Aku Hanyalah Istri Kedua

Aku Hanyalah Istri Kedua
Episode 87


__ADS_3

Hari ini orang tua Elda datang ke Surabaya, yang berarti hari H dari resepsi pernikahan Lucas dan Lia sudag dekat.


Semua semakin sibuk, terutama Lia.


Lia yang tidak bisa melakukan secara langsung untuk menyiapkan gaunnya hanya bisa mengontrol para karyawan nya dari hp nya.


Kini persiapan gaun nya sudah 60% sedangkan untuk Lucas sudah hampir 80%.


Sedangkan seragam untuk keluarga sudah 90%.


Lia meminta para karyawan nya untuk mengebut dalam pengerjaan nya karena H-3 dari acara Lia, Lucas dan yang lainnya akan berangkat ke vila.


Hanya 2 hari sekali Lia mengontrol gaunnya ke butik.


Karena jarak dari rumah ke butik yang cukup jauh, hingga membuat Lia kecapekan karena harus bolak balik.


Lia duduk di atas kasur dengan menyilangkan kakinya, ia lalu mengambil bantal dan ia letakkan di atas pangkuannya.


Lia saat sini sedang sibuk memilih hells yang akan ia gunakan nanti.


Sebenarnya kalo soal heels, Lia tidak terlalu pusing.


Karena salah satu temannya yang mahir dalam mendesain sepatu memberikan hadiah pernikahan padanya dengan membuatnya bebas memilih hells seperti apa yang ia inginkan.


Hari adalah hari sabtu, Lia mengajak Lucas pergi ke butiknya untuk melihat sekaligus mencoba gaun nya.


Lia dan Lucas turun dari kamarnya dan hendak pergi, namun sebelum itu mereka berpamitan lebih dulu pada pak Arman dan Dika yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.


"Kalian mau kemana?" Tanya Dika


"Kita mau ke butik paman, mau fitting baju" jawab Lia


"Kalian hati-hati di jalan" kata pak Arman


Lucas dan Lia mengangguk lalu pergi, Elda dan mama nya saat ini sedang pergi juga untuk mencicipi tester makanan yang akan di sediakan di acara nanti.


Di dalam perjalanan ke butik, Lia terus memperhatikan foto gaunnya yang hampir jadi di layar hp nya.


Lucas lalu memegang tangan Lia dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya tetap di kemudi.


"Apa yang kamu lihat sayang sampe serius gitu?"


Lia meletakkan hpnya di pangkuannya lalu tersenyum pada Lucas.


"Aku sedang memperhatikan gaun ku mas"


"Ini kan kita mau kesana buat melihat secara langsung"


"Hehe.. iya sih. Aku ga sabar aja mas. Karena kelihatan jauh lebih indah dari yang aku bayangkan"


Lucas tersenyum sambil mengelus pipi Lia

__ADS_1


"Gaun seperti apa pun akan terlihat sangat indah jika kamu yang memakainya"


Lia tersenyum sambil menggenggam tangan Lucas.


Tak lama mereka pun sampai di butik.


Lucas turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobilnya untuk Lia.


Mereka berdua masuk ke butik dan di sambut hangat oleh karyawan Lia.


"Selamat datang kembali bu..." Sapa Vira asisten nya


Lia megangguk dengan tersenyum "Bagaimana dengan gaun ku Vir?"


"Seperti yang sudah saya beri tahukan pada ibu, gaunnya sudah 90% hanya tinggal beberapa hiasan nya yang masih belum kita selesaikan"


Lia dan Lucas lalu melangkah ke dalam mengikuti Vira.


Dengan yang terus bergandengan tangan Lia mengajak suaminya itu ke ruangan khusus.


Di dalam sana hanya ada 1 gaun yang di pajang yaitu milik Lia.


Di sebelahnya ada setelan jas milik Lucas.


Gaun milik Lia memang sengaja di buat di ruangan khusus karena memang di rahasiakan.


