia masih selamat, ia mengira kalau Lia sudah meninggal setelah ia meracuni nya.
Lucas saat ini tidak lagi bisa menahan amarahnya, ia ingin sekali menampar mulut Viona yang sedari tadi tidak berhenti mengoceh.
Namun langkah kakinya terhenti karena hp nya berdering.
Tanpa melihat siapa yang menelfon Lucas langsung memberikan hp pada Romi dan memintanya untuk menjawab nya.
__ADS_1
Lucas tak peduli polisi mengizinkannya atau tidak ia akan masuk ke dalam sel dan akan menghukum Viona.
Begitu kakinya berada tepat di depan pintu sel, Romi memanggilnya.
"Tuan, non Lia sudah siuman"
Romi mengaktifkan speaker nya agar Lucas bisa mendengarnya.
"Kakak... Segeralah kesini kak, Lia udah bangun..." terdengar suara Elda dari hp nya
Deg....
Lucas yang hendak membuka pintunya urung lalu berbalik mengambil hp nya dari tangan Romi.
Perasaan Lucas langsung tidak menentu,
"Apa kata mu, bisa kamu ulangi?"
"Iya kak, Lia udah sadar"
Lucas mengalihkan panggilan menjadi panggilan video,
"Mana, mana Lia, perlihatkan pada ku" pintanya dengan paksa
Begitu Elda memperlihatkan Lia yang tersenyum di layar hp nya seketika Lucas langsung tersenyum dengan matanya yang mulai berkaca.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️