
Saat ini Lia sudah sampai di depan kantor Lucas.
Ia turun dari taksinya lalu berjalan memasuki kantor.
Sejak ia dari lobby, semua karyawan memandanginya.
Lia menjadi kurang percaya diri karena takut ada yang salah dengan penampilan nya.
Lia menghentikan langkah nya dan memperhatikan baju dan sepatunya, ia juga sedikit merapikan rambutnya.
"Perasaan penampilan ku ga ada yang aneh deh, tapi kenapa banyak yang memperhatikan aku?" Batin nya
Lia mengatur nafasnya dan mencoba tenang.
Dengan langkah cepat ia segera masuk lift untuk bisa cepat sampai di ruangan Lucas.
Baru keluar dari pintu lift, Lia bertemu dengaj Romi.
Romi lalu mengantarkan Lia hingga depan pintu ruangan Lucas.
Lia mengetuk pintunya tanpa bersuara.
"Masuk..." Terdengar suara Lucas dari dalam yang mengizinkan nya untuk masuk.
Lia membuka pintunya dan segera masuk, sedangkan Romi kembali ke ruangannya yang berada tepat di depan ruangan Lucas.
Lia masuk ke dalam dan melihat suaminya itu sedang khusuk menatap layar laptopnya.
Lia berjalan mendekat dengan perlahan, Lia berdiri di depan mejanya tanpa bersuara.
"Ada apa, katakan" ucap Lucas karena ia pikir yang berdiri di depannya itu adalah karyawan nya.
Karena Lucas masih belum sadar juga, Lia berniat untuk mengerjainya.
"Bapak sibuk ya?" Tanya Lia dengan nada di buat-buat kecentilan
Lucas langsung melirik tajam dan seperti nya ia akan marah.
Tapi begitu matanya melirik dan yang ada di depannya bukanlah karyawannya, melainkan istrinya.
Lucas terkejut dan langsung menutup laptopnya.
"Sayang, kamu... Aku kira-"
"Siapa? Karyawan wanita mu yang cantik?" Ujar Lia memotong kalimat Lucas yang belum selesai.
Lucas beranjak dari kursinya dan mendekati Lia.
"Setelah aku menikah dengan mu, tak ada lagi wanita di dunia ini yang lebih cantik dari diri mu"
Kata Lucas sambil memeluk Lia dari belakang.
Lia melepas pelukan Lucas lalu meletakkan kotak bekal nya di atas meja
"Udah, ga usah merayu. Ayo duduk dan makan lah"
__ADS_1
Lia membuka kotak bekalnya dan Lucas duduk manis di sofa.
Begitu kotak bekalnya di buka, bau wangi darr aroma makanannya begitu menggoda.
Lia duduk di sampingnya dengan makanan di tangannya.
"Em... Aromanya wangi banget. Siapa ya yang masak?" Tanya Lucas
Lucas memperhatikan makanannya, dari penampilannya saja sangat menggiurkan membuatnya tak sabar untuk langsung melahapnya.
"Aku sendiri yang masak. Sekarang kamu cicipin dulu ya dan kasih tau aku seperti apa rasanya"
Lia lalu menyuapi Lucas.
Lucas mengunyah makanannya dengan ekspresi seperti juri di acara lomba masak.
"Bibi tadi bilang kalo ini rasanya enak banget, menurut kamu mas, gimana?"
Sambil mengangguk Lucas menelannya.
"Ini bukan hanya enak, tapi sangat sangat sangat sangat enak banget" puji Lucas sambil memberikan 2 jempol untuk Lia
Lia sangat senang karena masakannya begitu di sukai oleh Lucas.
Dengan lahap Lucas memakannya.
"Sayang, kamu sendiri udah makan belum?"
Dengan tersenyum Lia mengangguk.
"Iya mas, aku udah makan kok"
Lia berbohong pada Lucas. Melihat betapa lahap nya Lucas makan, Lia tidak ingin Lucas membagi makanannya dengan nya.
"Aku bisa kol nahan lapar dan makan di rumah aja, karena melihat mu lahap dengan apa yang aku masak rasanya aku langsung kenyang sektika" batin Lia.