Senyuman langsung mengembang di bibir Lia ketika sepasang bola matanya melihat gaun nya terpajang dengan sangat cantik di tubuh manekin.


Lucas pun di buta pangling dengan wujud aslin dari gaun Lia, Lucas benar-benar takjub dengan gaunnya.


Lia benar-benar mempersiapkan gaunnya ini semaksimal mungkin, maka dari itu gaun nya di buat di ruangan khusus karena takut customer yang datang akan membelinya.


Mengingat banyak dari customer nya yang berasal dari kalangan kelas atas dan tidak segan mengeluarkan banyak uang demi apa yang di mau.


Di bantu dengan Vira, Lia mencoba gaun nya di ruang ganti.


Sedangkan Lucas menunggu nya dengan duduk di sofa.


Begitu Lia keluar dari ruang ganti membuat Lucas tercengang dengan mulutnya yang ternganga.


Lucas tidak bisa mengedipkan matanya saking pangling nya dengan istrinya.


Lia yang memang cantik dengan rambut se pinggangnya yang curly di bagian bawah, memakai gaun rancangannya sendiri yang begitu mewah.


Lia berjalan mendekat pada Lucas dengan tersenyum.


Bagaikan bidadari surga yang berjalan menghampirinya Lucas tidak bisa berkata-kata.


Ia berdiri dan memegang pipi Lia


"Sungguh, kamu terlihat sangat cantik sayang. Seperti bidadari yang turun dari kayangan" pujinya

__ADS_1


Lia tersipu malu, pipinya merah merona karena pujian dari suaminya.


Vira yang ada di sana hanya bisa menutup mata karena tidak kuat melihat mereka berdua.


"Aduh... Gini amat ya nasib jomblo" batin Vira


Gaun nya benar-benar membuat Lia puas karena lenih cantik dari ekspektasi nya.


Tak lupa Lucas langsung mengambil hp nya dan memgabadikan momen itu dengan berfoto bersama.


Kini gantian Lucas yang mencoba jas nya, terlihat begitu tampan dan gagah.


Warnanya juga membuat Lucas bak pangeran dari suatu kerajaan.


Setelah selesai fitting baju nya, Lia memgambil baju seragam keluarga yang sudah jadi.


"Ini semuanya sudah lengkap kan Vir?" Tanya Lia


"Iya bu, seragamnya sudah selesai semua. Oh ya gaun ibu nanti akak ibu ambil sendiri ke sini atau saya yang antarkan ke rumah?" Tanya balik Vira


"Lihat aja nanti ya, kalo aku ga bisa aku akan nyuruh supir buat ambil gaunnya ke sini"


"Baik bu"


*****


Tidak terasa kini sudah sangat mendekati hari H.


Keluarga Danuarta kini sudah ada di vila.


Di sana suasana nya sangat berbeda dengan di kota, alam yang asri dengan banyaknya pepohonan yang menghijau dan menjulang tinggi.


Bahkan dari vila itu juga bisa melihat derasnya air mancur yang lokasinya tidak jauh dari sana.


Pagi hari Lucas sudah siap dengan baju olahraga nya dan hendak lari pagi.


Dengan earphone di telinga nya Lucas keluar dari vila di temani oleh Romi.


Sedangkan pak Arman dengan jaket dan syal yang melingkar di lehernya berjalan santai menikmati pemandangan di temani oleh Dika.


Sedangkan Lia, ia duduk di gazebo di samping vila menikmati teh hijau bersama Elda.


Gemericik air mancur mini dari kolam ikan mengisi keheningan pagi.


Tak lama mama Elda pun datang dan ikut bergabung dengan membawa nampan yang berisi roti bakar.


Menikmati teh hijau yang hangat di pagi yang dingin memang paling nikmat jika di nikmati dengan sepotong roti bakar.


"Wah... Mama tau aja nih yang paling pas saat ini" ujar Elda


"Iya dong, nih ambil. Mumpung masih hangat"

__ADS_1


Elda dan Lia langsung mengambil roti bakar yang masih hangat itu dan segera menyantapnya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2