Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 92


__ADS_3

"Ya tuan, saya sudah mengecek cctv dan ular itu memang keluar dari kamar mandi itu" kata Romi


"Kamar mandi? Bagaimana bisa?" Saut Dika


Semua orang pun heran dan berpikir kalau itu seperti tidak mungkin.


"15 menit sebelum ukar itu keluar ada seorang wanita yang keluar dari kamar mandi itu" imbuh Romi


"Wanita, siapa dia?" Tanya Lucas


"Saya juga tidak tahu tuan, seperti nya wanita itu tidak ada dalam list tamu undangan"


"Bagaimana mungkin dia busa masuk jika tidak ada undangan?" Saut Dika


Mengingat pesta resepsi itu semua tamu undangan di perbolehkan masuk jika membawa undangan.


Romi lalu mengeluarkan hp dari saku nya dan memperlihatkan wajah wanita itu


"Bisa jadi wanita ini datang dengan seseorang yang kita undang"


Mereka bergantian melihat wajah wanita itu namun tak ada satupun dari mereka yang tahu.


Hingga terakhir giliran Lia yang melihat foto itu,


"Jika kamu bisa melihat wajah wanita ini di cctv di dalam vila, kamu juga bisa melihat cctv yang ada di luar pintu utama. Di sana sudah pasti terlihat wanita ini datang dengan siapa" ujar Lia


"Iya benar kata Lia, apa kamu tidak mengecek cctv di depan?" Sambung Elda


Romi menggeleng "Sudah aku coba cek namun saya tidak bisa menemukan wajah ini"


Entah bagaimana cctv di luar tidak menangkap gambar dengan jelas


Mama Elda lalu angkat bicara


"Sudah sudah, kalian tidak perlu membahasnya di sini. Sekarang yang lebih penting itu adalah kesembuhan kakak, urusan siapa wanita misterius ini biarlah nanti saat kita sudah pulang, ya"


"Iya, benar kata bibi. Jangan bahas itu di sini, biarkan papa beristirahat dulu" sambung Lia


Lucas, Dika dan Romi keluar dari ruangan itu dan kembali membicarakan tentang wanita misterius itu.


Sedangkan Lia, Elda dan mamanya ada di dalam menemani pak Arman beristirahat.


Hari resepsi memang berjalan dengan lancar namun tidak saat acara baru saja selesai.


Hari yang seharusnya masih menjadi hari yang bahagia kini langsung di sambut dengan kabar tidak mengenak kan.


Setelah 2 hari di rawat di rumah sakit kini pak Arman sudah di perbolehkan untuk pulang.


Nasib beruntung pak Arman meski di gigit ular berbisa ia masih bisa di selamatkan.


Beruntung jarak vila mereka tidak terlalu jauh dari rumah sakit sehingga racun dari bisa itu tidak sampai menyebar ke seluruh anggota tubuh.


Mereka hanya 2 hari di vila setelah kembali ke rumah utama dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

__ADS_1


Pagi ini semua sudah rapi dan beberapa koper udah ada di teras depan vila.


Romi dan Dika memasukkan semua koper itu ke bagasi mobil.


Dengan 3 mobil mereka pergi meninggalkan vila dan kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah Lucas menuntun papa nya ke kamarnya dan membantunya untuk beristirahat, karena perjalanan dari vila memerlukan waktu hampir 2 jam dan sudah pasti pak Arman merasa lelah.


1 minggu setelah resepsi kini paman dan bibinya akan pulang ke rumah mereka di Bali, begitu pun juga Elda.


Kini di rumah itu hanya ada pak Arman, Lucas dan Lia.


Kini mereka menjalani hidup seperti biasanya, Lucas yang kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


Lia kini juga sudah kembali mendapat kan izin dari suaminya untuk kembali mengurus butiknya, meski tidak setiap hari setidaknya Lia juga mempunyai kegiatan lagi selain hanya berdiam diri di rumah.


Rumah terasa sangat sepi. Berbeda dengan saat pak Arman masih sibuk ke kantor, rasa sepi di rumah tidak ia rasa karena saat pulang beliau pasti sudah capek dan langsung beristirahat.


Pak Arman duduk di taman di dekat kolam ikan koi miliknya, sambil menikmati teh hangat.


