
Sesampainya di rumah, baru saja Lucas turun dari mobil hp nya kembali berdering.
Panggilan video dari pamannya.
"Halo paman..." Sapa Lucas ketika wajah pamannya muncul di layar hp nya
"Lagi apa kamu nak?" Tanya pamannya
"Ini Lucas baru aja pulang. Ada apa paman semua baik-baik aja?"
"Ya ya semua baik baik aja, paman menelepon karena papa kamu mau bicara sama kamu"
"O, mana papa"
"Bagaimana kabar mu nak?" Tanya pak Arman
"Lucas baik, bagaimana dengan papa sekarang"
"Ya, papa sekarang sudah merasa lebih nyaman. Kamu habis ngapain, kenapa baju mu kotor begitu?"
"Oh ini aku habis dari pemakaman ibunya temen pa"
"O... Gitu. Ya udah kamu bersihkan diri kamu dulu nanti telpon papa lagi"
"Ya udah kalo gitu, papa cepat sembuh ya"
"Iya nak"
Telpon pun berakhir dan Lucas langsung masuk ke rumah.
Begitu Lucas membuka pintu, ia terkejut karena ada pak Surya di dalam.
"Wah menantu ku sudah pulang" sambut pak Surya
"Sedang apa anda di sini"
"Loh kok kaku gitu ngomongnya, saya ini kan mertua kamu panggil aja papa"
__ADS_1
"Saya tanya sedang apa anda di sini!" Lucas mengulangi pertanyaannya
"Santai dong, saya ke sini hanya ingin berkunjung ke rumah baru anak saya. Kan sejak kalian menikah saya belum pernah ke sini, dan mumpung sekarang lagi ada waktu ya saya main-main ke sini, ga papa kan?" Jawab pak Surya
"Bagaimana bisa anda lebih mementingkan bermain-main dari pada membangkitkan perusahaan anda yang hampir collapse"
"Ee... Soal itu, kan perusahaan kamu siap siaga membantu. Ya itu membuat saya lebih tenang"
Lucas menggelengkan kepalanya dan melangkah menuju tangga.
"Loh mau kemana kamu, sini duduk. Kita ngopi bareng" ajak pak Surya
"Waktu saya lebih berharga dari sekedar ngopi bersama anda" jawaban santai seorang Lucas mampu menusuk telinga pendengar nya
Pak Surya bodo amat dengan semua sindiran Lucas, karena yang terpenting baginya sekarang perusahaan nya pasti aman selama Viona masih menjadi istri Lucas.
Baru sampai di pertengahan tangga langkah kaki Lucas kembali terhenti.
"Eh... menantu ku sudah pulang, dari mana saja kamu nak" panggil mamanya Viona
"Viona, sini nak. Eh itu suami mu sudah pulang, pergi layani dia" suruhnya pada putri semata wayangnya itu
Dengan senang hati Viona melangkah menaiki anak tangga menyusul Lucas.
Namun ketika langkahnya tepat ada di depan pintu kamar, Lucas langsung menutup dengan keras dan menguncinya dari dalam.
Hentakan dari pintu membuat Viona terkejut.
Senyumnya seketika langsung menghilang berganti dengan raut wajah yang kesal.
Tak lagi mencoba mendekati Lucas, Viona memilih turun menghampiri mamanya.
"Loh, kok kamu di sini? Ini tuh kesempatan bagus buat kamu cari perhatian Lucas"
"Emangnya mama tau apa yang Lucas barusan lakukan, hm.."
"Apa, dia ngapain emangnya"
__ADS_1
"Dia membanting pintu dengan keras tepat di depan muka Vio. Nasib baik hanya pintu yang di banting, lama-lama Vio juga yang kena banting"
Viona kesal dan duduk di kursi sambil meminum jusnya.
Bi Narsih yang mendengar itu dari dapur diam-diam tertawa dan membatin di hatinya"Emangnya enak, hahaha... Jangankan den Lucas, aku aja ga mau deket-deket mak lampir"
"Udah sayang, kamu tenang aja. Masih banyak kesempatan buat kamu menaklukkan Lucas selama pak Arman masih sekarat di rumah sakit. Berdoa saja agar pak Arman ga sembuh sembuh sebelum kamu bisa menguasai Lucas dan semua hartanya"
"Ya ya ya, Vio harap juga gitu. Di perpanjang aja masa sekarat nya hingga Vio benar-benar menjadi ratu di sini hahaha"
Dua orang wanita licik itu tertawa dengan khayalan mereka.
Bi Narsih mengelus dada mendengarnya, berharap pak Arman cepat sembuh dan Lucas bisa segera memceraikannya.
*****
1 minggu kemudian Lucas baru ada waktu kosong.
Ia segera pergi ke rumah Lia untuk melihat dan mengetahui kabarnya sekarang.
Karena Elda sudah 2 hari yang lalu pulang karena ia ada pekerjaan.
Lucas sengaja weekend ini akan ia habiskan untuk menghibur Lia, karena ia tau luka hatinya masih sangat basah dan butuh seseorang untuk membuat nya tidak merasa sendiri.
Sesampainya di rumah Lia, bi Ina menyambutnya.
"Di mana Lia bi" tanya Lucas padanya
"Non Lia ada di taman belakang tuan"
Segera Lucas menghampiri Lia.
Di sana Lia duduk sendirian dengan kucing di atas pangkuannya.
Lia memejamkan matanya sambil menikmati alunan musik dari hp nya.
Karena Lia menggunakan headset, ia tidak mengetahui bahwa Lucas ada di sampingnya.
__ADS_1