
Pak Arman dan Lucas secara bersamaan menoleh ke asal suara, di sana Lia sedang berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka sambil menatap keduanya.
"Sayang, sini masuk" ajak Lucas
Lia lalu membuka lebar pintunya lalu melangkah masuk.
"Papa keluar dulu ya, kalian bicara aja"
Ucap pak Arman yang beranjak dari sofa
"Eh papa mau kemana?" Tanya Lia
"Papa mau keluar. Kamu mau bicara sama Lucas kan?"
Dengan senyuman yang manis Lia menjawab
"Bukan mau bicara sama mas Lucas, Lia kesini mau manggil papa sama mas Lucas untuk makan malam. Paman dan bibi sudah nungguin di meja makan"
Jelas Lia
"Ooo ya udah, ayo kita turun sekarang. Aku juga udah sangat lapar" saut Lucas sambil merangkul bahu Lia.
Pak Arman keluar lebih dulu lalu di susul Lucas dan istrinya.
Mereka menuruni anak tangga dengan pelan menjaga pak Arman agar tidak sampai tergelincir.
Mereka menuju ke ruang makan dan aroma sedapnya dari makanan yang tersaji di atas meja seketika menyeruak ke lubang hidung mereka.
"Mmm.... Sedannya aroma ini, masakan apa ini?"
Tanya pak Arman lalu menarik kursinya.
Ada beberapa menu makanan yang tersaji dan salah satu di antaranya belum pernah pak Arman lihat.
Lucas menarik kan kursi untuk Lia duduk lalu Lucas pun ikut duduk di samping Lia di dekat papa nya.
"Ini adalah aroma lezat dari masakan menantu kakak" saut mama Elda
__ADS_1
"Wah benarkan? Masakan apa namanya ini nak?" Tanya pak Arman pada Lia
"Koh ini kan masakan yang sama yang tadi kamu bawain bekal aku ke kantor kan sayang" kata Lucas
Lia tersenyum lalu mengangguk. "Iya mas, ini sama kayak yang tadi aku bawain kamu ke kantor. Tapi yang sekarang aku kurangin cabe nya takutnya papa sama paman ga suka pedes"
"Eh siapa bilang ga suka pedes. aku sama papa mertua mu itu sangat suka pedes" saut Dika
"Kalo paman mah masih bebas mau makan se pedes apa aja, tapi kalo papa jangan ya pa" kata Lucas
"Udah ayo cepat makan, aku sengaja minta istri kamu untuk masak lagi, soalnya rasanya enak banget" saut dari bibi nya
"Seenak apa sih sampe kamu nyuruh menatu ku untuk masak?" Sela pak Arman
"Papa harus cobain deh, pasti papa langsung suka banget. Ini tuh seafood yang di masak dengan bumbu Bali" jelas Lucas
"Papa sih pingin untuk segera nyobain, tapi sayang...."
"Sayang kenapa pa?" Tanya Lucas bingung, bahkan semua yang ada di meja makan bingung.
"Ya, sayang. Makanannya agak jauh dari papa" sambung nya
"Maafin Lia pa, Lia naruhnya kejauhan dari papa. Biar Lia ambilkan ya..."
Dengan senyum lebar pak Arman tidak sabar untuk segera memakannya.
"Nah... Udah ayo makan, tunggu apa lagi. Aku udah ga sabar"
Pak Arman lalu mengambil suapan pertama ke dalam mulutnya.
Begitu makanan itu ia kunyah, rasa dari rempah-rempah, seafood yang segar sangat terasa lezat.
Bahkan pak Arman sampai memejamkan matanya saking menikmatinya.
"Wah wah... Ini nih kalo buka restoran pasti laku keras" ucap pak Arman setelah menelan makanannya
Dika yang sedari tadi juga penasaran langsung mengambil bagian udangnya dan langsung melahapnya.
__ADS_1
Dengan reaksi yang sama Dika juga langsung memuji masakan Lia.
"Bener kak, bahkan langsung buka bercabang ini mah" sautnya
Lucas dan bibinya yang sudah tau lebih dulu bagaimana rasa masakannya hanya tersenyum sambil terus menikmati nya.
Sedangkan Lia tersenyum karena sangat bahagia.
Bagaimana tidak, ini adalah kali pertama ia memasak di rumah ini dan masakannya langsung berkesan.
Makan malam itu menjadi kesan yang sangat berharga bagi Lia.
Makan malam sambil saling bertukar cerita, kembali membahas masa lalu dan masa kecil Lucas.
Ada beberapa cerita lucu dan menarik hingga membuat Lia tertawa.
Setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang tengah.
Sengaja mereka lakukan karena besok paman dan bibinya akan kembali ke Bali.
Karena terlalu banyak makan, mereka semua kadi cepat mengantuk. Terutama paman Lucas, yaitu Dika.
"Pasti papa udah ngantuk banget, ya kan?" Tanya mama Elda
Dika menutupi mulut nya karena sedang menguap.
"Ya gimana ga ngantuk, tadi kan yang makannya paling banyak ya suami kamu" saut pak Arman
Dika tertawa menyembunyikan kantuknya
"Ya gimana ga mau makan banyak, orang makanannya enak gitu. Sayang kalo ga di habiskan"
Mama Elda menepuk lengannya
"Hu... Emang dasar papa aja yang perut karet"
Lucas dan Lia hanya tertawa melihat bibi nya mencubit perut buncit paman nya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️