Terlihat pak Arman yang sedang melamun sambil menatap ikan-ikan yang sedang bermain.


"Ini pak pisang goreng nya" ucap bi Narsih dan meletakkan nya di samping gelas tehnya.


"Iya bi, makasih" jawabnya


"Bapak kenapa melamun? Lagi mikirin apa pak" tanya bi Narsih


Pak Arman tersenyum lalu menggeleng "Bukan apa apa. Ini hanya pikiran seorang ayah yang sudah memiliki menantu"


Pak Arman mengangguk lalu mengambil pisang gorengnya "Ya begitulah bi"


"Gimana kalo bapak nyuruh den Lucas sama non Lia buat liburan berdua, apa itu namamya e... Yang ada mon mon nya gitu pak"


"Maksud bi Narsih honey moon?"


"Nah iya itu pak, siapa tau dengan honey moon itu non Lia bisa cepat isi"


Sambil mengunyah pisang gorengnya pak Arman mulai memikirkan apa yang bi Narsih bilang barusan.


"Omongan mu ada benar nya juga bi, kenapa aku ga kepikiran ya. Nanti akan aku bicarakan dengan Lucas dan Lia"


"Nanti bibi juga mau buatkan jamu buat den Lucas pak"


"Jamu? Jamu apa bi?"


"Jamu kesuburan. Di jamin kalo den Lucas rutin minum pasti sekali serang langsung jadi"


Pak Arman tertawa mendengar itu "Terserah kamu saja, kalau Lucas mau ya buatkan kalo tidak mau awas kena semprot sama dia" ujar pak Arman


"Hehehe... Tenang pak, den Lucas pasti ga akan nolak" saut bi Narsih dengan sangat percaya diri.


Bi Narsih tersenyum senang karena sarannya di setujui oleh pak Arman.

__ADS_1


/////


Malam harinya nya saat sedang makan malam pak Arman mulai membicarakan saran dari bi Narsih tadi.


"Em... Lucas, Lia papa mau ngomong sama kalian" ujar pak Arman memulai pembicaraan


Lucas menelan makananya lalu menjawab


"Mau tanya apa pa, seperti nya serius banget"


Lia meneguk air di gelas di depannya "Ada apa pa?" Tanya Lia


"Ya papa baik baik aja, yang mau papa bicarakan bukan tentang papa tapi tentang kalian berdua"


Lucas dan Lia saling pandang karena mereka sama-sama penasaran


"Tentang kita, ada apa pa?"


Pak Arman meletakkan sendok makannya dan memyatukan kedua tangannya di depan dadanya


"Begini, kalian kan sudah tahu sendiri bagaimana dengan kesehatan papa saat ini. Papa sudah tua, anak sudah beristri"


Lucas dan Lia bingung kenapa pak Arman membahas tentang kesehatan nya, Lucas mulai kepikiran takut pak Arman membuat wasiat.


"Papa mau bicara apa sih, langsung aja ngomong yang jelas. Papa buat kita jadi khawatir aja deh" ujar Lucas


"Bukan maksud papa gitu, papa kan setiap hari selalu di rumah, sendirian. Papa mulai merasa kesepian" lanjut pak Arman


"Maksud papa apa? Papa masih mau kerja ke kantor, gitu?" Tanya Lucas


Lia memegang tangan Lucas dan memintanya untuk tenang.


"Mas... Tenang" ujar Lia


"Gimana mau tenang sayang, papa udah ga se sehat dulu dan masih mau ke kantor"


Lia tersenyum sambil menggeleng "Bukan itu maksud papa, iya kan pa?"


Pak Arman mengangguk "Ya, bukan kembali ke kantor maksud papa"


"Lalu..." Tanya Lucas yang masih tidak mengerti


"Kamu benar-benar tidak mengerti apa pura-pura tidak mengerti?" Tanya pak Arman


Lucas mengernyitkan dahi nya dan menatap Lia "Kamu tau maksud papa apa?"


Lia mengangguk "Apa sayang?"


Lia mengambil tangan Lucas dan meletakkannya di perutnya.


Bibir Lia tersenyum da matanya memberi tahu Lucas.


Pak Arman tersenyum karena menantunya mengerti apa yang ia maksud.

__ADS_1


Lucas membulatkan matanya lalu berpaling menatap wajah papanya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2