Lia sangat senang karena makanan yang ia masak sendiri, ia bawa sendiri ke kantor habis tak bersisa.
Wanita mana yang tidak merasa sangat bahagia jika apa yang ia masak sangat di sukai bahkan berulang kali di puji.
Lucas memang benar-benar pandai dalam menghargai Lia, hal hal kecil pun tak luput ia berikan pujian padanya.
Setelah jam makan siang Lucas ada janji untuk langsung meeting dengan beberapa kliennya.
Lucas meminta Lia untuk tidak pulang dulu dan tetap menunggunya di ruangannya.
Lia mengangguk setuju karena ia memang masih ingin di sana.
"Aku tinggal bentar ya sayang, aku harus meeting" ujar Lucas sambil memegang tangan Lia
"Ya sudah ga papa, aku tunggu di sini" jawab Lia dengan lembut.
"Tapi apa kamu ga bosen nunggu aku di sini?"
Lia memegang pipi Lucas dan sedikit membelainya
__ADS_1
"Tidak ada kata bosan untuk menunggu pangeran ku kembali"
Senyuman Lia saja membuat Lucas sangat jatuh cinta padanya, kini Lia malah mengeluarkan kata-kata gombal padanya.
Seketika Lucas langsung meleleh di buatnya.
"Bisa bisa aku pingsan di sini jika kamu terus terusan senyum begitu pada ku. Berhentilah tersenyum sayang, senyum mu menyita semua tenaga ku. Aku tidak bisa berhenti menatap atau memakingkan wajah ku dari mu..."
Lia tertawa di pangkuan Lucas memperlihatkan gigi gingsul dan lesung pipinya.
Mereka berdua malah asyik beradu gombal hingga Lucas lupa dengan meeting nya.
Toktoktok... Terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat mereka saling diam.
"Permisi tuan, 5 menit lagi meeting akan di mulai" seru Romi dari balik pintu.
"Ya, bentar" saut Lucas dari dalam dengan suaranya yang lantang.
"Dasar pengganggu!" Gerutu Lucas
"Shuuttt jangan menggerutu. Pergilah mas, jangan buat klien mu menunggu. Dan bukankan seorang Lucas Danuarta tidak mentolelir keta telat?"
"Iya nyonya, tapi sebelum aku pergi melakukan meeting boleh berikan aku sedikit bekal nyonya?" Pinta Lucas pada Lia seakan seperti seorang anak yang hendak pergi ke sekolah.
Dengan menahan tawa Lia pun balik bertanya.
"Bekal apakah yang kau ingin kan wahai tuan muda?"
Lucas menunjuk kedua pipinya, kening dan juga bibirnya.
Lucas meminta Lia untuk mencium nya lebih dulu sebelum ia keluar untuk meeting.
Dengan senang hati Lia mencium mesra mulai dari keningnya, kedua pipinya hingga yang terakhir yaitu mencium bibirnya.
Kini apa yang Lucas minta sudah Lia penuhi, semangat nya langsung full seketika.
"Sudah sudah, jangan minta ini itu lagi. Cepat keluar sana, Romi udah nungguin" suruh Lia
Lucas mencium kening Lia lalu keluar dari ruangannya.
Sambil menunggu Lucas selesai meeting, Lia di dalam ruangan besar itu sendiri.
Lia membaringkan tubuh nya di atas sofa sambil memainkan hp nya.
Bosan dengan hp nya Lia meletakkan hp nya di tas dan melihat ke luar.
Gedung kantor yang tinggi dan ruangan Lucas yang berada di atas membuat indah pemandangan di luarnya.
Apa lagi view dari ruangan Lucas langsung melihat indahnya gedung perkotaan.
Di samping gedung-gedung pencakar langit, terlihat di sebelah paling kiri ada sebuah lapangan yang kini sedang di adakan pasar malam.
Terlihat biasa saja karena ini masih siang, tapi saat malam hari lampu sorot dari pasar malam itu mampu membelah gelapnya malam.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1